Pubertas Dini, Salah Siapa?
Albertina S.C. | Sabtu, 16 Juni 2012 - 10:42 WIB
: 1126


(Matang sebelum waktunya./mercola.com)
Anak-anak perempuan di Inggris mengalami pubertas lebih maju lima tahun. Streskah penyebabnya?

LONDON - Anak-anak perempuan di Inggris mengalami tanda-tanda pubertas lima tahun lebih dini. Rata-rata usia pubertas pada anak perempuan telah menurun dalam abad terakhir.

Penelitian tentang tren hormon yang mengkhawatirkan itu menunjukkan bahwa anak perempuan di Inggris, sekarang, rata-rata mulai pubertas pada usia 10 tahun. Stres akibat perpecahan keluarga mungkin dapat dituding sebagai biang keroknya, menurut para ilmuwan.

Umur rata-rata gadis yang payudaranya mulai tumbuh pada usia ingusan mulai meningkat dalam 15 tahun terakhir. Mengutip Daily Mail, Jumat (15/6), biasanya tanda-tanda pubertas ini dimulai ketika mereka masih di sekolah dasar. Ini diduga lantaran ketidakseimbangan hormon, yang pada gilirannya telah dikaitkan dengan sejumlah faktor, termasuk obesitas.

Namun, para ahli semakin condong pada dugaan bahwa ketegangan akibat hubungan modern juga dapat menjadi faktor kunci.

Stres Keluarga
Profesor Richard Sharpe dari Universitas Edinburgh mengatakan tren keluarga berantakan dan ketidakhadiran ayah bisa memicu ketidakseimbangan hormon. Stres jangka panjang, dia menambahkan, bisa menimbukan ekspektasi yang lebih tinggi pada anak perempuan baik di sekolah maupun di masyarakat.

Penelitian telah menunjukkan perkembangan payudara—tanda pertama pubertas--dimulai rata-rata pada usia sepuluh tahun. Artinya lebih muda lima tahun sepanjang abad ke-19.

Kondisi ini sangat  berisiko, terutama memicu hubungan seksual pada usia ingusan dan kehamilan remaja. Ini juga terkait dengan risiko peningkatan kanker payudara di kemudian hari.

Profesor Sharpe yang juga pemimpin kelompok di Pusat Kesehatan Reproduksi, mengatakan pada Festival Sains Cheltenham, Kamis, 'Kami melihat pubertas dalam kondisi yang kita anggap situasi stres untuk anak perempuan, misalnya yang diadopsi atau tumbuh tanpa ayah biologis mereka di rumah.”

Mungkin ada ayah tiri atau si anak harus tinggal dalam dua rumah. Itu semua membuat stres dan banyak lagi hal lain yang menjadi umum saat ini.

Stres juga dianggap faktor yang mempercepat kematangan. Penelitian Amerika Serikat berpendapat hal tersebut disebabkan oleh stres yang berkepanjangan, contohnya dalam keluarga berantakan, yang bisa mengubah hormon dalam tubuh dan mempercepat proses pubertas.

 
Obesitas
Tingginya tingkat obesitas anak merupakan faktor kunci yang teridentifikasi sebagai alasan anak perempuan matang sebelum waktunya.

"Bahkan mungkin ini terjadi karena semua harapan dunia modern kepada anak perempuan, akibat perubahan radikal mengenai apa yang mereka harapan," Prof Sharpe berujar.

Penelitian yang pada ribuan anak perempuan di Inggris pada 2010 menemukan kelompok "yang matang sebelum waktunya”  dibandingkan anak perempuan dalam penelitian sebelumnya.

Orang tua dan para ilmuwan tidak yakin tentang penyebabnya. Tetapi, obesitas menjasi tersangka terbesar.

"Obesitas adalah faktor terbesar yang kita tahu. [Tapi] jelas ada hal lain. Apakah itu lingkungan yang dipenuhi bahan kimia, apakah tekanan sosial? Saya akan mengatakan berdasarkan bukti, faktor lingkungan bukan pemain utama," kata Sharpe, mengutip The (London) Times.

Dua tahun silam, sebuah studi oleh peneliti AS menemukan anak perempuan dari semua latar belakang yang ayahnya meninggalkan rumah 2,4 kali cenderung mengembangkan payudara di usia muda. Banyak juga yang payudaranya mulai tumbuh pada usia sembilan tahun dan beberapa pada umur tujuh tahun, menurut sebuah studi terhadap 440 anak perempuan yang digelar University of California Berkeley.

Tabitha Randell, dokter anak yang juga konsultan di Rumah Sakit Anak Nottingham, mengatakan telah menyaksikan sendiri sebuah kasus seorang gadis empat tahun sudah tumbuh bulu dan bau badan.

Komunitas medis telah menyetujui untuk menggelar penelitian lebih lanjut untuk mengungkap fenomena ini. Tetapi para pakar kesehatan juha menyarankan orang tua untuk menjaga berat badan anak mereka.
Sumber : Daily Mail

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 24 April 2014 00:00:00 WIB

Sabun Berbahan ASI Laris di Tiongkok

, 24 April 2014 00:00:00 WIB

Sharon Stone Dilaporkan Stroke