Siswi SMK Diperkosa dan Dibunuh Keluarga Sendiri
Aju | Senin, 29 Juli 2013 - 11:37 WIB
: 6397


(Foto/Ist)
Korban perkosaan (Ilustrasi)
Karena korban menolak dan melawan, dua tersangka melakukan pembunuhan.

PONTIANAK- Penyidik Kepolisian Resort Pontianak, Polisi Daerah Kalimantan Barat, menetapkan dua tersangka pemerkosa dan pembunuh Harnoviah Fitriyani (15 tahun), siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1, Mempawah, Kabupaten Pontianak, Selasa petang,18 Desember 2012. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polisi Daerah Kalimantan Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Mukson Munandar kepada SH , Senin (29/7) menjelaskan, berdasarkan keterangan Kapolres Pontianak Ajun Komisaris Besar Polisi Hady Purwanto, tersangka berinisial Hr dan Ps.

Korban ditemukan dalam keadaan setengah telanjang, pakaian seragam sudah tidak utuh lagi. Tiga hari kemudian oleh Margareta Suryati (34 tahun), warga sekitar di rawa-rawa di Dusun Timur, RT 13/RW 04, Desa Bakau Laut Besar, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Pontianak, Kamis pagi, 20 Desember 2012. Korban ditemukan tewas oleh Margareta Suryati (34 tahun), salah satu warga.
          
Menurut Mukson, Hd merupakan paman korban dan Ps adalah sepupu korban. Dua pelaku merupakan karyawan salah satu perusahaan pengolahan minyak kelapa di Desa Bakau Besar Laut, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Pontiana.
          
Pemerkosaan dan pembunuhan siswi SMK Negeri 1, Mempawah, sempat menarik perhatian publik, karena pihak keluarga korban berkal-kali menggelar aksi unjukrasa baik di Mapolda Kalbar di Pontianak, Mapolres Pontianak di Mempawah maupun di Mapolsek Sungai Pinyuh di Sungai Pinuh.
          
Keluarga berkali-kali memasang baliho yang disertai gambar korban di sejumlah tempat strategis di lingkungan Polres Pontianak, menggugah masyarakat untuk membantu polisi mengungkap pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Harnoviah Fitriyani. Harnoviah dikenal cantik dan periang.
          
Mukson menjelaskan, tiga hari sebelum ditemukan, Selasa petang, 18 Desember 2012, korban berteduh di salah satu bangunan milik perusahaan tempat kedua tersangka bekerja, karena hujan turun lebat, sehabis pulang sekolah.

Dua tersangka menggoda korban. Karena korban menolak dan melawan, dua tersangka melakukan pembunuhan usai memperkosa secara bergilir. Dalam kondisi tidak bernyawa, mayat korban dilemparkan ke rawa-rawa di sekitar tempat kejadian perkara.

“Ada dugaan, berdasarkan keterangan tersangka, pelaku pemerkosaan lebih dari dua orang. Sekarang proses penyidikan dan penyelidikan terus dikembangkan,” kata Mukson.

Kepala Desa Bakau Besar Laut, Iwan Supardi, mengaku sangat sulit mempercayai secara akal sehat bahwa korban diperkosa Harnoviah Fitriyani diperkosa dan dibunuh keluarga sendiri.

Pihak ombudsman pernah turun tangan untuk mengetahui perkembangan penanganan kasus perkosaan dan pembunuhan Harnoviah Fitriyani.
Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



1 Komentar :

dhe adhie
09 Januari 2014 - 21:23:01 WIB

Semoga Almarhumah dan Almarhum ayah dari Almarhumah tenang di sissi Allah SWT.....

<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 24 April 2014 00:00:00 WIB

Sabun Berbahan ASI Laris di Tiongkok

, 24 April 2014 00:00:00 WIB

Sharon Stone Dilaporkan Stroke