305 Pelajar Sulut Terinfeksi HIV/AIDS
Novie W/Syafnizal D | Selasa, 27 Agustus 2013 - 13:21 WIB
: 1065


(Foto/Ist)
Siswa -siswi SMA (Ilustrasi
Sebagian besar terinfeksi lewat hubungan heteroseksual, juga menggunakan narkoba suntik.

MANADO - Para orang tua siswa harus hati-hati dan waspada. Pasalnya, akibat seks bebas dan narkoba yang memprihatinkan di Sulawesi Utara (Sulut), sedikitnya 305 pelajar di Sulut terinfeksi HIV/AIDS. Data yang diperoleh SH dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sulut, dari 1063 warga yang mengidap HIV/AIDS, 305 di antaranya terinfeksi saat usia remaja atau pelajar.

"Sebagian besar terinfeksi lewat hubungan heteroseksual (gonta-ganti pasangan-red). Selain itu disebabkan pengguna narkoba suntik. Dari pengalaman kami memberikan materi terkait HIV/AIDS di sekolah-sekolah, sekarang memang banyak yang mengenal seks. Ada yang bertanya kemungkinan tertular HIV/AIDS pada beberapa kali hubungan seks. Itu salah satu indikasi remaja sudah mengenal seks," kata Pengelola Program di KPA Sulut, Jones Oroh, Senin (26/8).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sulut, hingga Mei 2013, terdeteksi sudah 1.063 warga Sulut mengidap HIV/AIDS. Berdasarkan golongan umur 15-19 tahun yang terdeteksi pengidap HIV/AIDS mencapai 35 orang. Namun, dari perjalanan HIV ke AIDS ada masa lima tahun.

"Untuk kelompok umur 20-29 tahun, diasumsikan sebagian sudah terinfeksi HIV sejak lima tahun lalu, yaitu saat mereka masih usia pelajar. Pada usia 20-29 tahun sudah terinfeksi 558 orang yang terdiri dari 237 pengidap HIV dan 321 sudah terkena AIDS. Jika diperkirakan sebagian dari 558 orang, berarti terdapat 275 orang sudah
terinfeksi dari mereka masih usia remaja atau usia sekolah," ujarnya.

Yang penting ke depan, kata dia, adalah perhatian pemerintah. Pasalnya, selama 10 tahun terakhir ini penanggulangan HIV/AIDS dibiayai oleh lembaga donor. "Jadi sudah sepantasnya jika pemerintah memberikan perhatian dalam bentuk penganggaran dan kebijakan lewat APBD. Masa rakyat kita tapi yang biayai malah dari lembaga luar,"
ungkapnya.

Sementara itu, enam warga Kabupaten Tulangbawang (Tuba), Provinsi Lampung dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS pada 2013. Hal tersebut disampaikan Bupati Tulangbawang Ir Hanan A Rozak pada saat kegiatan Sosialisasi Technical Assistancy dan Pelantikan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tulangbawang, Senin.

118.000 Penderita
Menurut Hanan, di Indonesia 118.000 jiwa terserang virus HIV/AIDS dan enam di antaranya merupakan warga Kabupaten Tulangbawang. "Dari enam orang tersebut, satu di antaranya telah meninggal dunia, sedangkan yang lima orang lainnya masih dalam tahap penyembuhan," kata Hanan.

Selain itu, lanjut Hanan, pihaknya berharap kepada pengurus KPA Tulangbawang agar dapat bekerja sama dalam penanggulangan penyakit HIV/AIDS tersebut.
 
Di tempat yang sama Sekretaris KPA Provinsi Lampung Reihana menambahkan, dengan pengangkatan kepala daerah sebagai Ketua KPATulangbawang, diharapkan penyakit HIV/AIDS di Tulangbawang dapat teratasi.
Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

Jumat, 26 September 2014 17:04:32 WIB

Seleksi Terbuka Pejabat DKI secara Online

, 13 Oktober 2014 00:00:00 WIB

Buku Kurikulum 2013 ajari gaya pacaran.