Gembira Bersama Sambut HUT Jakarta
Fitriana Aprilcilla* | Kamis, 14 Juni 2012 - 13:15 WIB
: 982


(dok/SH)
Tepat 22 Juni ini, Ibu Kota Negara kita ini bakal genap berusia 485 tahun.

Untuk merayakan hari jadi Kota Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta akan menggelar Program Jakarta Tersenyum.

Program ini rupanya dibuat untuk mengajak warga Jakarta tersenyum, karena selama satu pekan pada 18-24 Juni, beberapa tempat wisata dan pelayanan publik akan digratiskan.

“Khusus warga yang memiliki KTP Jakarta bisa menikmati program ini selama satu pekan,” ujar Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Kominfomas DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia. “Beberapa tempat wisata dan pelayanan publik akan kami gratiskan, tapi tidak secara bersamaan,” ujar Cucu.

Perayaan Harian

Menurut Kurnia, agenda perayaan harian pun sudah disiapkan. Pada 18 Juni, misalnya, warga Jakarta akan mendapatkan layanan akta gratis bagi bayi yang lahir pada tanggal tersebut.

Pada 19 Juni, warga diberi layanan periksa gula darah gratis di tujuh rumah sakit umum daerah (RSUD) di DKI Jakarta dan juga dapat menikmati layanan cabut gigi gratis di 44 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) tingkat kecamatan.

Anda para penggemar olahraga renang bisa turut bergembira karena pada 20 Juni ini Pemprov DKI Jakarta menggratiskan masuk kolam renang di seluruh gelanggang remaja di Jakarta. Pada 21 Juni, warga Jakarta bisa menikmati bebas biaya masuk ke area Monas.

“Tepat 22 Juni saat HUT DKI, giliran tiket masuk tempat wisata Ancol yang digratiskan. Ada hiburan musik yang bisa kita nikmati di sana,” Kurnia melanjutkan.

Kerja sama dengan stasiun televisi Trans 7 juga dilakukan Pemprov DKI untuk 23 Juni mendatang berupa penampilan live Opera Van Java (OVJ) di silang Monas.

Dilanjutkan pada hari terakhir pelaksanaan Program Jakarta Tersenyum, 24 Juni. Pada acara ini warga akan dibebaskan biaya masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan dan bisa menikmati gratis keliling Ibu Kota menggunakan Bus TransJakarta.

“HUT DKI Jakarta adalah perayaan bagi seluruh masyarakat Jakarta. Jadi, kami memang mengagendakan berbagai kegiatan yang bisa langsung dinikmati warga,” kata Kurnia.

Festival Monas

Sebelumnya, selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (8-10/6), Silang Monumen Nasional (Monas) sisi timur telah diramaikan Festival Monas. Selain menyambut HUT Jakarta, acara yang diadakan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat melalui Sudin Kebudayaan ini salah satu cara menambah daya tarik Monas bagi para pengunjungnya.

“Festival Monas bertujuan melestarikan dan mengangkat citra kesenian tradisional, menambah kecintaan terhadap monumen ini, serta meningkatkan apresiasi terhadap kesenian tradisional Jakarta, khususnya Betawi,” ujar Kasudin Kebudayaan Jakarta Pusat, Sunarto, baru-baru ini.

Selain menampilkan budaya Betawi dan berbagai kulinernya, festival ini juga menghadirkan Sonet Rock, pameran museum, dan pameran aneka produk dari PKK Kecamatan se-Jakarta Pusat. Guna menambah kemeriahan, kesenian sirkus teater jalanan dari negara sahabat, Prancis, juga hadir pada ajang ini.

Meski diwarnai hujan, antusiasme masyarakat mengikuti Festival Passer Baroe pada 8-9 Juni tampak besar. Antusiasme ini tampak dari banyaknya pengunjung yang melihat berbagai lomba yang diadakan dalam ajang ini, seperti lomba dayung, balap bakiak, tarik tambang, serta menghias toko dan stan.

