Mendongkrak Penghasilan Melalui Pompa Bensin Mini
Dany Putra | Kamis, 07 Maret 2013 - 13:41 WIB
: 9213


(SH/Dany Putra)
Seorang warga sedang mengisi bensin di pompa bensin mini, sedangkan yang lainnya menunggu giliran
Dengan meminjam uang Rp 70 juta dari bank, Asmaidah memulai usaha ini.

Pom bensin itu berada di depan rumah. Ukurannya lebih kecil dari biasanya, dengan tinggi kurang lebih 1 meter dan lebar kurang lebih 50 sentimeter. Pom bensin dialasi ubin keramik setinggi 20 sentimeter.

Mesin berbunyi ketika pengendara sepeda motor silih berganti mengisi bahan bakar Premium dari sebuah pompa bensin berwarna merah-putih-hitam itu. Tepat di atas tembok rumah berlantai dua yang didominasi warna kuning, terdapat tulisan: “Isi bensin, pake pompa bensin mini”. Di belakang pompa bensin, terdapat jendela rumah yang di sisi kirinya terdapat pintu masuk.

Pemandangan ini tidak biasanya ditemukan di pompa bensin pada umumnya. Pompa bensin ini sebenarnya menjual bensin eceran yang dikelola Asmaidah (43), warga Jalan Warung Pojok RT 02/02, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Keli Deres, Jakarta Barat. Unik, menarik, dan kreatif. Itulah cara mencari rezeki di Ibu Kota.

Asmaidah ketika ditemui SH, Selasa (5/3), mengaku usaha yang dijalaninya ini baru berusia delapan bulan. Dia membuka usaha ini sejak Oktober. Dia mengaku usaha ini mampu mendongkrak penghasilannya, yang tadinya hanya berjualan di warung kelontong, yang masih menyatu dengan rumahnya yang seluas 5 x 10 meter persegi itu.

Menjalani usaha pompa bensin eceran merupakan amanat dari Maryanto (43), almarhum suami dari ibu tiga anak ini. Sebelum tutup usia, Maryanto bercita-cita mempunyai pom bensin mini.

“Suami saya meninggal bulan Oktober sebelum Lebaran, dia menderita gagal ginjal. Sebelum meninggal dia sudah menemui temannya untuk membuka usaha ini. Suami saya juga berpesan pada saya untuk melanjutkan usaha ini,” tuturnya.

Berbekal amanat suaminya, Asmaidah kala itu meminjam uang dari bank sebesar Rp 70 juta. Bersama teman suaminya, dia kemudian memesan pom bensin mini dari Bandung, Jawa Barat. Pom bensin mini dia beli seharga Rp 70 juta.

Setelah alat tersebut datang, suaminya dipanggil Yang Kuasa. Lalu, bersama sanak saudaranya dia membuat sumur bensin serta memasang pompa bensin mini yang berdaya 1.300 Watt. “Saya yang megurus surat izin usaha dari RT, RW, kelurahan, dan kecamatan,” ujarnya.

Asmaidah mengatakan, pelanggannya tidak hanya dari pengendara sepeda motor, tidak jarang mobil juga mengisi di pom bensin mini miliknya. “Ada satu atau dua mobil yang mengisi setiap harinya,” tuturnya.

Dia mendapatkan bensin khusus di pompa bensin milik Pertamina di daerah Citra, Kali Deres. Namun, untuk mendapatkannya dia harus menjadi pelanggan tetap dan memiliki member khusus. Ini karena ia membeli dalam jumlah banyak dan hanya diperbolehkan pada tengah malam.

Untuk membeli bensin, dia menggunakan empat jeriken berkapasitas 35 liter. Asmaidah dibantu keponakannya, Slamet (23). Setiap hari mereka pergi pulang isi bensin dari pom bensin resmi.

Per harinya dia mampu menjual 400 liter bensin dari pom bensin mini tersebut. Bensin sebanyak itu dia taruh tepat di sisi kanan pom bensin mini menggunakan dua drum yang dijadikan satu, serta di bawah tanah. “Nggak tentu juga habisnya, kadang bisa sampai jam tujuh malam, kadang sore juga habis. Yah, lumayan keuntungannya,” ujarnya.

