Brigjen Jodie Rooseto Batal Jadi Kapolda Jabar
Rabu, 31 Oktober 2012 - 08:33 WIB
: 140


(Foto:dok/antaranews.com)
Ia akan menjabat Kasetukpa Lemdikpol Mabes Polri.

JAKARTA - Pimpinan Mabes Polri membatalkan keputusan Brigjen Pol Jodie Rooseto menduduki posisi sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat menggantikan Inspektur Jenderal Polisi Putut Eko Bayuseno.

Berdasarkan informasi yang diterima wartawan di Jakarta, Selasa (30/10) malam, pimpinan Mabes Polri mengeluarkan Surat Telegram Nomor : ST/2161/X/2012 sebagai revisi Surat Keputusan Nomor : Kep/645/X/2012 tertanggal 30 Oktober 2012.

Surat Keputusan : Kep/645/X/2012 menunjuk Kapolda Lampung, Brigjen Pol. Jodie Rooseto menjabat Kasetukpa Lemdikpol Mabes Polri menggantikan Brigjen Pol. Ngadino yang menduduki Kapolda Sulawesi Utara.

Sedangkan, Kapolda Sulawesi Utara, Brigjen Pol. Tubagus Anis Angkawijaya menjabat Kapolda Jabar menggantikan Irjen Pol. Putut Eko Bayuseno yang ditunjuk sebagai Kapolda Metro Jaya menggeser Irjen Pol. Untung S Rajab yang memasuki masa persiapan pensiun.

Rencananya, pelantikan para perwira tinggi Mabes Polri tersebut akan digelar pada Rabu (31/1) pagi.

Sebelumnya, Kapolri menerbitkan Surat Telegram bernomor ST/2139/X/2012 tertanggal 26 Oktober 2012, terkait penunjukkan Kapolda Jabar, Irjen Pol. Putut Eko Bayuseno menggantikan Irjen Pol. Untung Suharsono Rajab sebagai Kapolda Metro Jaya.

Irjen Pol. Untung Suharsono Rajab akan dimutasikan menjadi Pati Yanwa Mabes Polri dalam rangka memasuki masa pensiun.

Kemudian, Kapolda Lampung, Brigjen Pol. Jodie Rooseto menjabat Kapolda Jabar mengisi posisi yang ditinggalkan Putut.

Brigjen Pol. Heru Winarko yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Umum Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan akan menggantikan Brigjen Pol Jodie Rooseto sebagai Kapolda Lampung.
Sumber : Ant

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN