Buruh Kepung Jakarta
Parluhutan Gultom | Rabu, 01 Mei 2013 - 14:40 WIB
: 414


(SH/Edy Wahyudi)
Ratusan buruh memenuhi ruas Jalan MH Thamrin-Jalan Jenderal Sudirman menuju Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Buruh menolak penangguhan UMP.

JAKARTA – Ratusan ribu buruh turun ke jalan, Rabu (1/5) ini, memperingati perayaan hari buruh internasional. Aksi digelar serentak di sejumlah kota di Indonesia, dari Medan hingga Surabaya. Di Jakarta, aksi unjuk rasa yang dilakukan para buruh nyaris membuat Ibu Kota lumpuh.

Ribuan buruh di Tangerang menduduki pintu belakang (M1) Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan kantor Pemkot Tangerang. Ini membuat Kepolisian Metropolitan Tangerang merasa perlu menetapkan status siaga satu sejak pukul 00.00 WIB tadi.

"Kami siagakan lebih dari 1.000 pasukan gabungan polisi, Brimob, dan TNI untuk mengamankan jalannya perayaan 'May Day'," ungkap Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Metropolitan Tangerang AKBP Fahrudin Roji.

Mengantisipasi situasi ini, PT Angkasa Pura II (Persero) mengimbau kepada seluruh pengguna jasa bandara, khususnya penumpang pesawat, agar mulai Rabu pukul 08.00 hingga pukul 17.00 tidak memasuki wilayah Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, melalui pintu M1-Tangerang. Manajer Humas PT Angkasa Pura II Kristanto mengatakan, imbauan ini perlu diperhatikan oleh penumpang agar tidak terjebak oleh kemacetan akibat aksi buruh yang akan menduduki bandara.

"Kondisi di lapangan pagi ini masih lancar, karena kami siagakan aparat pengamanan full team. Kami mengerahkan aparat gabungan TNI dan Polri total sekitar 2.420 orang yang akan bersiaga di lapangan," katanya, Rabu.

Disebutkan, AP II bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk pengamanan Bandara Soekarno-Hatta dengan menurunkan personel TNI 460 orang, bantuan polisi 420 orang, Brimob Jateng 600 orang, Brimob 240 orang, Brimob Polda 80 orang, Sabhara Polda 200 orang, Polsek Benda-Tangerang 120 orang, dan Polresta Tangerang 300 orang.

Sementara itu dari Bekasi, hingga berita ini diturunkan, sudah sekitar 15.000 buruh dari berbagai serikat pekerja bergerak menuju Jakarta. Mereka akan bergabung dengan buruh lainnya dari wilayah Jabodetabek terkait peringatan hari buruh. Dari kawasan industri Mega Manunggal (MM-2100) Cibitung Kabupaten Bekasi, para buruh tersebut menggunakan 175 bus besar, 28 mikrobus, 40 mobil kecil, dan sekitar 500 sepeda motor.

Sementara itu di tujuh kawasan industri yang ada di Kabupaten Bekasi, buruh konvoi menggunakan sepeda motor. Mereka berkeliling kawasan, namun tidak ada sweeping ke pabrik-pabrik seperti terjadi tahun lalu.

Ketua Bidang Komunikasi Federasi Pekerja Industri Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FKI- SPSI) Teguh Maianto mengatakan, ribuan buruh yang melakukan aksi demo pada peringatan May Day akan menuju kantor bupati dan DPRD Kabupaten Bekasi.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Bekasi Kabupaten Komisaris YS Muryono saat ditemui di kawasan industri MM 2100 Cibitung mengemukakan, pihaknya menerjunkan 2.076 personel Polri dan TNI untuk mengamankan aksi buruh. "Tidak ada konsentrasi massa buruh. Mereka hanya berkeliling dan konvoi. Di kawasan Jababeka siang ini akan dilakukan zikir bersama buruh," ungkapnya.

Di Pulogadung, ribuan buruh dari sekitar 370 perusahaan juga turun jalan. Sejak pukul 08.00 pagi mereka sudah mulai konvoi dengan menggunakan sepeda motor dan mobil boks dan berkeliling di dalam kawasan yang dikelola oleh PT Jakarta Industries Estate Pulogadung (JIEP) itu, sebelum bergabug dengan massa buruh di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta.

Dalam aksinya para buruh juga berorasi dan meneriakkan sejumlah tuntutan terkait kesejahteraan buruh, mulai dari penolakan penangguhan UMK dan UMP, penghapusan sistem outsourcing, dan permintaan jaminan kesehatan.

