Pilkada Dairi; 1 Tertembak, 8 Diamankan Polisi
Sugianto | Rabu, 09 Oktober 2013 - 14:15 WIB
: 2607


(SH/Sugianto)
DITANGKAP-Bentrok antara massa dan polisi terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Dairi terjadi Selasa (8/10). Akibat bentrokan, satu orang tertembak dan delapan orang diamankan Polres Dairi.
Kepolisian tidak mau menjelaskan saat ditanya mengenai keberadaan komisioner KPUD.

SIDIKALANG -  Bentrok antara massa dan polisi terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Dairi terjadi Selasa (8/10). Akibat bentrokan, satu orang tertembak dan delapan orang diamankan Polres Dairi.

Bentrokan dipicu ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Dairi. Ratusan orang mendatangi sekretariat KPUD guna menemui komisioner KPUD. Namun, tidak ada satu pun komisioner yang menemui mereka, hingga massa lalu masuk ke kantor KPUD dan mengambil surat suara sebagai bentuk protes terhadap pemaksaan pelaksanaan pilkada pada Kamis (10/10).

Terjadi tarik-menarik surat suara antara massa dengan pihak kepolisian. Tidak lama kemudian terdengar suara letusan senjata secara beruntun.

Polres Dairi melalui Kasubbag Humas AKP Lamhot Limbong menjelaskan, sejumlah massa mendatangi kantor KPU untuk bertemu komisioner. Massa tidak puas karena ruangan kosong, sehingga terjadi pemaksaan kehendak. Massa mendobrak pintu dan mengambil berkas surat suara.

“Belum diketahui berapa jumlah surat dan kotak suara yang hilang. Satu di antaranya dikembalikan setelah dikutip polisi dari jalan. Polisi  meluncur dalam rangka pengamanan,” kata Lamhot.

Kepolisian tidak mau menjelaskan saat ditanya mengenai keberadaan komisioner KPUD. Alasannya  itu bukan kapasitasnya untuk menjelaskan.

Massa datang ke KPUD menuntut dituntaskannya masalah 50.000 lebih daftar pemilih tetap (DPT) yang bermasalah, sementara pilkada tinggal satu hari lagi. Massa melihat tidak ada keseriusan pihak panitia pilkada membuat pemilu jujur dan bersih. Kemarahan massa tidak bisa dibendung lagi, karena carut-marut peenyelenggaraan Pilkada Dairi.

Dalam bentrokan kali ini, satu orang, Thamrin Manik, tertembak di paha kanan dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dairi. Delapan orang diamankan Polres Dairi untuk dimintai keterangan. Kondisi Kota Sidikalang mencekam hingga malam hari dan masyarakat sekitar merasa trauma atas kejadian sore itu.

Brimob juga mengepung kediaman Parlemen Sinaga MM, calon bupati nomor urut 3, yang beralamat di Jalan Mesjid. Kepolisian memerintahkan kerumunan warga di depan rumah itu dibubarkan. Namun, imbauan pihak kepolisian dan Brimob tidak dihiraukan massa, sehingga petugas memilih  meninggalkan lokasi.

Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut), H Samsul Hilal, kepada SH, Rabu (9/10), meminta KPUD Sumut dan KPUD Dairi bertanggung jawab atas kejadian ini. Sebelumnya sudah diingatkan tentang ketidakprofesionalan KPUD Dairi dalam penyelenggaraan pilkada.

Masih belum ada perbaikan terhadap 50.000 DPT hingga detik-detik dilaksanakannya pilkada.
Dia menganggap apa yang dilakukan pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Dairi, sudah berlebihan. Apa yang dilakukan rakyat adalah kontrol terhadap KPUD yang tidak profesional.

“Polres Dairi dalam melakukan tindakan sngat berlebihan, karena sudah diketahui sebelumnya KPUD tidak mandiri, tidak profesional, dan melakukan kesalahan menjalankan tugasnya. Maka rakyat melakukan kekerasan. Jadi, kalau polisi mengeluarkan peluru dalam pengamanan adalah tindakan berlebihan,” Samsul menegaskan.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

Jumat, 26 September 2014 17:04:32 WIB

Seleksi Terbuka Pejabat DKI secara Online

, 13 Oktober 2014 00:00:00 WIB

Buku Kurikulum 2013 ajari gaya pacaran.