Inflasi 2013 Diprediksi Capai 6,1 Persen
Faisal Rachman | Kamis, 18 April 2013 - 13:34 WIB
: 749


(dok/antara)
Sumbangan inflasi atas kenaikan harga BBM sebesar 0,7 persen dari total inflasi 2013.

JAKARTA - Kendati hanya akan naik terbatas, kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diperkirakan akan mengerek inflasi jauh di atas target inflasi tahun ini. Bank Indonesia menghitung, setidaknya tahun ini inflasi akan tercatat 6,1 persen.

Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo menuturkan, inflasi hingga akhir tahun akan berada pada level 6,1 persen yang dipicu adanya rencana kenaikan harga BBM bersubsidi menjadi Rp 7.000 per liter untuk kendaraan pelat hitam.

Berdasarkan perhitungan Bank Indonesia, sumbangan inflasi atas kenaikan harga BBM sebesar 0,7 persen dari total inflasi 2013.

Kami perkirakan hingga akhir tahun inflasi sebesar 5,4 persen dengan tambahan inflasi akibat BBM bersubsidi sebesar 0,7 persen, inflasi full year 6,1 persen. Kalau naiknya lebih rendah dari Rp 7.000 kenaikan inflasinya juga lebih rendah,” tuturnya kepada SH, Rabu (17/4).

Ia menjelaskan, BI menghitung dampak inflasi dengan dua skenario. Pertama, dengan asumsi kenaikan harga BBM bersubdisi untuk mobil pribadi, mobil dinas, dan sektor pertambangan sampai Rp 7.000 per liter, sumbangan inflasi sebesar 0,76 persen. Untuk skenario kedua yang merupakan kombinasi kebijakan, proyeksi sumbangan inflasinya berpeluang lebih tinggi.

Kombinasi kebijakan itu mencakup tahap pertama kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 1.000 per liter pada Mei 2013 akan memberi sumbangan terhadap inflasi sebesar 1,63 persen. Tahap kedua, pembatasan BBM bersubsidi bagi kendaraan pribadi di Jakarta dan sekitarnya pada Juni 2013, menyumbang inflasi 0,35 persen.

Tahap ketiga, pembatasan konsumsi BBM di empat kota besar, seperti Bandung, Surabaya, Semarang, dan Denpasar pada Juli 2013 akan memberi dampak inflasi 0,18 persen. Dengan begitu, secara total, berdasarkan perhitungan BI sumbangan inflasi melalui skenario kedua atau kombinasi kebijakan tersebut menyumbang inflasi total 2,16 persen.

Rully Nova, pengamat ekonomi PT Himpunan Bank Saudara 1906 Tbk mengatakan, sebenarnya inflasi sedikit tertolong dengan harga komoditas pangan seperti bawang merah, bawang putih, dan beras yang cenderung turun karena sudah memasuki musim panen dan dibukanya kembali keran impor.

Namun pada April ini, inflasi masih akan tinggi lantaran sudah terbentuk psikologi pasar yang mengekspektasikan harga BBM yang akan dinaikkan. “Belum jelasnya keputusan kebijakan BBM bersubsidi ini saja sudah akan berdampak dengan naiknya harga-harga, ” kata Rully. 

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 24 April 2014 00:00:00 WIB

Sabun Berbahan ASI Laris di Tiongkok

, 24 April 2014 00:00:00 WIB

Sharon Stone Dilaporkan Stroke