Ribuan buruh Kota Depok juga melakukan konvoi menggunakan kendaraan roda dua dan empat menuju Jakarta. Ribuan buruh dikawal aparat kepolisian. Tidak terlihat aksi sweeping di pabrik atau perusahaan. Sejumlah pabrik memilih meliburkan karyawannya.

Di Jakarta, ribuan buruh dari Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) telah memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Mereka berencana mengepung Istana Negara dan mendatangi gedung DPR serta kantor enam kementerian.

Massa buruh menilai pemerintah saat ini gagal dan tidak serius mengelola negeri dalam mewujudkan kesejahteraan buruh dan rakyat. Ketua MPBI Said Iqbal menilai hingga saat ini buruh dan rakyat masih banyak yang hidup dalam kemiskinan dan keterbatasan.

Di Lampung, ratusan buruh dari berbagai perusahaan di Provinsi Lampung menggelar unjuk rasa di Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, sebelum kemudian menuju kantor gubernur di Telukbetung. Juru bicara Gerakan Rakyat Lampung, Deni Kurniawan, mengatakan mereka akan menggelar dialog dengan Pemprov Lampung terkait PHK sepihak di Nestle dan Miwon.

Buruh Rumah Sakit

Sementara itu sekitar 500 pegawai Rumah Sakit Sumber Waras di Grogol, Jakarta, yang terdiri dari dokter, suster, petugas keamanan, dan karyawan kebersihan, Rabu ini juga melakukan unjuk rasa menuntut upah layak. Aksi yang digelar di Jalan Kiai Tapa tersebut kontan membuat arus lalu lintas menuju Jalan Daan Mogot tersendat.

Sri Rahayu, petugas keamanan rumah sakit, mengatakan upah yang ia dan rekan-rekannya terima masih jauh dari harapan. Pada Desember 2011, ia hanya menerima upah Rp 750.000 per bulan. Namun, ketika para pegawai demo pertengahan 2012, rumah sakit menaikkan gaji Rp 200.000.

"Tetapi pada Januari 2013 saat gubernur menaikkan UMP DKI Rp 2,2 juta, pihak rumah sakit hanya menaikkan Rp 200.000. Jadi total gaji saya masih jauh di bawah UMP," katanya.

Rahayu mengatakan, aski demo elemen pekerja RS Sumber Waras akan berlanjut ke Bundaran Hotel Indonesia. Ratusan buruh rumah sakit menunggu rombongan demonstran buruh dari Tangerang hingga pukul 10.00.

Rosna, perawat RS Sumber Waras, mengatakan, selama 20 tahun bekerja gaji pokok tertinggi yang dia terima hanya Rp 1,2 juta. Sementara itu gaji dokter di RS tersebut hanya Rp 1,3 juta. Ia berharap, dengan aksi demo kali ini gubernur DKI Joko Widodo dapat mendengar keluhan para pekerja di rumah sakit. Terlebih pelayanan dan jam kerja rumah sakit bertambah akibat membeludaknya pasien Kartu Jakarta Sehat (KJS).

"Biar Pak Jokowi tahu, kita di sini kerja udah sangat kesusahan. Gaji kecil tapi melayani banyak orang," ungkapnya.

Secara terpisah, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Kesejahteraan Rakyat Siti Fadilah Supari menegaskan buruh berhak mendapatkan Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

Artinya negara menjamin kesehatan buruh tanpa memotong upah buruh. "Buruh seharusnya masuk dalam daftar Penerima Bantuan Tunai (PBI) karena termasuk dalam lapisan masyarakat yang harus mendapatkan Jamkesmas," ungkapnya, Rabu.

Menurut Siti, kenaikan upah minimum untuk kesejahteraan buruh wajar dan tidak berlebihan. Buruh berhak hidup bermartabat. "Itu pun buruh harus ngirit karena harga-harga akan naik. Mestinya pengusaha rela menaikkan upah buruhnya. Memang sesaat akan mengurangi keuntungan pengusaha," jelasnya.

Menurutnya, apabila buruh mendapatkan Jamkesmas dan kenaikan upah maka buruh dapat bekerja lebih baik dan produksi akan meningkat. (Ellen Piri/CR-36/Robino Hutapea/Syafnijal Datuk Sinaro/Dany Putra/Jonder Sihotang/Web Warouw)

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 24 April 2014 00:00:00 WIB

Sabun Berbahan ASI Laris di Tiongkok

, 24 April 2014 00:00:00 WIB

Sharon Stone Dilaporkan Stroke