Sampah Plastik Bernilai Ekonomi Tinggi
CR-29 | Selasa, 22 Mei 2012 - 13:50 WIB
: 11497


(dok/antara)
Berbisnis sampah plastik tidak membutuhkan modal terlalu besar, persaingan pun tidak terlalu ketat.

Bagi sebagian besar orang, sampah merupakan sesuatu yang mesti dijauhi. Karena itu, mereka tidak berpikir bahwa sampah bisa menghasilkan uang. Namun, dalam benak seorang wirausaha, sampah merupakan gunung emas.

Di tangan orang yang kreatif seperti Mohammad Baedowy, sampah plastik yang tidak bisa terurai dalam tanah dapat disulap menjadi barang yang mempunyai ekonomi sangat tinggi. Bahkan, mampu menciptakan lapangan kerja dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

Alasan lulusan Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Merdeka Malang ini menggeluti sampah plastik, sederhana saja. Kisahnya dimulai sejak delapan tahun silam saat Baedowy masih berkutat dengan kesibukannya sebagai auditor di sebuah bank asing di Jakarta.

Kala itu tidak sedikit karyawan bank dihinggapi kecemasan lantaran bank mereka terpuruk, dilikuidasi, atau merger dengan bank lain sebagai dampak krisis moneter 1998.

“Saat itu saya melihat banyak teman yang ketar-ketir menunggu nasib. Saya berpikir, daripada ikut susah, lebih baik berhenti duluan. Saya lantas mengundurkan diri dari perusahaan,” tutur Baedowy, kepada SH, di Jakarta, Senin (14/5) sore.

Berhenti bekerja di bank, Baedowy lalu mendalami pekerjaan sampingan sebagai manajer keuangan pada sebuah perusahaan batik yang memiliki pabrik di Pekalongan, Jawa Tengah. Selain mengurus dan menata keuangan pabrik, ia juga bertugas mengatur kegiatan pameran produksi batiknya.

Roda kehidupan putra pertama pasangan Supomo dan Zubaidah ini lantas berbalik 180 derajat setelah bertemu dengan seorang pejabat bank yang menawarinya berkongsi bisnis sampah.

“Kerja sama kami hanya berjalan setengah tahun. Ternyata, kami sama-sama belum ahli berbisnis sampah. Tetapi, lantaran saya merasa sudah telanjur, kepalang basah, saya memutuskan untuk mencoba sendiri,” ujar lelaki kelahiran Balikpapan, 43 tahun silam, ini.

Di benak Baedowy, berbisnis sampah plastik tidak membutuhkan modal terlalu besar. Persaingan pun tidak terlalu ketat dan bisnis sampah tidak dihantui risiko besar. Kalau tidak laku, barang produksinya bisa disimpan lagi.

Dengan modal awal Rp 50 juta, Baedowy mendirikan pabrik penggilingan plastik yang dinamainya Fatahillah Interplastik. Produksinya pun tidaklah banyak. Hanya mengumpulkan dari para pemulung.
"Saya coba menampung barang-barang plastik dari para pemulung. Selain membantu mereka, kami juga coba bermitra dengan mereka agar mereka bisa produksi sendiri, supaya mereka mempunyai nilai tambah dan ekonomi yang lebih besar," katanya.

Menurutnya, untuk meningkatkan taraf ekonomi para pemulung dapat dilakukan melalui pendekatan kegiatan sehari-hari mereka yaitu memunguti barang-barang bekas, di antaranya plastik. Selama ini mereka hanya memungut dan menjual hasilnya dengan harga yang sangat murah.

"Jika dengan kedekatan seperti ini, kita bisa bermitra dengan memberikan bantuan mesin dengan perjanjian hasil olahannya (hasil giling plastik) dikumpulkan untuk dijual ke kami dan tentunya dengan harga yang bagus," ujarnya.

Dia mengatakan, melakukan pendampingan kepada mereka sangat membutuhkan waktu banyak. Namun, dengan melihat hasil jangka panjang tentunya hasilnya akan maksimal.

"Saya sangat senang jika dalam waktu relatif cepat mereka mampu berjalan sendiri. Meskipun untuk kualitas perlu perbaikan. Namun dengan dimulai dari pemilahan yang ketat, hasilnya akan lebih maksimal," katanya.

Rintangan

Namun, berbisnis sampah ternyata memiliki tantangan sendiri. Persaingan antarsesama pengusaha limbah plastik ternyata sangat ketat dan keras. Karena sebelumnya tak punya pengetahuan tentang sampah plastik dan minim peta perdagangan, tidak jarang Baedowy harus pulang dengan modal nyaris habis.

