Tarif Angkutan Penyeberangan Naik hingga 20 Persen
Ellen Piri | Rabu, 26 Juni 2013 - 13:17 WIB
: 1815


(SH/Junaidi Hanafiah)
Pekerja menaikkan sepeda motor ke kapal nelayan yang melayani penyeberangan Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, menuju Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (25/6).
Regulator menilai kenaikan tarif rata-rata 15 persen sudah cukup pas saat ini.

JAKARTA - PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry akhirnya melakukan penyesuaian tarif angkutan penyeberangan dengan kisaran bervariasi 5-20 persen terhadap penumpang maupun angkutan dan barang.

Hal ini menyusul penetapan kenaikan tarif angkutan oleh pemerintah termasuk penyeberangan sebesar 15 persen.

Kendati demikian, dari penetapan kenaikan tarif 15 persen, pemerintah mengizinkan operator menaikkan tarif dengan ketentuan batas atas 30 persen dan batas bawah 20 persen pada saat tertentu, khususnya saat angkutan Lebaran berlangsung.

Direktur Operasi PT ASDP Indonesia Ferry Prasetyo mengungkapkan, terhitung Selasa (25/6) pukul 00.00 pihaknya resmi menaikkan tarif penyeberangan dengan kisaran 5-20 persen.

Tarif baru tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No 63 Tahun 2013 tentang Tarif Angkutan Penyeberangan Lintas Antarprovinsi dan Keputusan Direksi PT ASDP Indonesia Ferry No 141/OP.404/ASDP-2013 tentang Tarif Pelayanan Jasa Pelabuhan Lintas Antarprovinsi dan Keputusan Direksi PT ASDP Indonesia Ferry No 142/OP.404/ASDP-2013 tentang Tarif Tiket Terpadu Lintas Antarprovinsi.

"Untuk kapal roro, tiket penumpang dewasa menjadi Rp 13.000 atau naik Rp 1.500 (13 persen) dibandingkan sebelumnya Rp 11.500. Untuk anak-anak menjadi Rp 8.000 atau naik Rp 1.000 (14 persen). Untuk kendaraan golongan I menjadi Rp 21.000 naik Rp 1.000 (5 persen), dibandingkan sebelumnya Rp 20.000," kata Prasetyo, di Jakarta, Selasa (25/6).

Untuk kendaraan golongan II menjadi Rp 39.000 atau naik Rp 6.500 (20 persen) dari sebelumnya Rp 32.500, untuk kendaraan golongan III-VIII baik penumpang maupun barang rata-rata naik 18 persen dari tarif sebelumnya.

Untuk kendaraan golongan IX menjadi Rp 2.835.000 atau naik Rp 485.000 (20,6 persen) dari sebelumnya Rp 2.350.000.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, angka penyesuaian tarif dasar sebesar 15 persen cukup sesuai dengan kenaikan harga BBM sebesar 44,4 persen untuk jenis Premium dan 22,2 persen untuk solar.

Regulator menilai kenaikan tarif rata-rata 15 persen sudah cukup pas saat ini, sehingga tetap bisa terjangkau masyarakat. Menurutnya, jika ada pihak yang menerapkan penyesuaian tarif hingga lebih dari 15 persen, pemerintah akan segera memberikan sanksi.

"Sanksinya pertama-tama teguran dulu. Pengawasan dilakukan dinas-dinas perhubungan daerah, untuk mengawasi jangan sampai ada yang lebih (menaikkan tarif lebih tinggi dari batas maksimal-red)," ujarnya.

Sementara itu, pelaku usaha kapal penyeberangan mengusulkan kepada pemerintah agar menaikkan tarif penyeberangan minimal 20 persen menyusul penaikan harga bahan bakar minyak subsidi jenis solar dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.500.

Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai dan Penyeberangan (Gapasdap) Bambang Harjo menjelaskan, usulan kenaikan 20 persen tersebut karena tarif penyeberangan belum dinaikkan dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami minta minimal 20 persen dan itu hanya karena kenaikan solar. Kalau untuk mengejar ketertinggalan tarif selama ini yang tidak pernah naik, seharusnya 45 persen,” ujarnya.

Apalagi, katanya, tanpa memperhitungkan kenaikan bahan bakar minyak jenis solar, pihaknya telah mengkaji kenaikan tarif kapal penyeberangan mencapai 45 persen. Ini karena beberapa tahun belakangan tarif kapal penyeberangan tidak naik.

Kenaikan tarif tersebut, menurutnya, terjadi pada jalur penyeberangan pada lintas komersial strategis seperti Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Bajoe-Kolaka, Sape-Labuan Bajo dan Palembang-Muntok.

"Dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi menyebabkan ketertinggalan tersebut semakin besar," katanya.

Bambang menjelaskan pihaknya mengajukan kenaikan tarif 20 persen dan kenaikan tahap berikutnya dilakukan secara bertahap sebanyak 2-3 kali sehingga dapat menutup biaya operasional yang selama ini terus meningkat.

General Manager (GM) PT Angkutan Sungai Danau ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Supriyanto mengatakan, penyesuaian atau kenaikan tarif ini berdasarkan keputusan Menteri Perhubungan Permenhub No 63 Tahun 2013.

"Terkait kenaikan tarif ini, sudah dilakukan rapat tertutup dengan Gapasdap dan Jasa Raharja," kata Supriyanto.

Menurutnya, untuk mengantisipasi gejolak yang mungkin ditimbulkan akibat kenaikan tarif tersebut, pihak ASDP sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian. "Untuk mengantisipasi hal yang tidak kita inginkan, kita sudah bekerja sama dengan Polres Cilegon untuk pengamanan," ujarnya.

Ketua Gapasdap Merak, Togar Napitupulu, mengatakan belum mengetahui perihal kenaikan tarif penyeberangan di Pelabuhan Merak. Dia enggan berkomentar banyak terkait kenaikan tarif yang mencapai 20,64 persen tersebut. "Saya belum tahu, saya sedang berada di Tanjung Priok, " Togar menegaskan.

Sementara itu, dari Semarang dilaporkan, tarif angkutan kota dalam provinsi (AKDP) di Jawa Tengah naik 15 persen. Keputusan pemberlakuan tarif baru sebagai dampak kenaikan harga BBM itu resmi diberlakukan sejak Rabu (26/6) ini.

Tarif yang baru itu resmi diberlakukan setelah diterbitkannya Peraturan Gubernur (Pergub) Jateng No 34/2013 tentang Tarif Batas Atas dan Bawah Angkutan Penumpang. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jateng, Urip Sihabudin menjelaskan, gubernur sudah menandatangani keputusannya dan telah dikirim ke Organda dan seluruh kabupaten/kota di Jateng.(Iman Nur Rosyadi/SU Herdjoko)

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 21 April 2014 00:00:00 WIB

Tujuh Hal Yang Perlu Diketahui tentang Kanker

, 21 April 2014 00:00:00 WIB

Tiongkok Hapus Ratusan Situs Porno dan Akun Media Sosial