Asmaidah memang menjual bensin Premium Rp 5.000 per liternya. Berarti dia hanya untung Rp 200.000 dari modal membeli bensin Rp 1.680.000 per harinya. Namun, keuntungan itu relatif lebih kecil dibandingkan usaha warung kelontongnya yang mendapatkan untung kotor Rp 400.000 per hari. “Yah, lumayanlah untuk biaya sehari-hari. Anak saya yang paling besar Annisa (19) kan sedang kuliah, jadi bisalah buat tambahan biaya dia kuliah,” tuturnya.

Menjual bensin menyatu dengan rumah tentu ada dampaknya. Aroma bensin begitu menyengat di dalam rumahnya. Terlebih ketika ada pengendara yang sedang mengisi bensin. Dia bersama ketiga anaknya tidak menggunakan masker, yang tentu sangat berbahaya bagi pernapasan. “Iya jadi bau bensin, tapi kita sudah biasa,” tuturnya.

Meski begitu, para tetangga tidak ada yang protes, sebab dia begitu berhati-hati berjualan bensin di daerah permukiman. Warga yang lewat atau yang sedang mengisi bensin di depan rumahnya dilarang merokok. “Dengan adanya pompa bensin ini, kata warga malah membantu,” ujarnya.

Selain Asmaidah, ada dua pengusaha pompa bensin mini lainnya, yakni tepat di samping Pos Polisi Tegal Alur, di Jalan Kamal Raya, Kali Deres dan pompa bensin mini di jalan Prepedan, Kali Deres. “Saya yang kedua membuka usaha ini, setelah yang di samping Pos Polisi Tegal Alur,” ujarnya.

Saifful (44), warga sekitar mengaku terbantu dengan adanya pompa bensin mini tersebut, sebab pompa bensin resmi sangat jauh jaraknya. “Pom bensin resmi ada di Citra, Ring Road Cengkareng, dan di Rawa Bokor. Itu semua jaraknya jauh. Terlebih kalau sore dan pagi macet parah karena banyak pegawai pabrik yang masuk dan pulang kerja,” ucapnya.

Asep (30) mengaku sangat terbantu dengan adanya pompa bensin tersebut. Menurutnya, pompa bensin mini sangat membantu dalam keadaan darurat. Terlebih harganya tidak berbeda jauh.

“Ya sangat membantulah, tadi bensin saya sudah hampir habis, kalau isi di pompa bensin resmi sangat jauh. Harganya juga cuma selisih Rp 500. Takarannya pas, kalau pakai bensin eceran yang di botol harganya Rp 6.000 per liter, takarannya belum tentu pas. Ya, mending isi di sinilah,” ujarnya.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



7 Komentar :

adyt
29 Maret 2013 - 22:14:12 WIB

saya ingin memiliki pompa mini seperti ibuk dimana kah saya bisa membeli pompa seperti yg ibuk miliki

terimakasih
ujangsulaeman
21 Mei 2013 - 13:29:20 WIB

saya ingin punya pom mini seperti ibu dimana membelinya ya...?
krismandanu
07 Juni 2013 - 21:41:37 WIB

mohon jelaskan modal berapa untuk buka usaha ini dan spesipikasi keuntungan dari usaha ini untuk saya bisa ajukan pinjaman ke bank,trima kasih
Ruswanto
08 Agustus 2013 - 15:33:25 WIB

saya ingin membeli pompa bensin seperti yang ibu punya ,tapi dimana membelinya ?
Ruswanto
08 Agustus 2013 - 15:35:57 WIB

saya mau membeli pompa bensin seperti ibu ,beli dimana bu ? tolong sms ke no saya ya .085267070968 terimakasih
Ruswanto
08 Agustus 2013 - 15:40:15 WIB

boleh minta no hp bu Aminah ? kalo boleh sms ke hp saya ya 085267070968
kusworo
03 Desember 2013 - 22:37:47 WIB

bapak sendiri tinggal di mana,saya juga punya relasi untuk bisa memiliki pommini tsb.bisa menghubungi ke nomor 081214666111.berpareasi harganya juga
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Arema Siap Membungkam PBR

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Panwascam Diancam Dibunuh