TNI AU Bergegas Perkuat Armada Tempur
M Bachtiar Nur | Jumat, 08 Februari 2013 - 15:17 WIB
: 6759


(Foto:dok/ist)
Ilustrasi.
Pengadaan pesawat masuk dalam rencana strategis lima tahunan tahap pertama.

JAKARTA – Untuk memperkuat armada tempur di udara, TNI Angkatan Udara menambah kekuatan pesawat tempur dalam waktu dekat ini. Penambahan armada tempur untuk menjaga wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman musuh dari luar.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Madya Ida Bagus Putu Dunia, mengungkapkan sejumlah pesawat pesanan yang akan memperkuat TNI AU akan mulai tiba pada tahun ini, seperti Sukhoi SU 30-MK2 (Rusia), T-50 Golden Eagle (Korea Selatan), dan Super Tucano (Brasil). TNI AU juga akan mengoperasikan kembali F-5 Tiger yang dinilai masih efektif dan telah dilakukan up grade sehingga dapat digunakan.

Terlebih, TNI AU juga akan mendapat tambahan F-5 dari pemerintah Korea Selatan yang merupakan komplemen dari pembelian pesawat T-50.

"Periode ini kita akan kedatangan pesawat T 50, tambahan pesawat Sukhoi enam unit. Super Tucano, programnya 16, telah datang empat, periode berikutnya bertahap empat; kemudian F 16 dari Amerika keseluruhan 24. Bertahap akan datang. Diharapkan pertengahan 2014 akan datang empat unit yang sudah ditingkatkan kemampuannya," ujarnya di sela-sela Rapat Pimpinan TNI AU, di Jakarta, Rabu (6/2).

KSAU memaparkan, pengadaan pesawat-pesawat tersebut masuk dalam rencana strategis lima tahunan tahap pertama. TNI AU menurutnya telah mengirim penerbangnya ke Korea Selatan untuk kepentingan kedatangan pesawat tempur T-50. Setibanya di Tanah Air, T 50 rencananya akan ber-home base di Skuadron Udara 15, Wing 3, Lanud Iswahjudi, Malang.

"Ke depan juga rencana ada pesawat Hercules dari hibah Australia yang sudah ditingkatkan kemampuannya. Heli juga ada dengan pengadaan dalam negeri, PT DI (Dirgantara Indonesia). CN-235 dan Casa juga dengan PT DI," tuturnya.

KSAU menjelaskan bahwa Sukhoi akan ditempatkan di Makassar, melengkapi yang saat ini telah ada. Untuk Super Tucano rencananya ditempatkan di Skuadron Udara 21 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang.

Satgas Keselamatan
Untuk antisipasi berulangnya kecelakaan pesawat, TNI Angkatan Udara membentuk satuan kerja yang khusus menangani keselamatan terbang dan kerja (Lambangja).

Untuk itu, Marsekal Madya Ida Bagus Putu Dunia mengungkapkan, selain mencari solusi menghindari kecelakaan pesawat, satgas akan berperan pula mencari kesimpulan bulat terhadap peristiwa terjadi.

"Memang TNI AU dihadapkan kepada tugas berisiko tinggi, maka kita membentuk satuan kerja yang khusus menangani keselamatan terbang dan kerja, di samping tugas melekat dari komandan itu sendiri," ujarnya.

Ia memastikan tugas satgas yang menangani kecelakaan pesawat dan kecelakaan kerja tersebut akan dibantu komandan yang memang memiliki tugas melekat.

"Keberadaan satgas ini untuk mencari akar kecelakaan pesawat, agar simpulan yang kita ambil bulat dan bisa mencari solusi terbaik untuk menghindari kecelakaan berikutnya," katanya.

KSAU menambahkan, hasil kajian satgas nantinya akan dijadikan rujukan untuk kemudian diambil tindakan sesuai hingga diharapkan peristiwa kecelakaan pesawat TNI AU tak terjadi lagi.

Sering Kecelakaan
Seperti diketahui, pesawat TNI telah beberapa kali mengalami kecelakaan. Kasus terbaru yaitu gagal terbangnya pesawat tempur Hawk di Pekanbaru karena kerusakan sistem pengereman, Selasa (5/2).

Meski dalam peristiwa tersebut tak ada korban jiwa, KSAU meminta jajarannya tak menganggap remeh insiden itu.

"Tentang kejadian itu kita masih selidiki apa penyebabnya. Kita selalu akan mencari akar persoalannya, kemudian kita ambil tindakan yang sesuai dengan apa yang seharusnya," tuturnya sambil menekankan target zero accident setiap tahun.

Mengenai sering tak bulatnya simpulan, KSAU memandang hal itu terjadi karena adanya kepentingan-kepentingan golongan di tubuh TNI AU.  Kepentingan golongan ini, menurut dia, karena antara satu prajurit dengan prajurit lain memendam permasalahan. KSAU berharap perencanaan yang sebenarnya telah bagus dapat dilaksanakan secara benar dengan mengedepankan moral.

Sesdispenau Kolonel Sus M Akbar Lingga Prana menjelaskan, pesawat Hawk 109 Skuadron Udara 12 Lanud Rusmin Nurjadin Pekanbaru yang gagal take off rencananya akan melakukan penerbangan dengan rute Lanud Rusmin Nurjadin menuju Siabu, tempat latihan penembakan.

"Misi latihan rutin penembakan dari udara ke darat," ucapnya.

Pesawat, kata Akbar, setelah melakukan start engine bersiap menuju runway untuk take off.

"Saat kecepatan pesawat masih di bawah 40 knot penerbang merasa ada sistem brake yang tidak normal, maka diputuskan untuk tidak melaksanakan take off, sehingga pesawat keluar landasan sekitar 3-4 meter di sebelah kiri runway," ujarnya.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Arema Siap Membungkam PBR

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Panwascam Diancam Dibunuh