Tomi Soeharto dan Kampanye "Piye Kabare?"
Vidi Batlolone | Kamis, 06 Februari 2014 - 18:04 WIB
: 2832


(dok/antara)
Tomi Soeharto.
Indonesia ingin kembali pada era Orde Baru yang mengutamakan keamanan dan ketertiban.

JAKARTA - Kesempatan Hutomo Mandala Putra alias Tomi Soeharto untuk muncul di pentas nasional sebagai kandidat calon presiden 2014, boleh dibilang sudah tertutup.

Nama putra bungsu penguasa Orde Baru, Soeharto, itu tidak ada di bursa-bursa capres yang beredar di masyarakat. Partai Nasional Republik yang diprakarsainya pun sudah gugur di tahap verifikasi parpol peserta Pemilu 2014.

Tetapi, Tomi belum menyerah untuk meraih kursi yang pernah 32 tahun diduduki bapaknya. Partai Nasional Republik menyatakan telah membentuk komunitas "Piye Kabare" untuk menyosialisasikan nama Tomi Soeharto sebagai capres 2019.

Ungkapan "piye kabare" yang dalam bahasa Indonesia berarti "Bagaimana kabarnya?" memang menjadi kata yang populer dalam wacana politik belakangan ini.

Biasanya ditemukan di dunia media sosial, sebagai ungkapan parodi untuk mengolok-olok situasi bangsa yang berbeda dengan zaman Orde Baru. Di sejumlah daerah juga kerap ditemukan spanduk bertuliskan "piye kabare" yang menyertakan foto almarhum Soeharto.

Ungkapan itu seolah mengajak rakyat kembali mengingat “tertib”-nya hidup di zaman Soeharto. Situasi politik aman dan stabil. Berbeda dengan saat ini di mana konflik politik, terutama di tingkat lokal, biasa berujung pada kerusuhan dan kekerasan.

Ketua Umum Partai Nasional Republik Neneng A Tuty membantah pihaknya yang menyebarkan spanduk dan gambar-gambar “piye kabare” di media sosial. Menurutnya, kerinduan kepada sosok Soeharto memang muncul dari masyarakat sendiri.

Kita hanya memanfaatkan momentum itu kemudian membuat komunitas 'piye kabare',” kata Neneng usai Rapat Pimpinan Partai Nasrep, di Jakarta, Rabu (5/2). Komunitas ini diakui Neneng bakal menjadi sayap Partai Nasrep.

Sosok Tomi, kata Neneng, sangat layak untuk maju menjadi presiden pada 2019. Tomi disebutkannya, memiliki visi yang hampir serupa dengan ayahnya. Jika menjadi presiden, Tomi bakal menjalankan lagi visi trilogi pembangunan seperti di era bapaknya.

Trilogi pembangunan adalah wacana pembangunan nasional yang dicanangkan pemerintah Orde Baru sebagai landasan penentuan kebijakan politik, ekonomi, dan sosial dalam melaksanakan pembangunan negara. Trilogi tersebut terdiri dari stabilitas nasional yang dinamis, pertumbuhan ekonomi tinggi, dan pemerataan pembangunan.

Mas Tomi menekankan pada stabilitas nasional, jadi pada persoalan keamanannya. Kalau aman, investor akan datang sehingga ekonomi tumbuh,” kata Neneng.

Menurutnya, jika ada yang mendiskreditkan Tomi Soeharto sebagai penjahat, hal itu hanya karena ketidakpahaman. “Mereka tidak tahu pribadi Mas Tomi yang mencintai bangsa ini,” ujarnya.

Nasrep dan komunitas “Piye Kabare” siap memperjuangkan mantan pembalap nasional itu kembali ke Istana.

Kampanye Masif

Sejarawan LIPI Asvi Warman Adam menyatakan kampanye “piye kabare” memang sedang masif disebarkan. “Ada di mana-mana, penyebarannya sangat strategis termasuk di belakang truk-truk sehingga mudah dilihat orang,” ucapnya.

Dia melihat hal itu mempunyai tujuan ganda. Di satu sisi untuk mengangkat lagi nama Soeharto agar segera ditahbiskan jadi pahlawan. “Di sisi lain, jika Soeharto berhasil menjadi pahlawan maka membuka jalan bagi anak-anaknya untuk kembali muncul di panggung politik,” kata Asvi kepada SH, Rabu.

Menurut Asvi, kampanye “piye kabare” memang memancing orang untuk mengenang yang indah dan menyenangkan pada zaman Soeharto. Tetapi, Asvi mengingatkan kesan aman dan tertib itu hanya pandangan sekilas.

Di balik semua itu, rezim Orde Baru menjaga stabilitas dengan cara-cara yang tidak menyenangkan seperti penghilangan orang, pengambilalihan tanah warga dengan paksa, dan cara-cara lain yang dilakukan atas dasar ‘menjaga stabilitas”.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 18 September 2014 00:00:00 WIB

Menang dari City Puaskan Guardiola

, 17 September 2014 00:00:00 WIB

Perempuan Nyebur ke Lubang Buaya