Dewan Tuding PLN Gagal Kelola Listrik di Riau
Uparlin Maharadja | Jumat, 19 Juli 2013 - 10:35 WIB
: 239


(Foto/Antara)
PEMADAMAN-Warga melakukan shalat Isya berjamaah dengan menggunakan lilin, di masjid Lubuk Buaya, Padang, Sumbar, beberapa waktu lalu. Kini, warga Riau juga mengeluhkan kerapnya pemadaman listrik yang
Diusulkan, jika pemadaman melebihi empat jam, PLN didenda, kompensasi bagi pelanggan.

PEKANBARU – Pada bulan puasa ini, beberapa kali terjadi pemadaman listrik di Riau. Padahal, sebelumnya Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) sudah berjanji tidak akan terjadi pemadamam listrik selama bulan Ramadan. PLN yakin karena akan ada PLTU di Tenanraya berkapasitas 100 MW, namun kenyataannya perusahaan milik negara ini terkesan gagal mengelola listrik di Riau. Hal ini ditegaskan anggota Komisi C DPRD Riau, Novialdi Yusman, Kamis malam (18/7).

Menurutnya, pejabat PLN di Riau hanya bisa berkilah dan sibuk membangun pencitraan. Bahkan, menurutnya kondisi kebutuhan listrik di Riau saat ini sama dengan kondisi listrik tahun 2008 silam.

“Sebagai contoh, pemadaman di daerah Rumbai mulai terjadi pukul 15.00-22.00 WIB. Pihak PLN mengatakan karena ada layang-layang. Keesokan harinya listrik mati lagi, PLN mengkambinghitamkan isolator yang retak sampai gardu induk. Rasanya alasan ini tak masuk akal,” ujarnya, kepada SH.

Ia mengatakan, dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Riau, dijelaskan pemadaman listrik terjadi karena pasokan berkurang akibat debit air yang berkurang. Dalam rapat yang sama kemudian dijelaskan lagi, bahwa pemadaman terjadi akibat hujan dan turbin tak bisa beroperasi. Jika air dilepas, permukiman akan terendam.

Nah pertanyaannya, musim apakah yang diinginkan PLN? Tidak hanya itu, dipilihnya kontraktor pembangkit di Riau tak mampu menyelesaikan pembangkit tepat waktu. Pasokan 100 MW, baru isapan jempol,” katanya.

Ia mengusulkan,  jika pemadaman listrik melebihi empat jam, PLN dikenakan denda dengan memberikan kompensasi bagi pelanggan atau konsumen. Namun, hal itu ditolak General Manager PLN WRKR, Doddy Pangaribuan. “Jangan lagi pejabat PLN membuat janji-janji manis. Hentikan pencitraan,” tegasnya.

Bahkan, sepemantauan SH ,saat sidang kasus PON XVIII berlangsung di Pengadilan Negeri Pekanbaru, listrik juga mati. Akibatnya, sidang ditunda beberapa jam. “Di sini kerap terjadi mati listrik. Itu nggak aneh bang,” ujar Doddy, petugas pengadilan.

Sebaliknya, menanggapi tudingan beberapa pejabat PLN Riau tidak konsisten menanggapi pemadaman listrik, General Manager PLN WRKR Doddy Pangaribuan, melalui pesan singkat yang dikirim kepada SH, Kamis malam mengakui adanya pemadaman listrik bergilir. Sementara,  Kepala Humas dan SDM PLN Riau WRKR Suhatman, dengan tegas menolak tidak adanya pemadaman listrik.

“Terjadinya pemadaman ini akibat adanya kerusakan pembangkit listrik ombilin. Setelah Ombilin beroperasi bisa meminimalisasi pemadaman. Di sisi lain, PLTA Koto Panjang, Maninjau, dan Singkarak ternyata terus menurun akibat kemarau. Akibat itulah, kami atur pemadaman bergilir,” ujarnya.

Suhatman secara jujur mengakui tidak ada jaminan tak ada pemadaman listrik. Empat hari sebelum puasa pihaknya telah menginventaris semua pembangkit listrik tak ada masalah. “Rupanya, yang bermasalah adalah PLTA Ombilin yang devisit 130 MW, PLTG Pauh Limo devisit 180 MW, dan PLTA Teluk Lembu juga terganggu,” jelasnya. 

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN