Legitnya Tembakau yang Menggiurkan
Saiful Rizal | Jumat, 02 November 2012 - 14:06 WIB
: 374


(dok/antara)
Banyak petani di Blitar beralih ke tembakau setelah musim panen padi selesai.

Wajahnya tampak sumringah. Bolak-balik dia melempar senyum dan sesekali tertawa lepas. Dia adalah Kasdi Yuwono, petani tembakau berusia 60 tahun.

Dia pantas bahagia karena saat itu dia menerima penghargaan berupa sebuah mesin genset dari PT Sadhana Arif Nusa. Perusahaan ini merupakan pemasok tembakau bagi perusahaan rokok PT HM Sampoerna.

Kasdi belum genap dua tahun beralih menjadi petani tembakau. Menurut petani asal Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, ini tidak ada yang istimewa dari usahanya. Hanya saja, dia merasa senang karena hasil panen tembakau tahun ini sesuai dengan harapan.

"Menanam tembakau adalah hal yang baru buat saya, tapi untungnya petugas dari (PT) Sadhana rutin datang untuk memberikan penyuluhan tentang tata cara bertani tembakau. Semua yang dianjurkan saya ikuti dan alhamdulillah hasilnya memuaskan," kata pria yang sebelumnya menjadi petani jagung, kepada SH, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, menanam tembakau mulai dilakukan di desanya sejak 2011. Kasdi termasuk kelompok pertama petani yang beralih menanam tembakau, usai panen padi. Biasanya usai panen padi, petani di sana memilih menanam jagung atau tanaman palawija lainnya, seperti tomat. Beruntung, pilihannya itu tepat.

Keuntungan yang didapat dari menanam tembakau jauh lebih besar ketimbang palawija. Dari luas areal lahan yang kurang dari 1 hektare miliknya, keuntungan yang diperoleh dari menanam tembakau sekitar Rp 15 jutaan.

Adapun jika menanam jagung, keuntungan bersih paling besar yang pernah ia peroleh hanya berkisar Rp 6-7 juta. "Itu pun tidak setiap musim panen, tapi untuk tembakau sudah dua kali panen keuntungan bersihnya berkisar Rp 15 jutaan," ucapnya.

Namun, menjadi petani tembakau memang membutuhkan ketelitian dalam perawatan tanaman. Perusahaan rokok kini mempunyai kriteria khusus jenis dan tingkatan tembakau yang telah mereka tetapkan. Meski begitu, dia dan petani lainnya selalu mengikuti semua petunjuk teknologi yang diberikan para penyuluh atau yang biasa mereka sebut mandor, serta berusaha teliti dan bekerja keras.

Dia berharap, kemitraan yang dibangun selama ini dapat terus berlanjut sehingga petani dapat terus meningkatkan pengetahuannya. Dengan sendirinya taraf kehidupan petani juga dapat menjadi lebih baik.

Selain itu, keberhasilan petani tembakau tahun ini tidak lepas dari kondisi cuaca yang mendukung. Musim kemarau saat ini cukup kering dan bagus untuk menanam tembakau yang memerlukan periode kering untuk mencapai fase pengembangan luas daun yang paling lebar.

Hal serupa dikatakan oleh Sulistiyono, salah satu petani tembakau dari Desa Suruhwadang di Blitar Selatan. Menurutnya, banyak petani di desanya kini beralih ke tanaman tembakau untuk menyiasati lahan yang tandus.

Sebelumnya, petani yang kurang paham membiarkan lahannya kosong setelah musim panen padi selesai. Baru-baru ini untuk menyiasati tandusnya lahan di Blitar Selatan, dalam beberapa tahun terakhir petani akhirnya memilih tanaman tembakau pascapanen padi.

"Tanaman tembakau memang tidak membutuhkan air yang banyak, jadi tepat kalau ditanam di wilayah kami. Ditambah lagi, pemasaran tembakau yang sudah pasti jelas membantu petani di sini," kata pria yang mengaku belum mengetahui dengan pasti berapa keuntungan dari menaman tembakau tahun ini

Bantu Petani

Sementara itu Suharto, salah satu perwakilan dari PT Sadhana Arif Nusa mengatakan, pihaknya membantu petani tembakau di Blitar bukan hanya dalam hal penyuluhan. Mereka juga memberikan bantuan berupa peralatan, pupuk, serta bibit tembakau kepada para petani.

Secara umum luas tanaman tembaku di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, memang meningkat. Jika pada 2011 lahan tanaman tembakau di Blitar seluas 750 hektare (ha), maka pada 2012 areal lahannya meningkat mencapai 950 ha dengan produksi rata-rata 690 ton per tahun.

Sejak 2010 mereka menggencarkan program kemitraan kepada para petani tembakau di Blitar, salah satunya adalah tentang bimbingan langsung dari teknisi lapangan tentang cara budi daya tembakau yang baik melalui program “Good Agricultural Practices” (GAP).

"Melalui program GAP, petani yang menjadi mitra kami akan dibimbing untuk melakukan budi daya tembakau yang berkesinambungan melalui praktik-praktik yang produktif, kompetitif, serta efisien. Mereka bukan hanya untuk menghasilkan tembakau terbaik, tetapi juga untuk melindungi dan meningkatkan kondisi lingkungan dan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat," kata Suharto.

Program GAP ini menekankan pentingnya petani menjaga lingkungan, seperti meminimalisasi dampak budi daya tembakau terhadap lingkungan, sumber daya air, energi, dan hutan.

Selain itu, program ini ingin memastikan kondisi kerja yang aman dan adil, kepatuhan terhadap praktik tenaga kerja yang baik, seperti menghapuskan kerja paksa dan tidak mempekerjakan anak-anak.

"Praktik budi daya tembakau yang baik sangat diperhatikan, mulai dari sistem pembibitan, pengolahan lahan, pemupukan, sampai proses panen dan pascapanen yang baik. Di samping itu juga dikenalkan tentang pemakaian bahan ramah lingkungan atau pestisida organik serta penggunaan alat pelindung diri dalam penyemprotan pestisida dan juga eliminasi bahan-bahan sintetis yang dapat menurunkan kualitas tembakau," ujarnya.

Mereka juga memberikan perhatian pada masalah praktik tenaga kerja pertanian atau Agricultural Labor Practices (ALP) yang antara lain mencakup pelarangan penggunaan tenaga kerja di bawah umur, kesehatan dan keselamatan kerja, maupun imbauan mengenai penyakit apa bila bersentuhan dengan daun tembakau hijau.

Hingga kini, PT Sadhana telah menjangkau kurang lebih 16,000 petani yang tersebar di sejumlah daerah utama penghasil tembakau. Jumlah ini hanya meliputi sekitar 3 persen petani tembakau yang ada di Indonesia.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 25 April 2014 00:00:00 WIB

Rumah Pelaksana Proyek e-KTP Digeledah

, 25 April 2014 00:00:00 WIB

Pileg 2014 Dinilai Ugal-Ugalan