Melahirkan Pemuda Berjiwa Entrepreneurship
Nonnie Rening | Selasa, 15 Mei 2012 - 09:46 WIB
: 364


(SH/Nonnie Rering)
Pemuda masjid Indonesia diharapkan mandiri dan berjiwa wirausaha agar mampu bersaing.

JAKARTA  – Tiga juta remaja masjid seluruh Indonesia diminta tidak terjebak dalam politik praktis partai tertentu dan tetap mempertahankan kemandirian serta memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship).

“Remaja masjid di negara kita merupakan kekuatan potensial untuk membangun bangsa. Jumlahnya lebih dari tiga juta remaja. Jangan sampai dipolitisasi. Mereka harus tetap mandiri mengawal kepentingan Islam dan berwirausaha,” kata Ketua Dewan Penasihat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), H. Oesman Sapta saat membuka silaturahmi kerja nasional BKPRMI di Hotel Sahid Jakarta, Sabtu (12/5).

Dalam silaturahmi yang diikuti sekitar 400 peserta dari seluruh provinsi, Oesman mengatakan, remaja dan pemuda masjid Indonesia harus mandiri dan punya jiwa kewirausahaan agar bisa bersaing di dunia internasional.

Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini juga mengajak remaja dan pemuda yang tergabung dalam brigade masjid untuk bekerja sama dengan HKTI secara nasional. Terutama di bidang pemanfaatan teknologi agri industri agar Indonesia bisa mengembangkan sektor pangan sehingga terlepas dari impor.

Pengembangan agri industri tersebut sejalan dengan program utama brigade masjid, seperti disampaikan oleh Komandan Nasional Brigade BKPRMI, Said Aldy Al Idrus. Menurut Said Aldy, BKPRMI akan serentak melaksanakan program tanam 50 hektare ubi emas dan menggelar jambore entrepreneur remaja masjid se-ASEAN pada Juli 2012 di Medan yang diikuti 4.000 peserta.

Oesman menambahkan, untuk mewujudkan kemandirian di bidang pangan, harus punya 5S, yakni strategi, struktur organisasi yang baik, skill (keahilan), sistem, dan speed (kecepatan).
Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN