Penggagas Kampanye Menyusui Dipecat
Dina Damayanti | Sabtu, 16 Juni 2012 - 11:57 WIB
: 561


(Foto:dok/Brynja Sigurdardottir)
Foto dua anggota militer AS yang digagas Crystal Scott, menuai kontroversi.

WASHINGTON - Masih ingat foto dua anggota militer AS dengan baju seragam mereka tengah menyusui yang kemudian menggemparkan publik negeri adidaya itu? Ternyata, perempuan yang menggagas foto tersebut sebagai bagian dari kampanye untuk meningkatkan kesadaran memberikan Air Susu Ibu (ASI) baru saja dipecat dari pekerjaannya sebagai teknisi sinar X.

Crystal Scott, seorang mantan perwira militer, sekaligus istri tentara dan direktur program kelompok yang ingin meningkatkan kesadaran untuk menyusui ASI, Mom2Mom, di Pangkalan Udara Fairchild, diberhentikan oleh tempat kerjanya Schryver Medical, penyedia jasa pemeriksaan sinar X, EKG, ultrasounds dan layanan digital imaging medis lainnya, per tanggal 1 Juni.

"Dia dipecat karena hasratnya menginisiasi kampanye meningkatkan kesadaran untuk menyusui Mom2Mom dan berbicara soal persamaan gender dan hak-hak perempuan," sahut pengacaranya, Patricia K. Buchanan, kepada Yahoo! Shine dalam wawancara, Jumat (15/6).

"Buat kami ini sangat mengejutkan," kata presiden Schryver Medical, Jay Schryver kepada Yahoo! Shine dalam wawancara melalui telepon, Jumat. Tak lama kemudian ia mengeluarkan pernyataan resmi.

"Crystal Scott diberhentikan oleh perusahaan pada 1 Juni dengan berbagai alasan yang berkaitan dengan hubungan kerja yang sah," tulis Schryver dalam pernyataanya.

"Diantara sekian banyak hal, satu hari sebelum diberhentikan, Ms. Scott melanggar sistem ketepatan waktu perusahaan dan mengabaikan penugasan yang sangat berhubungan dengan ketepatan waktu. Setelah itu, Ms. Scott mengabaikan beberapa kali upaya perusahaan untuk menghubunginya untuk menanyakan keberadaannya dan status dari penugasannya. Ketika perusahaan akhirnya berhasil menghubungi Ms. Scott, ia memberitahukan mereka kalau ia sedang sakit dan tidak bisa masuk kerja."

"Berdasarkan catatan perusahaan - termasuk data GPS dari mobil milik perusahaan yang digunakannya untuk bekerja - Ms. Scott sebenarnya berada di sebuah media lokal untuk melakukan keperluan pribadinya, di waktu kerja, menggunakan kendaraan milik perusahaan sebagai alat transportasi."

"Schryver Medical bisa memahami sepenuhnya kegembiraan Ms. Scott mendapatkan banyak perhatian dari media, baik secara pribadi maupun upaya untuk mempromosikan kampanye yang digagasnya," imbuh Schryver.

"Namun, hal-hal seperti itu tidak bisa dijadikan alasan baginya untuk tidak memenuhi keinginan yang masuk akal dari perusahaan tempatnya bekerja."

Schryver mengatakan bahwa Scott telah diberitahukan mengenai pelanggaran yang dilakukannya ini secara terperinci, secara tertulis dan mengenai kabar bahwa Schryver Medical memberitahukan Crystal Scott bahwa ia diberhentikan akibat mendapat perhatian media, adalah tidak benar.

Foto yang menyebabkan kehebohan itu menampilkan dua ibu yang bekerja sebagai tentara sedang menyusui bayi-bayi mereka, sambil mengenakan seragam Pasukan Penjaga Udara Nasional AS. Meski banyak orang yang mendukung hak perempuan untuk menyusui kapan saja, namun sejumlah orang lainnya merasa bahwa foto tersebut tidak menunjukkan sikap hormat terhadap militer.

