Perusahaan Benih Nasional Harus Terus Berinovasi
Effatha Tamburian | Jumat, 15 Juni 2012 - 14:05 WIB
: 1144


(dok/SH)
Perusahaan juga harus mendukung pertanian perkotaan.

JAKARTA – Pelaku usaha di bidang hortikultura yang mencakup komoditas buah, sayuran, dan tanaman hias menyatakan selalu siap mendukung upaya untuk mewujudkan kedaulatan pangan.
 
Hal itu dibuktikan dengan kesadaran mereka untuk terus melakukan inovasi benih hortikultura sehingga ke depannya negara ini tidak bergantung pada produsen benih perusahaan-perusahaan multinasional. Demikian dikatakan Ketua Umum Asosiasi Produsen Perbenihan Hortikultura Indonesia (Hortindo) Afrizal Gindow dalam keterangan tertulisnya yang diterima SH, Kamis (14/6).

"Kedaulatan itu seharusnya juga dilihat dari sisi petani. Petani harus memiliki kebebasan dan kemerdekaan untuk memilih benih berkualitas yang ingin mereka tanam," ujarnya usai acara Temu Petani Perkotaan yang dihadiri sekitar 300 pelaku usaha tani dari wilayah Jabodetabek di Desa Gempol Sari Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, Kamis.

Afrizal mengatakan, Hortindo yang beranggotakan 15 perusahaan benih hortikultura meminta para anggotanya untuk terus melakukan inovasi guna menyediakan benih berkualitas yang dibutuhkan petani.
 
"Adalah tugas perusahaan untuk menyediakan benih yang dibutuhkan oleh petani serta mengembangkan program-program yang dapat meningkatkan produktivitas petani, salah satunya melalui pertanian perkotaan," paparnya.

Untuk itu, Afrizal menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan perusahaan pemulia benih sayuran yang telah menemukan dan memproduksi varietas sayuran unggul, khususnya varietas yang dapat dibudidayakan di daerah perkotaan/dataran rendah.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Gempol Sari, Sepatan Timur, Tangerang, Suherman mengatakan petani di daerahnya kini bisa menanam sayuran yang biasanya hanya bisa dibudidayakan di dataran tinggi. Sayuran dataran tinggi yang bisa diproduksi di perkotaan itu, antara lain kembang kol, kailan, dan sawi.

Afrizal menerangkan sayur-sayuran yang disebutkan Suherman tersebut adalah varietas unggul yang dikembangkan perusahaan benih melalui riset yang panjang dan terus-menerus dengan biaya yang tidak sedikit. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tangerang Jarrnaji mengatakan, akan mempertahankan 30.000 lahan pertanian di Kabupaten Tangerang.

"Kondisi sekarang lahan pertanian yang tersedia 47.000 hektare, sudah menyusut dibanding tahun 2008/2009 57.000 hektare. Terkait dengan perkembangan wilayah kami akan pertahankan 30.000 hektare," ujarnya.
Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN