Penumpang Berhak Tanya Prosedur Keamanan
Rabu, 02 Mei 2012 - 08:29 WIB
: 147


(Foto:dok/antaranews.com)
Antara lain pintu darurat jika terjadi kecelakaan.

PAYAKUMBUH - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menegaskan, penumpang angkutan umum memiliki hak untuk menanyakan perihal standar prosedur keselamatan dari angkutan yang akan mereka naiki, seperti pintu darurat jika terjadi kecelakaan.

"Sayangnya belum banyak masyarakat yang menyadari hak tersebut, hingga keselamatan mereka dapat saja terancam oleh pengelola angkutan yang 'nakal' dan tidak memperhatikan faktor keselamatan penumpang," katanya di Payakumbuh, Selasa (1/5).

Hal itu dikatakannya saat berkunjung ke RSUD Adnand WD Payakumbuh untuk menjenguk korban PO Yanti yang terbakar dan menewaskan 13 penumpangnya di Jorong Ulu Aia, Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (1/5) subuh.

"Masyarakat seharusnya mengetahui hak mereka untuk mendapatkan jaminan keselamatan saat menggunakan angkutan umum. Sebaliknya, pengusaha dan pengelola angkutan umum juga harus mengetahui dan melaksanakan kewajiban mereka untuk merawat kendaraan serta melakukan uji berkala secara teratur," katanya.

Informasi awal terkait PO Yanti yang terbakar tersebut, menurut Irwan Prayitno, uji berkala pada awalnya dilakukan di Sumbar, tetapi belakangan dilakukan di Riau. Selain itu, menurut laporan yang diterima gubernur, juga ada satu unit kendaraan roda dua yang diangkut bus tersebut.

"Kita belum tahu apakah faktor-faktor tersebut menjadi salah satu penyebab musibah ini. Tetapi pihak kepolisian terus mengembangkan penyidikan untuk mengetahui penyebab musibah," katanya.

Lebih lanjut Irwan Prayitno mengatakan, musibah yang terjadi harus dijadikan pelajaran untuk masa yang akan datang. Dia mengatakan, uji kelayakan terhadap angkutan umum harus dilakukan lebih ketat lagi.

"Kita akan perintahkan instansi terkait di provinsi atau kota/kabupaten untuk lebih mengetatkan lagi uji kelayakan angkutan umum ini," katanya.

Irwan menambahkan, selain upaya yang dilakukan pemerintah, peran masyarakat umum juga diharapkan dapat meningkatkan keselamatan angkutan umum.

"Jika ada masyarakat yang mengetahui ketidakberesan pada angkutan umum harap segera melaporkan kepada pihak berwajib," katanya.

Informasi terakhir dari Dirlantas Polda Sumbar Kombes Ibnu Isticha menyebutkan, jumlah penumpang bus PO Yanti jurusan Dumai (Riau)-Bukittinggi (Sumbar) itu sebanyak 42 orang.

Dalam musibah itu 13 orang dinyatakan tewas dan 12 orang luka-luka. Korban luka dirawat di RSUD Adnand WD Payakumbuh dan RS Yarsi Payakumbuh.
Sumber : Ant

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 25 April 2014 00:00:00 WIB

Enam DPD Yang Tidak Lapor LDK

, 25 April 2014 00:00:00 WIB

Moncong Putih Rajai Kursi Dewan di Palembang dan Sumsel