Aksi Para Hewan yang Menghibur
Jessica Rezamonda | Sabtu, 09 Juni 2012 - 11:20 WIB
: 527


(AP/Photo)
Sekuel film animasi tentang binatang ini cukup menghibur dan semakin lucu.

Film animasi Madagascar mungkin bukanlah sebuah karya masterpiece layaknya Toy Story ataupun Finding Nemo keluaran Pixar.

Bahkan, mungkin tidak sebaik karya DreamWorks lainnya seperti How to Train Your Dragon serta Kung Fu Panda. Namun, tak dapat dimungkiri, seluruh seri Madagascar selalu menyenangkan untuk ditonton, terutama untuk anak-anak.

Begitu juga halnya dengan Madagascar: Europe's Most Wanted alias Madagascar 3, yang mulai ditayangkan 8 Juni ini. Apalagi kali ini, untuk pertama kalinya Madagascar mengusung format tiga dimensi (3D), yang tentunya akan menambah keasyikan menonton film ini.

Perjuangan Alex "Singa" (yang suaranya diisi Ben Stiller), Marty "Zebra" (Chris Rock), Melman "Jerapah" (David Schwimmer), dan Gloria "Kuda Nil" (Jada Pinkett Smith) untuk kembali ke kebun binatang Central Park di New York, Amerika Serikat, lagi-lagi membawa mereka ke sebuah petualangan seru yang menggelikan.

Madagascar 3 memulai kisahnya dari adegan akhir yang ada di seri pendahulunya, di mana pesawat buatan para monyet berhasil terbang, dan para penguin serta King Julien (Sacha Baron Cohen) membiarkan mereka terdampar di Afrika.

Akhirnya, Alex dan kawan-kawan pun nekat menyusul mereka dengan cara menyelam (scuba diving). Di Eropa, mereka terpaksa berurusan dengan petugas dari pusat pengendalian hewan, Kapten Chantel DuBois (Frances McDormand), yang ternyata hobi mengoleksi kepala hewan. Dia segera terobsesi menangkap kawanan hewan lucu itu, terutama Alex, lantaran dia belum memiliki kepala singa.

DuBois digambarkan sebagai perempuan perkasa ambisius yang "tahan banting". Selama pengejaran pun dia melakukan manuver-manuver layaknya seorang ninja. Suara McDormand dengan dialek Eropa yang kental rasanya cukup mampu membangun DuBois menjadi karakter jahat yang sempurna.

Yang membuat seri ini lebih berwarna adalah kehadiran sekelompok hewan sirkus Eropa, yaitu Vitaly "Harimau" (Bryan Cranston), Gia "Macan Tutul" (Jessica Chastain), Stefano "Singa Laut" (Martin Short), dan sejumlah hewan lainnya. Dunia sirkus yang gemerlapan dan penuh akrobat dapat dipastikan akan membuat tampilan Madagascar 3 semakin meriah.

Sebenarnya, karakter-karakter baru dari dunia sirkus tersebut memiliki cerita tersendiri. Dikisahkan bahwa Vitaly, yang dianggap sebagai pemimpin oleh rekan-rekannya, tengah mengalami trauma akibat aksi akrobatik yang menjadi andalannya dulu.

Hal ini membuat rekan-rekannya kehilangan semangat dalam pertunjukan sirkus, sampai akhirnya bertemu dengan rombongan Madagasacar, yang berpura-pura menjadi hewan sirkus Amerika. Kali ini, aksi Marty "Zebra" sangat menggelitik penonton.

Dia begitu bersemangat untuk menjadi hewan sirkus, sampai-sampai rela mengecat tubuhnya menjadi putih "polkadot" berwarna-warni. Dia pun mengenakan wig kribo aneka warna dan berulang kali menyanyikan lagu andalan Madagascar: “I Like to Move It”. Komedian Chris Rock memang sangat pas menjadi pengisi suaranya.

Kelucuan bertambah ketika King Julien jatuh cinta pada seekor beruang grizzly sirkus yang mengenakan pita dan tutu berwarna merah muda. Kisah cinta antara dua makhluk berbeda jenis dan ukuran itu juga kerap membuat penonton tertawa. Sayangnya, dengan begitu banyaknya tokoh yang ditampilkan, beberapa karakter menjadi kurang mendapat porsi.

Tidak Masuk Akal

Memang, 99 persen hal yang terjadi dalam Madagascar 3 sangat mustahil dan tidak bisa diterima akal sehat. Misalnya, siapa yang akan percaya bahwa ada seekor harimau besar yang mampu melompat melewati lingkaran sebesar cincin?

Selain itu, jika Alex dkk bisa dengan mudahnya menyelam hingga ke Eropa, mengapa mereka tak langsung saja menuju Amerika? Tapi toh ini film animasi, dan hal-hal yang tidak logis itu justru sering kali membantu dalam membangun kemeriahan suasana. Terbukti, di sepanjang pemutaran film yang berdurasi 85 menit itu ruang bioskop selalu dipenuhi gelak tawa penonton.

Madagascar 3 tak hanya menyajikan kekonyolan para tokohnya, tetapi juga kemeriahan dunia sirkus. Terutama ketika mereka menampilkan aksi akrobatik (yang lagi-lagi tak masuk akal) dengan diiringi lagu “Firework” milik Katy Perry. Alvin and the Chipmunks: Chipwrecked juga pernah menampilkan lagu ini dalam adegan puncaknya.

Namun, "kegilaan" para hewan di Madagascar 3 membuat lagu ini terasa lebih spektakuler. Tentunya, film keluaran Paramount Pictures ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengisi liburan sekolah. Hanya saja, orang tua tetap harus mendampingi putra-putrinya, karena film arahan trio sutradara Eric Darnell, Tom McGrath, dan Conrad Vernon tersebut mendapat predikat PG (Parents Guide).

Melihat peluang yang besar dari film Madagascar, salah satu mal di kawasan Jakarta Selatan bahkan mengangkatnya menjadi tema untuk momen liburan sekolah kali ini. Mulai 7 Juni hingga 15 Juli 2012, akan berlangsung pertunjukan balet, sulap, cheerleaders, dan badut di Main Atrium Ground Floor dan Lobby XXI Second Floor, Gandaria City.

Sementara itu, anak-anak juga bisa bertemu langsung dengan tokoh-tokoh Madagascar favorit mereka dalam Live Show dan Meet and Greet pada 29 Juni hingga 7 Juli di Main Atrium Ground Floor. Acara juga dimeriahkan penyanyi cilik Samuel dan Zaneta Naomi pada 28 dan 29 Juni.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

12 Batang Emas di Perut Warga India

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

Mengapa Perempuan Lebih Tertarik pada Musisi?