Mereka Tertembak Senpi Sendiri
Selasa, 27 Agustus 2013 - 09:15 WIB
: 661


(Foto/rawstory.com)
Penembakan (Ilustrasi)
Hendra diduga menembak istrinya saat terjadi perebutan pistol.

PALU- Penembakan Polisi oleh orang tak dikenal belakangan jadi momok menakutkan. Bahkan, petinggi Polri menyerukan agar kala berpatroli, anggotanya tak sendirian. Namun, kejadian dibawah ini berbeda sama sekali.

Adalah Briptu M Rifandi, Brigadir Hendra, dan Briptu Irwan Patula yang punya kasus mirip dalam penggunaan senjata berapi (senpi) di propinsi yang sama.

Cerita terbaru adalah soal Briptu M Rifandi. Usai mengikuti upacara peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus lalu, ia  bergegas ke sebuah warung makan di sekitar Teluk Lalong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Anggota Polres Banggai itu merasa harus mengisi perutnya sebelum bertugas menjaga keamanan sebuah bank di Luwuk, Ibu Kota Kabupaten Banggai.

Di warung milik Pak Mudin, sekitar pukul 10.20 WITA, Rifandi menyantap mi instan dengan lauk telur. Di sebelahnya ada Idris Daud, yang tidak lain adalah paman Rifandi. Merasa nyaman disamping paman, ia  meletakkan senjata laras panjang berjenis SS V2 di atas meja. Sebelumnya,Senjata laras panjang itu telah dicopot magasinnya.

Namun, masalah timbul saat Idrus, sang paman, menyambar senjata tersebut. Ia bukan sekedar ingin lihat-lihat. Idrus mabuk kala itu.  Ia malah mengarahkan moncong senapan ke perut sang kemenakan.

Rifandi marah d an mencoba merebut senjata miliknya. Namun, Idrus menolak, hingga terjadi aksi saling tarik-menarik. Tak lama, Idrus pun jatuh tersungkur di tanah . Aneh. Ada peluru dari senjata api yang magasinnya sudah dilepas,menembus perut Idrus.

Pria berusia 54 tahun itu kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat. Idrus sempat mendapat perawatan, namun beberapa saat kemudian nyawanya tak tertolong lagi. Senjata api milik anggota Polisi sudah merenggut nyawanya.

Di lain waktu, Brigadir Hendra, anggota Polres Donggala pada 16 Juli 2013, mengalami persoalan serupa dengan senjata. Kala itu, ia bersama istri awalnya keluar rumah naik sepeda motor sekitar pukul 17.00 WITA. Menjelang shlat Maghrib, mereka pulang dan tidur-tiduran di kamar sambil menunggu saat berbuka puasa di rumah korban di Perumahan Himalaya Garden, Kelurahan Tinggede, Kabupaten Sigi.

Namun, entah bagaimana awalnya, sang istri malah mengungkit kisah perselingkuhan Hendra. Mereka kemudian bertengkar. Senjata api Hendra diperebutkan. Hendra diduga menembak istrinya saat terjadi perebutan pistol. Dia diduga juga lalai menyimpan senjatanya sehingga menyebabkan kematian.

Pertengkaran Keluarga
Korban bernama Aknir mengalami luka tembak di perut dan tembus ke lengan, dan dinyatakan tewas di rumah sakit.

Sebelumnya, pada Juni 2012, seorang anggota Polda Sulawesi Tengah, Briptu Irwan Patula, bermain-main sendiri, dengan pistol bersama kawannya, Bripda Patriot. Tak disangka, senjata revolver itu meletus dan pelurunya mengenai betis Patriot yang juga rekan sejawat Irwan di Polda Sulawesi Tengah.

Patriot harus mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Palu akibat kelalaian rekannya yang berakibat fatal.

Terhadap kasus-kasus itu, Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Soemarno mengatakan pengetatan izin penggunaan senjata api harus dilakukan. Mereka,  pemegang senjata harus lulus tes tes psikologi, ujian menembak, serta tes administrasi guna mengetahui calon pengguna senjata api itu mengetahui tata cara pemakaian dan penyimpanannya.

"Jadi tidak ada rekayasa hasil ujian psikologi sehingga polisi pemegang senjata api benar-benar paham fungsi senjata," katanya.

Selain itu, ujian menembak juga sangat memengaruhi sikap dan keterampilan calon pengguna senjata api.
 
"Jadi anggota Polri yang menembak serampangan saat ujian tidak diizinkan memegang senjata karena bisa membahayakan orang lain," kata Soemarno.
Sumber : Antara

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

Jumat, 26 September 2014 17:04:32 WIB

Seleksi Terbuka Pejabat DKI secara Online

, 13 Oktober 2014 00:00:00 WIB

Buku Kurikulum 2013 ajari gaya pacaran.