 

Lebih Hidup

Gegap pesta ulang tahun Jakarta memang sudah terasa sejak awal masuk bulan ini. Beberapa warga menyatakan ingin turut menikmati kemeriahannya. “Menurut saya, adanya berbagai acara festival di Jakarta adalah ide bagus,” ujar Aprisany (23). “Saya ingin datang meramaikannya,” ia melanjutkan.

Meskipun kemeriahan mulai terasa, festival maupun pesta rakyat di Jakarta tentu tidak bisa begitu saja menghilangkan kenyataan masih banyak persoalan yang dihadapi kota ini. Kemacetan dan kesemrawutan, misalnya, tidak dipungkiri masih tampak di sana-sini di Ibu Kota negara kita ini.

Beberapa warga menyatakan harapan agar momen ulang tahun ini bisa menjadi cara untuk memulai mengupayakan memperbaiki kualitas hidup dan kualitas lingkungan di kota ini.

“Saya berharap kondisi Jakarta akan lebih baik,” ujar Endang (29). Bagi warga Jakarta asal Jawa Barat ini, selain mengatasi persoalan kemacetan, Jakarta di masa mendatang harus bisa melestarikan dan memaknai budayanya.

“Festival Jakarta menurut saya membuat kekhasan kota ini kian terlihat. Jadi, tidak hanya perayaan tahunannya yang penting, yang lebih sulit justru bagaimana melestarikan budayanya,” tuturnya.

Senada dengan Endang, Yudi (61) juga berharap Jakarta bisa lebih tertata, mulai dari kenyamanan dan kebersihannya sehingga tidak semrawut lagi. “Dulu, suasana ulang tahun lebih hidup karena masyarakat ikut serta dalam pawai di jalan, dance on the street. Setiap kelurahan dan kecamatan juga ada acara. Sekarang, HUT sepertinya hanya seremoni dan kurang menyentuh,” ujarnya.

Yudi berharap kebanggaan menjadi warga Jakarta bisa bangkit kembali. “Yang penting pesta rakyatnya, dan semua warga bisa turut merayakannya,” katanya.

Betawi Tempo Doeloe

Tak ketinggalan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta turut menyambut HUT Ibu Kota tercinta dengan menyelenggarakan Pagelaran Kesenian Betawi Tempo Doeloe.

Pagelaran kesenian Betawi Tempo Doeloe yang bertujuan mengajak warga turut melestarikan kebudayaan Betawi ini akan berlangsung pada 14-17 Juni 2012 di Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.

Acara ini rencananya dibuka langsung Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Menurut Wakil Kepala Disparbud DKI, Tinia Budiati, acara tersebut merupakan sebuah pagelaran kesenian yang memperkenalkan budaya Betawi dari tiga daerah berbeda, yakni daerah pesisir, daerah pinggir, dan daerah tengah.

“Melalui pagelaran ini kita dapat melihat berbagai budaya Betawi yang selama ini belum dikenal masyarakat,” kata Tinia di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (12/6).

Kegiatan ini digelar karena Jakarta sebagai Ibu Kota tidak saja memiliki arti sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian, namun juga sebagai pusat budaya. Menurut Tinia, kegiatan yang berlangsung empat hari ini akan menampilkan budaya yang berbeda setiap harinya. Kesenian lenong, keroncong, dan pagelaran kolosal Nyai Dasima bakal menghiasi pagelaran hari pertama.

Selain lenong dan keroncong, pada hari kedua yang dimulai pukul 14.00 warga akan disuguhi pertunjukan gambang kromong, gamelan ajeng, dan sendratari syahbandar.

Pada 16 Juni atau hari ketiga, akan ada pertunjukan Samrah, silat cingkrik, tanjidor, sendratari Jayakarta, dan pertunjukan wayang kulit. Di hari terakhir, tanggal 17 Juni, akan ada wayang smedar, gambus, topeng permainan, dan sendratari Si Pitung sebagai penutup acara.

“Warga Jakarta silakan datang menyaksikan berbagai macam kesenian Betawi ini. Semua pertunjukan gratis. Jadi, silakan ajak sanak saudara dan keluarga Anda ke Setu Babakan pada 14-17 Juni,” pesannya. (Yuliana Lantipo)

 

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Arema Siap Membungkam PBR

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Panwascam Diancam Dibunuh