Pukuli WNI, WN Belanda Segera Disidangkan
Parlyn Manungkalit | Kamis, 16 Januari 2014 - 10:18 WIB
: 1316


(Dok/sodahead.com)
Pemukulan (Ilustrasi)
Martjo Gerard Dijkstra menganggap Solikin ikut campur masalah dengan istrinya.

KEPULAUAN RIAU – Memukuli warga negara Indonesia bernama Solikin (35) di Kota Tanjungpinang, pada Sabtu (11/9) lalu, warga negara Belanda Martjo Gerard Dijkstra (47) akan diseret oleh Jaksa ke Pengadilan Negeri dalam waktu dekat.  Hal itu dipastikan atas pascapenetapan dirinya sebagai tersangka oleh penyidik Polres Tanjungpinang, berdasarkan laporan korban Solikin tak lama setelah kejadian.

Sebagaimana dilaporkan ke Polisi, kepada SH di Tanjungpinang, Rabu (15/1) Solikin menyebutkan tersangka memukul dirinya di Km 12 Jalan Kijang,  hingga sobek dibagian atas mata sebelah kiri.

Menurut Solikin, kendati dia sudah kesakitan akibat luka robek di dibagian muka yang telah mengucurkan darah, namun pelaku masih membawa paksa dirinya ke sebuah rumah di kawasan Bukit Cermin. Di dalam mobil Avanza, korban melihat tersangka ditemani Hans sesama warga Belanda, Hendra Sirait SH dan seorang lagi oknum TNI.

Setibanya di rumah tinggal pelaku tersebut, terungkap aksi penganiayan dilakukan Martjo Gerard Dijkstra karena menganggap Solikin ikut campur masalah dengan istrinya Istiqomah, yang kabur hingga waktu itu.

Solikin mengatakan Martjo pun menginterogasi dirinya, serta memaksanya untuk memberi tahu istrinya berada. Tapi Solikin tetap saja mengaku tidak tau.

Ia baru dibebaskan bahkan dibawa ke rumah sakit mengobati luka robek di mukanya ke rumah sakit, setelah Mastur abang kandung korban tiba di rumah Martjo Gerard. Kendati sudah diobatkan, Solikin akhirnya melaporkan warga negara Belanda itu ke Polres Tanjungpinang.

Berdasarkan penyidikan dan alat bukti yang telah mencukupi, ditambah hasil visum dokter Rumah Sakit Umum Provinsi Kepri, warga negara asing pemegang Paspor NR454FH236 Nederlanse dengan Keterangan Izin Tinggal Sementara (KITAS) di Tanjungpinang, telah berakhir pada 17 November 2013, ditetapkan sebagai tersangka pelaku sebagaimana dimaksud pasal 351 KUH Pidana.

Menanggapi pelanggaran hukum yang dilakukan warga negara asing itu, kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan (Wasdakim) Kantor Imigrasi Tanjungpinang Agus SH, menyatakan yang bersangkutan dapat di deportasi atau diusir pulang ke negaranya oleh Ditjen Imigrasi jika terbukti melanggar hukum atau tindak pidana di Indonesia.

“Kita tunggu dululah proses hukum selanjutnya. Apakah dia harus menjalani pidana penjara nantinya, atau tidak,” ujarnya kepada SH, Rabu sore (15/1).

Sebelumnya, kepada wartawan Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Oxi menyatakan penyidikan tersangka Martjo sudah rampung. Tinggal menyusun berkas untuk diserahkan ke Jaksa.

Menjawab SH, Jaksa Echart yang menjadi penuntut umum nantinya, mengaku belum menerima Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus penganiayaan tersebut dari penyidik Polres.

“Baru Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan atau SPDP-nya yang disampaikan penyidik ke Jaksa,” ungkapnya.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

Jumat, 26 September 2014 17:04:32 WIB

Seleksi Terbuka Pejabat DKI secara Online

, 13 Oktober 2014 00:00:00 WIB

Buku Kurikulum 2013 ajari gaya pacaran.