Pertanian di Bali Belum Siap Bersaing
Selasa, 01 Mei 2012 - 09:21 WIB
: 647


(Foto:dok/ist)
Pasalnya secara kualitas belum memadai sehingga diperlukan intervensi pemerintah.

DENPASAR - Guru besar Universitas Udayana Prof Dr Wayan Windia menilai, sektor pertanian di Bali belum siap menghadapi persaingan global karena secara kualitas belum memadai.

"Untuk meningkatkan sektor pertanian perlu intervensi dari pemerintah," kata ketua badan penjaminan mutu Unud itu di Denpasar, Selasa (1/5).

Ia menganggap bahwa keterlibatkan pemerintah itu sangat penting, khususnya menyangkut komoditi yang mempunyai nilai ekspor, namun pengembangannya selama ini dinilai masih lemah.

"Intervensi pemerintah itu antara lain memberikan subsidi dan proteksi, khususnya pada petani yang selama ini sedang terpinggirkan," ujar Prof Windia.

Windia yang juga ketua grup riset sistem subak Unud menambahkan, produk pertanian yang selama ini belum mampu bersaing di pasaran mancanegara akibat belum ditangani secara sungguh-sungguh.

Petani, khususnya generasi muda enggan menggeluti sektor pertanian, karena dinilai kurang menjanjikan, sehingga alih fungsi lahan pertanian, khususnya di Bali kini semakin tidak terkendali.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat dalam waktu lima tahun terakhir, 2005-2010 terjadi alih fungsi lahan 5.206 hektare, atau setiap tahunnya lebih dari 1.000 hektare.

Bali pada tahun 2005 memiliki lahan pertanian dengan sistem pengairan secara teratur sepanjang tahun seluas 87.850 hektare, namun sekarang hanya masih tersisa 82.664 hektare.

Menurut Prof Windia dinilai sangat penting dan medesak untuk revitalisasi terhadap sistem subak di Bali, mengingat banyak permasalahan yang dihadapi subak di tengah perkembangan sektor pariwisata Bali yang pesat.

"Revitalisasi subak itu mengandung sebuah keniscayaan, untuk menjadikan salah satu wadah organisasi tradisional itu tetap eksis dalam perkembangannya di masa mendatang," kata Windia.
Sumber : Ant

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN