Penyanyi White Soul Itu Berpulang
Albertina S.C. | Senin, 21 Mei 2012 - 11:06 WIB
: 170


(telegraph.co.uk/)
Robin Gibb wafat di usia 62 tahun setelah perjuangan panjang melawan kanker.

LONDON – Pertempuran Robin Gibb melawan kanker berakhir sudah. Salah satu anggota terakhir dari grup pop keluarga Bee Gees ini melepaskan napas terakhir di sebuah rumah sakit di Chelsea, barat London, Inggris, Minggu (20/5).  

Istri Robin, Dwina, saudaranya Barry, 65, putrinya Melissa, 39, Spencer, 37, dan Robin-John, 29, dilaporkan menemani Robin selama sakit. Mengutip The Sun, Dwina mengatakan Barry bahkan telah bernyanyi untuk membangunkan saudaranya dari koma.

"Keluarga Robin Gibb, dari Bee Gees, mengumumkan dengan duka yang mendalam bahwa Robin meninggal hari ini setelah pertempuran panjang melawan kanker dan bedah usus," kata perwakilan keluarga dalam sebuah pernyataan. "Keluarga meminta privasi mereka dihormati di saat berkabung ini,” seperti dinukil dari laman People.
 
Bersama kembarannya, Maurice, dan saudaranya, Barry, Robin membentuk Bee Gees yang merupakan singkatan dari Brothers Gibb pada 1958. Lagu-lagu mereka menjadi hit selama beberapa dekade, termasuk Stayin' Alive yang meledak setelah jadi soundtrack film Saturday Night Fever dengan bintang John Travolta pada 1977--meraih 15 platinum karena penjualannya waktu itu.

Setelah itu, Bee Gees yang telah eksis beberapa dekade sebelumnya berganti format. Vokal falsetto Barry kemudian menggantikan suara vibrato Robin yang menjadi lead vokal dalam hit-hit awal Bee Gees. Sebagai penyanyi dan penulis lagu, Robin bersama Maurice dan Barry telah menjual lebih dari 200 juta kopi, termasuk How Can You Mend A Broken Heart, How Deep Is Your Love, Massachusetts, Night Fever, Too Much Heaven, dan hit country Rest Your Love On Me.

Setelah sukses pertama di akhir 1960 dan dijuluki The Beatles Australia karena keluarga Gibb beremigrasi dari Down Under, Inggris–Robin memisahkan diri dari saudara-saudaranya untuk bersolo karier. Lagunya Saved By The Bell terjual satu juta kopi di Inggris, namun kemudian kembali lagi bersama Bee Gees.
 


Pada 1968, Robin menikahi Molly Hullis, sekretaris manajernya Robert Stigwood. Mereka dikaruniai dua anak sebelum bercerai pada 1980 setelah bertahun-tahun hidup terpisah.

Meskipun sukses, keluarga Gibb juga tidak lepas dari tragedi. Pada 1988, Andy Gibb bunuh diri pada usia 30 tahun. Saat ini, hanya Barry yang tersisa dari klan penyanyi itu.

Robin dilarikan ke rumah sakit pada Oktober 2011 karena radang usus. Kala itu, Dwina--ibu dari Robin-John atau RJ, mengatakan "sangat khawatir" tentang kesehatan suaminya. Apalagi, keluarga Gibb memiliki riwayat masalah pencernaan. Maurice, kembaran Robin, meninggal dunia karena komplikasi usus pada 2003.

Peraih Songwriting Hall of Famer ini meninggalkan rumah sakit empat hari kemudian. Pada pertengahan April 2012, dia koma setelah terserang pneumonia, namun bertahan dan sadar kembali lebih dari seminggu kemudian.

Hingga akhir hidupnya, Robin masih bermusik dan merampungkan album berkonsep klasik The Requiem For Titanic bersama anaknya RJ. Dia hadir dalam peluncuran perdana single di London 10 April 2012 walau sakit parah.

"Banyak lagu requiem yang ditulis ayah di atas tempat tidur rumah sakit karena dia didiagnosa (pneumonia) saat kami tengah menciptakan proyek konser itu," ungkap RJ kepada Reuters.

Robin telah memberi banyak dalam industri musik. Dia juga telah mengambil peran penting dalam menjaga hak-hak komposer sebagai Presiden CISAC, Konfederasi Internasional Masyarakat Penulis dan Penggubah Lagu.
 
Penyiar Paul Gambaccini menyebut Robin "berbakat melebih pemahamannya sendiri.” Dia mengatakan pula, “Robin adalah salah satu penyanyi soul kulit putih terbaik dunia,” mengutip situs News Core.

Selamat jalan Robin Gibb.
Sumber : Sinar

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 24 April 2014 00:00:00 WIB

KPU Papua Baru Terima Rekapitulasi Dua Kabupaten

, 00 0000 00:00:00 WIB