Pengganti Uskup Samarinda Wewenang Vatikan
Aju | Sabtu, 20 Juli 2013 - 12:04 WIB
: 1194


(Dok/indonesia.ucanews.com)
Uskup Florentius Sului Hajang.
Vikaris jenderal otomatis bertugas mengatur Keuskupan Agung Samarinda menunggu keputusan Vatikan.

PONTIANAK - Vatikan melalui hak prerogatif memiliki kewenangan penuh menunjuk salah satu imam Katolik yang dinilai cakap sebagai pengganti Uskup Agung Samarinda, Kalimantan Timur, Mgr Florentius Sului Hajang (64 tahun). Uskup Sului meninggal dunia karena serangan penyakit jantung di Jakarta, Kamis (18/7) malam.

Kepada SH, Sabtu (20/7), Uskup Agung Pontianak Mgr Herculanus Hieronymus Bumbun OFM Cap mengatakan, penggantinya tidak mesti dari kalangan imam di wilayah Keuskupan Agung Samarinda. Dia menambahkan, imam yang sekarang menjabat Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Samarinda secara otomatis bertugas sebagai pelaksana harian untuk menjalankan roda kegiatan Keuskupan Agung Samarinda, sampai ditetapkan uskup baru secara definitive oleh Vatikan.

Vatikan, menurut Bumbun, akan memilih salah satu imam di Indonesia yang dinilai sesuai ketentuan kanonik, memiliki kehidupan rohani yang dalam, usia menimal 35 tahun, sekurang-kurangnya berprofesi sebagai imam selama lima tahun. Syarat lain adalah memiliki latar belakang pendidikan doktor atau sekurang-kurangnya ahli Kitab Suci, teologi, dan hukum kanonik.

“Prosesnya bisa bertahun-tahun. Tapi, seorang Uskup Agung, sesuai kewenanganya di dalam hukum kanonik, melalui surat yang dinamakan terna, tiap lima tahun sekali secara reguler mengirimkan lima nama imam yang dinilai cakap untuk menjadi uskup di dalam wilayah kolegialnya,” ujar Bumbun.

Pengganti Uskup Sului, kata Bumbun, bisa saja dari nama-nama yang pernah diusulkan sebelumnya tiap lima tahun sekali ke Vatikan melalui surat yang namanya terna. Tapi, ini sifatnya tidak mutlak. Penunjukan uskup sepenuhnya kewenangan Paus sebagai
Kepala Gereja Katolik Roma di Vatikan.

Keuskupan Agung Samarinda mencakup wilayah pelayanan kolegial Keuskupan Sufragan Palangkaraya di Provinsi Kalimantan Tengah, Keuskupan Sufragan Tanjungselor di Provinsi Kalimantan Utara, dan Keuskupan Sufragan Banjarmasin, Kaltim. Wilayah pelayanan Gerejani Keuskupan Agung Samarinda sekarang meliputi seluruh wilayah Kaltim.

Sedangkan Keuskupan Agung Pontianak, Kalbar, mencakup wilayah pelayanan kolegial Keuskupan Sufragan Ketapang yang wilayahnya mencakup Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara,  Keuskupan Sufragan Sanggau mencakup wilayah Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau, Keuskupan Sufragan Sintang mencakup wilayah Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi dan Kabupaten Kapuas Hulu.

Keuskupan Agung Pontianak sendiri  wilayah pelayanan gerejani Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Landak, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sambas.

Monsinyur Sului dilahirkan dari pasangan Petrus Hajang Hau dan Elisabet Pinaang Muwat dari Suku Dayak Kayaan, di Desa Tering Lama, Kecamatan Long Iram (Tering), Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Utara, 11 Desember 1948.

Sului ditabiskan menjadi imam pada 15 Februari 1976. Ditunjuk oleh Vatikan menjadi Uskup Agung Samarinda pada 26 Juli 1993 dan resmi dilantik pada 21 November 1993.

Sului adalah uskup ketiga di Keuskupan Agung Samarinda. Uskup pertama Mgr. Jacques Henri Romeijn, M.S.F, jadi uskup sejak 10 Juli 1955 hingga mengundurkan diri terhitung 11 Februari 1975. Kemudian, Mgr Michael Cornelis C. Coomans, M.S.F, sejak 30 November 1987 hingga wafat 6 Mei 1992.

Sebelum jadi uskup, Sului adalah Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Samarinda. Sului meninggal dunia ketika bertugas di Jakarta dan sekaligus menjalani operasi katarak di Rumah Sakit Medistra. Jenazah Uskup Agung Samarinda dipindahkan ke Rumah Duka RS Sint Carolus, sebelum diterbangkan ke Samarinda.
Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

 Peringati Hari Bumi, Aktivis Gelindingkan Bola Bumi di Jalan

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

Sekretaris KPU Bawa Pisau ke Rapat Pleno