Amankan Pilkada, Polda Siagakan 10.000 Personel
Yuliana Lantipo | Sabtu, 16 Juni 2012 - 11:41 WIB
: 307


(dok/ist)
Peran Pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama, majelis-majelis, dan dewan gereja diperlukan.

JAKARTA – Polda Metro Jaya beserta jajarannya akan menyiagakan 10.000 personelnya untuk pengamanan pemilihan umum kepala daerah DKI Jakarta. Seluruh personel akan ditempatkan di titik-titik konsentrasi massa saat masa kampanye nanti.
 
Sistem pengamanan akan dilakukan dengan cara terbuka dan tertutup. Namun, sebelum pelaksanaan kampanye, Polda Metro Jaya juga akan memanggil enam pasang calon untuk melakukan deklarasi kampanye damai, Rabu (20/6).

Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Agung Budi, mengatakan hal ini, Jumat (15/6), di Balai Kota, usai menghadiri acara tatap muka bersama tokoh agama dan Pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama.

Dikatakan, sejauh ini situasi keamanan wilayah Ibu Kota sangat kondusif.  Kendati begitu, pihaknya akan tetap melakukan pengamanan secara rutin, guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Ia mengharapkan pelaksanaan pesta demokrasi ini berjalan lancar, aman, dan terkendali.

“Situasi Jakarta yang kondusif ini harus terus dijaga bersama. Bagi mereka yang akan melakukan kampanye, silakan lakukan dengan tertib, tidak mengganggu pihak lain atau merusak fasilitas umum yang ada. Namun, sebelum pelaksanaan kampanye, kami akan mengundang enam pasang calon pada 20 Juni untuk deklarasi kampanye damai di Polda Metro Jaya. Selanjutnya, tanggal 21 Juni akan digelar apel bersama antara Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Satpol PP, dan instansi terkait lainnya,” ujar Budi.

Budi menambahkan, sejauh ini titik-titik rawan terjadinya gesekan massa saat masa kampanye belum bisa diidentifikasi. Kendati begitu, polisi akan melakukan penjagaan ekstra ketat di lokasi-lokasi yang dijadikan tempat kampanye nanti.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, situasi Ibu Kota memang benar-benar kondusif. Ia berharap agar seluruh umat beragama terus menjalin silaturahmi. Saat masa kampanye dan masa tenang, peran FKUB dan majelis-majelis serta dewan gereja ini sangat dibutuhkan untuk mengingatkan seluruh khalayak agar tetap mematuhi peraturan.

“Jadikan kerukunan umat beragama ini sebagai perekat bangsa. Silaturahmi ini menjadi momentum yang baik untuk memantapkan situasi dalam menyambut pesta demokrasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI. Kami mengimbau seluruh umat beragama terus bekerja keras menjaga lingkungannya masing-masing, sehingga pelaksanaan pilgub nanti berjalan aman, lancar tanpa gangguan apa pun,” katanya.

Selanjutnya, ia meminta para lurah dan camat, sebagai ujung tombak pemerintahan, untuk terus meningkatkan komunikasinya secara intensif dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat agar lingkungan tetap kondusif.
 
Tak hanya itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DKI Jakarta juga harus bekerja keras melakukan komunikasi dengan para organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, dan sebagainya.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

12 Batang Emas di Perut Warga India

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

Mengapa Perempuan Lebih Tertarik pada Musisi?