Kendala lain, satu-satunya mesin pemotong (crusher) plastik di pabrik Baedowy kerap ngadat sehingga produksinya terganggu. Situasi ini dialami Baedowy selama lebih dari dua tahun.

“Sambil jalan, saya belajar betulin mesin itu. Saya bongkar, kemudian pasang lagi. Pokoknya sampai hafal betul isi perut mesin itu,” ujar Baedowy.

Gelas plastik air mineral, misalnya, memiliki kode PP, singkatan dari polypropylene, sementara botol air mineral atau botol jus memiliki kode PET (polyethylene tereththalate). Berbeda jenis limbah plastik, berbeda pula harganya di pasaran.

Ekspansi Usaha

Sambil menjalankan usahanya itu, Baedowy rajin mengunjungi pameran industri, terutama yang berkaitan dengan mesin pengolah plastik. Brosur-brosur tentang mesin pengolah plastik dikumpulkannya. Sampai di kantor atau di rumah, Baedowy lantas menggambar ulang dan mempelajari cara kerja mesin tersebut.

Kini, ia tidak hanya mampu berbisnis daur ulang limbah plastik. Melalui perusahaannya, CV Majestic Buana Group, di Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Baedowy juga membuat mesin-mesin pengolah limbah plastik, antara lain mesin penghasil pelet plastik, mesin crusher penghasil pencacah plastik, dan mesin pengolah lainnya.

Mesin-mesin itu ia jual kepada mitra, istilah Baedowy kepada relasi bisnisnya yang sama-sama mengolah limbah plastik. Ia juga diminta membangun mesin atas pesanan instansi pemerintah. Dua di antaranya dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Atas dedikasinya terhadap pengembangan usaha daur ulangnya, pemilik nama lengkap Mohammad Baedowy dinobatkan sebagai Wira UKM (Usaha Kecil Menengah) Terbaik Dji Sam Soe Award 2008-2009 di Jakarta.

Namun, dengan penobatan dan berbagai penghargaan yang dimilikinya, tak membuat dirinya berbesar hati. Justru, semuanya itu membuatnya semakin kreatif dan terus mengembangkan usaha. Ke depan, bukan hanya pencacah plastik dan mesinnya, impiannya berbagai produk hasil olahan plastik daur ulang bakal meramaikan pasaran Indonesia.

"Contohnya, kita akan produksi untuk semua kebutuhan tingkat rumah tangga mulai dari sedotan, sapi, dan produk plastik keperluan rumah tangga lainnya," ujarnya.

Tak hanya pembuatan produk, ke depan ia akan terus menekankan pada pemasaran hasil produksi, baik melalui penjualan gerai sendiri maupun penjualan langsung ke konsumen.

"Kita akan tekankan untuk produksi hingga hilirisasi plus pemasaran produk. Dengan begitu, nilai ekonomis dari hasil daur ulang plastik ini dapat dimaksimalkan. Langkah tersebut bukanlah janji, namun kewajiban kita untuk memberikan yang terbaik bagi diri kita, keluarga dan orang lain," tuturnya.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



17 Komentar :

ADE RISWANTO
31 Mei 2012 - 10:09:42 WIB

SAYA SANGAT TERTARIK BERBISNIS LIMBAH PLASTIK, MOHON DIKIRIMKAN HARGA HARGA MESIN PENGOLAH LIMBAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKU
supriyatna
03 Juni 2012 - 10:24:15 WIB

terimakasih sebelumnya. sy sngt tertarik usaha spt ini yang saya tanyakan kemana dan kepada siapa hasil produksi bisa terjual
muiz
13 Juli 2012 - 14:14:00 WIB

saya tertarik dengan udaha daur ulang plastik,berapa harga mesin pelet dan mesin crusher nya,apakah bahan bakunya bisa dibantu,terimakasih atas bantuannya
deden
19 Juli 2012 - 09:38:59 WIB

ada info menarik bagi para pemerhati lingkungan, yg prihatin thd problema plastik yg tidak bisa didaur ulang (kantong kresek, dan plastik lainnya yg biasanya tidak diambil oleh pemulung). yaitu dgn adanya alat pengolah plastik yg ramah lingkungan dan sisa olahannya bisa dimanfaatkan menjadi bahan cetakan (misalnya blok bata, dan bahan kerajinan). info selengkapnya di http://mesinsampahplastik.wordpress.com
purwanto
11 Agustus 2012 - 22:41:21 WIB

saya tertarik dg bisnis ini brp sih modal awal n ?
Nur Kholifah
05 Oktober 2012 - 08:02:02 WIB

