720 Jenis Jajanan Sekolah Mengandung Zat Berbahaya
Robino Hutapea | Selasa, 05 Juni 2012 - 14:18 WIB
: 1313


(dok/ist)
Di setiap sekolah perlu dibangun kantin sehat dengan melibatkan para pedagang jajanan.

DEPOK – Sedikitnya 720 jenis sampel makanan jajanan sekolah yang diambil dari 40 sekolah madrasah ibtidaiyah (MI) di Kota Depok, setelah uji laboratorium di Bogor, ternyata masih banyak mengandung zat berbahaya yang bisa mengganggu kesehatan.

Pengujian dilakukan untuk mengetahui penggunaan bahan tambahan pangan formalin, borak, dan methanol yellow,” ujar Yulia Oktavia, Kepala Seksi Pengawas Obat dan Makanan (POM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Senin (4/6).

Menurut Yulia, jajanan sekolah yang diamankan itu diduga mengandung bahan berbahaya, seperti borak, formalin, atau penggunaan siklamaks lebih dari ambang batas. “Sebelumnya juga telah dilakukan uji kualitatif terhadap beberapa jajanan sekolah di Madrasah Tsanawiyah Sirajul Athfal di Jalan Pitara, Kecamatan Pancoran Mas. Hasil uji tersebut diketahui ada jajanan yang mengandung formalin dan borak,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad dan jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok belum lama ini melakukan sidak terhadap para pedagang jajanan sekolah di Kota Depok. Ternyata, masih ditemukan jajanan mengandung zat kimia, seperti formalin dan boraks.

Beberapa sampel makanan dari banyaknya jajanan di sekolah, seperti batagor, cilok, somay, serta minuman sachet yang dicampur dengan es diperiksa petugas kesehatan. Para petugas juga mendata para pedagang di daerah tersebut. “Dari pengujian yang dilakukan masih ada jajanan yang mengandung zat kimia,” ujar Idris, belum lama ini.

Ketua Komisi D DPRD Kota Depok Sri Rahayu Purwitaningsih kepada SH mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mendorong petugas Dinkes untuk meningkatkan pengawasan. Selain itu, melalui Dinas Pendidikan (Disdik), dewan juga telah mengusulkan di setiap sekolah untuk membangun kantin sehat.

“Pembangunan kantin sehat itu juga melibatkan para pedagang jajanan di sekolah. Namun, kepada para pedagang harus diberi penyuluhan terlebih dulu soal makanan sehat dan bergizi oleh petugas Dinkes,” ujar Sri.

Menurut anggota DPRD dari Fraksi PKS itu, dengan melibatkan para pedagang yang ada dalam program hibah sarana dan prasarana UMKM, ini sekaligus menjadi pemberdayaan ekonomi pedagang.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

12 Batang Emas di Perut Warga India

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

Mengapa Perempuan Lebih Tertarik pada Musisi?