Petani Buah-buahan Lebak Siap Pasok Pasar Nasional
Jumat, 01 Februari 2013 - 09:55 WIB
: 838


(FotO:dok/ist)
Ilustrasi.
Lebak merupakan penghasil produksi hortikultura terbesar di Provinsi Banten.

LEBAK - Petani buah-buahan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, siap memasok pasar nasional sehubungan pemerintah menghentikan sementara atau moratorium impor 13 jenis produksi hortikultura.

"Kami terus meningkatkan produksi dan kualitas tanaman hortikultura untuk merebut pasar dalam negeri," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Rangkasbitung, Jumat (2/1).

Menurut dia, sejauh ini Kabupaten Lebak merupakan penghasil produksi hortikultura terbesar di Provinsi Banten, di antaranya komoditas manggis dan rambutan masuk pasar ekspor.

Pengembangan sentra tanaman kawasan hortikultura atau buah-buahan di Kabupaten Lebak tersebar di sejumlah kecamatan.

Misalnya, komoditi manggis di Kecamatan Cipanas, Bayah,Lebakgedong, Sobang dan Muncang. Buah durian berkembang di Kecamatan Leuwidamar, Gunungkencana, Cirinten, Muncang dan Bojongmanik.

Kawasan buah duku berkembang di Kecamatan Warunggunung, Cikulur, dan Cibadak.

Komoditi buah mangga di Kecamatan Panggarangan, Malingping, Cihara dan Bayah.

Sedangkan, buah rambutan dan salak di Kecamatan Maja, Cimarga Curugbitung, Rangkasbitung, Cijaku, Leuwidamar dan Sajira.

"Semua daerah-daerah hortikultura itu jika panen bisa memenuhi pasar lokal maupun ekspor, namun produksi masih terbatas," katanya.

Ia mengatakan, pemerintah daerah mendorong petani agar memperluas aneka jenis tanaman hortikultura untuk merebut pangsa pasar dalam negeri.

Saat ini, kata dia, kebutuhan buah-buahan di Tanah Air tidak didatangkan kembali dari negara-negara impor.

"Kami memberikan apresiasi terhadap Kementerian Pertanian yang menerapkan moratorium impor hortikultura," katanya.

Ia menyebutkan, pengembangan kawasan sentra buah-buahan di Kabupaten Lebak akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Saat ini, ujar dia, produksi komoditi buah rambutan, dukuh, manggis, durian dan salak dari petani Lebak sudah dipasok ke supermarket-supermarket di Jakarta.

"Saya yakin dengan tidak adanya buah impor itu dipastikan petani Lebak bisa bergairah kembali untuk memasok buah-buahan di pasar nasional," katanya.

Salah seorang petani manggis Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Maman mengaku dirinya setiap panen memasok ke pasar Eropa melalui perusahaan dari Jakarta.

Mereka jika musim panen perusahaan bisa membeli manggis antara dua sampai tiga truk diesel.

Namun, kata dia, buah manggis itu sebelum diekpor terlebih dulu disortir.

Pihaknya mengembangkan buah manggis ini, karena biaya produksinya tidak besar dibandingkan tanaman karet.

"Saya perkirakan puncak panen manggis Maret dan saat ini hanya beberapa daerah yang sudah dipanen," katanya.
Sumber : Ant

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



1 Komentar :

LOWONGAN KERJA
01 Februari 2013 - 13:32:08 WIB

PT.KAO INDONESIA : Bth Staf Adm/Oprt Produksi/PPIC/Accounting/IT/Logistik dan Finance. Pend: SMA,SMK,STM,D1,D3,S1 segala Jurusan. Segra Daftarkan diri Anda. Baca selengkapnya di: www.megakarir.tk atau www.kariertop.tk
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 24 April 2014 00:00:00 WIB

KPU Papua Baru Terima Rekapitulasi Dua Kabupaten

, 00 0000 00:00:00 WIB