Bupati Siap Pecat Kades yang Perkosa ABG
Novie Waladow | Kamis, 19 September 2013 - 14:31 WIB
: 1313


(Foto/Indiatv)
Perkosaan (Ilustrasi)
Kades HS datang ke Desa Popareng dan mengaku sebagai dosen kepada orang tua Melati.

MANADO  - Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu kepada SH, Rabu (18/9) memastikan akan memecat kepala desa yang diduga memerkosa anak baru gede (ABG) apabila sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Ia mengatakan, sudah memerintahkan instansi teknis untuk memproses masalah ini sesuai aturan.

Namun, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Minsel, Olyvia Lumi yang dihubungi terpisah mengatakan, sebelum mengambil langkah lebih jauh, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang sedang menangani kasus tersebut secara pidana.

"Kami sudah membuat surat koordinasi tertanggal 18 September 2013 ke Polsek Tumpaan. Bila Kades Wuwuk Barat itu ditetapkan sebagai tersangka dan memiliki bukti nyata, BPMPD akan memproses pemberhentian sementara sambil menunggu putusan hukum tetap. Bila dalam putusan tetap terbukti bersalah maka akan langsung diberhentikan selamanya alias dipecat. Namun, apabila tak terbukti maka jabatan kades akan dikembalikan kepadanya," ujar Lumi.

Kepala desa (Kades)Wuwuk Barat, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minsel, Sulut berinisial HS (40-an) ditangkap polisi karena diduga melakukan pemerkosaan terhadap seorang gadis anak baru gede (ABG) sebut saja Melati (18), warga Desa Popareng Kecamatan Tatapaan Minsel.

Berdasarkan informasi yang diperoleh SH, menyebutkan, Jumat (13/9) pekan lalu sekitar pukul 11.05 Wita. Kades HS datang ke Desa Popareng dan mengaku sebagai dosen kepada orang tua Melati. Dia kemudian mengajak Melati melakukan peninjauan lapangan ke lokasi pembibitan kelapa sawit di Desa Rap-rap.

Saat itu, ayah Melati sempat menaruh curiga kepada HS. Namun, karena berbagai macam jurus dan tipu muslihatnya, HS akhirnya bisa membawa Melati pergi menuju Desa Arakan dan kemudian ke Desa Rap-rap tepatnya di salah satu lokasi sepi dan jauh dari pemukiman warga. HS kemudian membujuk Melati untuk melakukan hubungan suami istri, tetapi ditolak Melati.

HS tak mau menyerah dengan mencium sekujur tubuh Melati dengan harapan Melati bisa terangsang. Namun, aksinya itu mendapat perlawanan dari Melati. Merasa apa yang HS lakukan tak mendapat respons, pelaku kemudian memukul Melati beberapa kali dan melucuti pakaian yang dikenakan Melati. Saat tubuh Melati tak lagi mengenakan sehelai benang pun, HS dengan mudah melakukan aksinya dengan memerkosa Melati.

Puas melampiaskan aksi bejatnya, HS kemudian mengantar pulang Melati pulang ke orang tuanya di Desa Popareng sekitar pukul 22.10 Wita.

Saat itu, orang tua Melati bersama warga Desa Popareng telah berkumpul di jalan karena mulai khawatir Melati tak kunjung pulang. Saat kendaraan yang ditumpangi HS bersama Melati tiba, warga marah dan nyaris menghakimi HS.

Untung saja saat itu, Kepala Desa Popareng ada di lokasi dan langsung membawa HS untuk diamankan ke rumahanya. Tak berselang lama, aparat Polsek Tumpaan tiba di lokasi dan mengamankan tersangka.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

Jumat, 26 September 2014 17:04:32 WIB

Seleksi Terbuka Pejabat DKI secara Online

, 13 Oktober 2014 00:00:00 WIB

Buku Kurikulum 2013 ajari gaya pacaran.