ass...
sebelumnya saya mau tanya apakah p.baedowy ini yang jadi bintang tamu di indonesia bicara kira2 3minggu yang lalu???saya tertarik dengan usaha daur ulang plastik ini,langkah awal apa yang hrus saya lakukan untuk mencoba memulai usaha ini dan berapa modal awal yang dibutuhkan???
mohon informasinya,..trims
wass...
Tri
26 Oktober 2012 - 13:17:31 WIB

saya Sekum Serikat Pekerja, ingin mencari informasi berkaitan dengan limbah, diantaranya :
- berapa harga unit penghancur Limbah Plastik
- Berapa harga beli (nilai jual kalau di sisi kami), untuk permasing2 jenis limbah, seperti halnya : Karung Plastik pupuk, Botol Plastik, Gelas minum plastik, tas kresek ?
- lokasi kami ada di Kaltim, apakah masih memungkinkan untuk mengirimnya ke daerah Bekasi ?
- apakah ada contact person perwakilannya yang di Kaltim ?
kami tunggu informasinya, semoga Serikat Pekerja kami dapat membantu menghijaukan bumi ini, sekaligus sebagai Serikat Pekerja yang tidak selalu merongrong Perusahaan.
terima kasih atas perhatian dan bantuannya.
YOSFI
27 November 2013 - 10:40:34 WIB

SAYA SANGAT TERTARIK BERBISNIS LIMBAH PLASTIK, MOHON DIKIRIMKAN HARGA HARGA MESIN PENGOLAH LIMBAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKU DAN BAGAIMANA CARA PEMASARANNYA?
TERIMA KASAIH
Eny Mangallo
25 Januari 2013 - 20:37:35 WIB

saya sangatb tertarik dengan bisnis ini.. karna di daerah sy byak limbah gelas dan botol air mineral krn itu kami pingin tahu berapa harga alat pencacah limbah, berapa harga jualnya dan di siapa penadahnya ( alamatnya )
tina
10 Juni 2013 - 17:18:16 WIB

selamat sore,pak.
saya sangat ingin belajar memulai usaha ini, bagaimana cara memulai usaha pabrik plastik?
berapa modal yang dibutuhkan?
hasil akhirnya itu berupa plastik kresek kah?
mesin jenis apakah yang diperlukan untuk memproduksi plastik?

bagaimana dengan luas lahan yang dibutuhkan untuk produksi plastik?
thank you atas bantuan bapak,mohon bimbingan dari anda.thank you

siswoyo
26 Agustus 2013 - 15:37:40 WIB

saya punya niat ingin memulai bisnis ini,mohon penjelasannya berapa harga jualnya dan di mana tempatnya?
H sugianto
01 September 2013 - 00:09:41 WIB

Saya punya keinginan memulai usaha ini, ada no kontak yg bs dihubungi pak? Saya mohon bimbinganya!
sukaenah
05 November 2013 - 13:05:50 WIB

saya sangat tertarik dengan pengelolahan limbah plastik...yg ingin tau dimana aku bs pesen mesin tersebut dan berapa harga......nya.... mohon bantuan bapak.thank you
BALQIS
16 Oktober 2013 - 10:27:58 WIB

kami klompok pemulung dan tukang sampah di mataram NTB, mungkinkah kami dapat di bina dan di bantu,mengingat kami klompok masyrkt tak mampu tapi ingin maju dan belajar aga bisa seperti bapak trimakasih.
giat
19 Januari 2014 - 21:44:37 WIB

bisakah plastik daun /kresek didaur ulang ? berapa harganya ? kami di bengkulu
Kartolo
03 Februari 2014 - 19:30:32 WIB

sangat tertarik dgn.usaha limbah plastik,kalau tdk. keberatan saya ingin menimba ilmu kpd Bpk.Muhammad Boedowy,mohon dgn.sangat lagi hormat saya minta alamat Bpk.Terima kasih.
Putri
03 Februari 2014 - 19:44:56 WIB

Saya sangat tertarik dengan usaha daur ulang plastik ini, karena di lingkungan sekitar saya sangat banyak limbah plastik yang terbuang dan kami tidak tahu bagaimana cara mengolahnya. Berapa modal yang harus dikeluarkan, saya ingin belajar dari bapak Boedowy dimanakan alamat bapak? Terimakasih
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 16 April 2014 00:00:00 WIB

Miley Cyrus “Patah Hati”, Konser Dibatalkan

, 16 April 2014 00:00:00 WIB

Berakhir, Program Perdamaian World Bank di Aceh