Scott yang pernah menjadi anggota militer dari tahun 2000 hingga 2006, termasuk ditugaskan ke Irak dan suaminya masih aktif bekerja di militer - merasa terkejut dengan sikap sejumlah orang yang keberatan dengan foto tersebut. "Saya adalah seorang teknisi sinar X dan saya menyusui dengan mengenakan seragam militer saya setiap saat," katanya kepada Yahoo! Shine dalam sebuah wawancara tanggal 30 Mei lalu, tepat pada hari kontroversi ini mencuat. 

"Pasti mereka telah dipanas-panasi. Tapi banyak orang melakukannya (menyusui) setiap saat sambil menggunakan seragam mereka. Jika Anda memiliki bayi yang lapar, mengapa Anda harus menghabiskan waktu untuk mengganti baju?"

Dua anggota Pasukan Penjaga Udara Nasional AS yang tampil di foto kontroversial tersebut, Terran Echegoyen-McCabe dan Christina Luna telah ditegur karena foto tersebut "melanggar kebijakan yang melarang anggota militer menggunakan seragam untuk mengkampanyekan sesuatu, mempromosikan sebuah produk atau menyiratkan dukungan," tulis Air Force Times.

"Seragam militer itu telah disalahgunakan. Itu melanggar aturan," kata Kapten Keith Kosik, juru bicara Pasukan Penjaga Nasional Washington kepada Air Force Times. "Saya ingin sangat, sangat jelas mengenai hal ini. Permasalahan kami adalah bukan, atau tidak pernah, berkaitan dengan menyusui. Ini hanya terkait dengan menghormati baju seragam dan memastikan seragam itu tidak disalahgunakan. Saya tidak bisa mengenakan seragam saya untuk mengikuti kampanye politik, mencoba untuk menjual sesuatu kepada Anda atau memaksakan ideologi. Itu bukan apa yang kami permasalahkan."

Sementara itu, pengacara Scott mengatakan bahwa maraknya pemberitaan di seputar foto tersebut hanya merupakan salah satu alasan pemecatan Scott. Bulan Mei, imbuh Buchanan, Scott menerima keluhan adanya bias gender di Schryver Medical, ketika ia masa kerjanya di perusahaan itu menginjak bulan ke-16. Atasan Scott memintanya agar tidak mengajukan keberatan resmi, dengan mengatakan bahwa "ia akan menangani masalah ini," ujar Buchanan. Dua minggu kemudian, Scott dipecat.

Menurut Buchanan, Scott telah mengajukan keluhan kepada atasannya mengenai perilaku pilih kasih yang ditunjukkan kepada para pekerja laki-laki dan adanya pernyataan menghina dan merendahkan yang ditujukan kepada para perempuan di kantor. "Ketika ia (Scott) diminta bekerja pada hari libur, dimana sebagai karyawan senior ia berhak mendapatkannya, dia diperlakukan dengan sangat merendahkan dan mendapatkan panggilan-panggilan mengejek," kata Buchanan, sambil menyebutkan panggilan itu seperti "Kamu masih bayi" dan "Kamu itu perempuan, kamu tidak bisa pergi ke sana, di sana menakutkan." Meski mendapat pengalaman tak enak, saat itu Scott setuju untuk tidak mengajukan keberatan resmi, karena ia mencintai pekerjaannya.

"Dia tidak bisa mengajukan keberatan secara retroaktif, namun ia bisa mengajukan gugatan atas diskriminasi persamaan gender," tegas Buchanan kepada Yahoo! Shine. "Keputusan ini belum diputuskan, namun ini merupakan sebuah pilihan."

Perusahaan tidak sepakat dengan apa yang diutarakan Scott. "Schryver Medical memiliki kebijakan perusahaan yang ketat melawan segala bentuk diskriminasi dan perusahaan tidak pernah melakukan diskriminasi terhadap Crystal Scott dalam bentuk apapun termasuk busana," kata Jay Schryver. "Jujur saya, tuduhan dia di media dan dari pengacaranya adalah hal yang mengejutkan dan Schryver Medical akan melakukan pembelaan habis-habisan."
 

Sumber : Yahoo

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN