Beku di Utara, Panas di Selatan
Henri Loedji | Rabu, 08 Januari 2014 - 14:03 WIB
: 1150


(dok/AFP Photo)
Seorang pria berjalan disampin sepeda yang membeku akibat cuaca ekstrem di Chicago, Amerika Serikat, Selasa (7/1).
Amerika Utara diterpa badai salju, Australia dilewati gelombang panas.

Angin kutub yang membawa udara dingin ke Amerika Serikat dan Kanada belum juga berhenti berembus. Pemerintah dua negara di belahan utara Benua Amerika itu terpaksa menutup sekolah dan menyarankan warganya berdiam di rumah.

Tebalnya salju yang menutup jalanan, rel kereta, dan landasan pesawat terbang menyebabkan ribuan pelancong terdampar. Mereka kesulitan mencari sarana transportasi untuk kembali ke rumah setelah libur Natal dan Tahun Baru.

Lebih dari 4.300 penerbangan di AS dibatalkan, Senin (6/1). Lebih dari separuh pembatalan terjadi di Chicago, kota yang sehari-harinya sudah dingin dan dijuluki “Windy City” (Kota Berangin). Laman internet FlightAware melaporkan lebih dari 6.500 penerbangan ditunda.

Bandara Pearson di Toronto, Kanada, Selasa (7/1), menghentikan kegiatannya karena perlengkapan yang membeku. Lewat akun Twitternya, pengelola bandara mengatakan kegiatan dihentikan demi keselamatan petugas.

Bandara kemungkinan kembali dibuka siang ini, tetapi semuanya bergantung pada kecepatan angin dan timbunan salju di landasan pacu. Pihak bandara meminta bantuan polisi untuk mengantisipasi kemarahan pelancong yang harus menunggu lama.

Maskapai penerbangan JetBlue mengurangi penerbangan di empat bandara di kawasan timur laut AS, yaitu John F Kennedy, La Guardia, Newark, dan Boston. Penerbangan akan kembali normal jika cuaca membaik.

Lebih dari 20 negara bagian mengalami gangguan cuaca akibat pusaran angin yang terbentuk di Kutub Utara. Angin superdingin dari kutub bertiup ke selatan, menurunkan temperatur hingga ke titik terendahnya dalam dua dasawarsa.

Pusaran angin kutub atau polar vortex adalah angin berputar di Kutub Utara. Putarannya berlawanan dengan arah jarum jam. Angin ini terbentuk karena terjadinya tekanan udara rendah di lingkar kutub. Berbeda dengan badai pada umumnya, polar vortex bisa bertahan lama dan pecah menjadi beberapa bagian selama berembus ke selatan.

Angin yang terbentuk di lapisan udara atas itu kekuatannya selalu berubah. Bisa tiba-tiba melemah, tetapi bisa juga tiba-tiba menguat. Saat ini, pusaran angin kutub bertahan lama dengan intensitas cukup tinggi. Akibatnya, udara dingin dari Arktik meluber hingga Kanada, Amerika Serikat, dan sebagian Asia Tengah.

Suhu udara di Montana tercatat mencapai titik terendahnya di angkat -63 derajat Fahrenheit atau -53 derajat Celcius. Dakota Utara, Dakota Selatan, dan Minnesota juga diterpa angin kutub, meskipun temperatur udara di negara bagian itu tidak sedingin Montana.

Di Minneapolis, Minnesota, suhu udara mencapai -30 derajat Celcius. Surat kabar The Star Tribune menyarankan warga setempat berdiam di rumah dan mengurangi kegiatan di luar ruangan. “Angin dingin bisa membekukan tubuh hanya dalam lima menit. Cuaca dingin membuat kegiatan di negara bagian ini melambat,” kata koran itu.

Gelombang Panas

Keadaan berbeda terjadi di belahan selatan. Australia mengalami gelombang panas sejak akhir Desember. Biro Meteorologi negara itu mencatat rekor suhu tertinggi di beberapa tempat. Dalam pernyataan khususnya, Senin (6/1), dinas cuaca itu mengatakan kejadian kali ini luar biasa.

Lembaga itu memperkirakan suhu udara bisa mengalahkan rekor terpanas pada 2005, bahkan bisa melewati angka tertinggi dalam seabad. “Gelombang panas kali ini telah memecahkan beberapa rekor, terutama di utara New South Wales,” kata dinas cuaca tersebut.

“Di Narrabri, New South Wales, suhu udara pada 3 Januari tercatat 47,8 derajat Celcius. Angka itu lebih tinggi 3,6 derajat dari rekor sebelumnya. Perbedaan tersebut paling besar di lokasi mana pun di Australia dalam 40 tahun terakhir,” pernyataan tersebut melanjutkan.

Gelombang panas dimulai sejak 27 Desember di Australia Barat yang secara perlahan meluas hingga ke utara dan timur. Di 34 lokasi, suhu udara tercatat melewati rekor terpanas dalam setidaknya 40 tahun. Sebagian besar lokasi yang dilanda gelombang panas terletak di Queensland dan belahan utara NSW.

Roma, yang berada di selatan Queensland, mengalami suhu terpanas dalam tiga hari berbeda, yaitu pada 29 dan 30 Desember, serta 3 Januari.

Di Barcaldine, suhu udara rata-rata tertinggi sepanjang pekan lalu mencapai 43,2 derajat Celcius, mengalahkan rekor 42,8 derajat Celcius pada 1972. Di Charleville, temperatur udara mencapai 43,4 derajat Celcius, melewati rekor 42,6 derajat Celcius pada 2006. (Berbagai Sumber)

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN