ISPU Pontianak Masuk Kategori Berbahaya
Senin, 18 Juni 2012 - 12:18 WIB
: 250


(Foto:dok/depoknews.com)
Buruknya kualitas udara ini terjadi sejak 2 hari terakhir akibat asap pembakaran lahan.

PONTIANAK - Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada malam hari di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, masuk dalam ketegori berbahaya bagi kesehatan manusia, kata Wakil Wali Kota setempat Paryadi.

"Data ISPU yang saya terima dari Badan Lingkungan Hidup Kota Pontianak, kualitas udara pada malam hari mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB masuk dalam ketegori tidak sehat," kata Paryadi di Pontianak, Senin (18/6).

Kemudian pada pukul 24.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB pagi sudah masuk dalam kategori berbahaya bagi kesehatan manusia, dan mulai pukul 02.30 WIB hingga pukul 05.30 WIB kategori tidak sehat, kata Paryadi.

"Buruknya kualitas udara di Kota Pontianak dan sekitarnya sudah terjadi sejak dua hari terakhir akibat asap pembakaran lahan yang terjadi di luar kota ini," katanya.

Wakil Wali Kota mengimbau, kepada warga kota itu dan sekitarnya untuk tidak melakukan pembakaran lahan pertanian maupun sampah-sampah karena berakibat semakin memperburuk kualitas udara di Kota Pontianak, terutama mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB pagi harinya.

Pemerintah Kota Pontianak sudah menyiapkan sebanyak 5.000 masker gratis bagi warga yang sewaktu-waktu membutuhkan kalau dalam beberapa hari ke depan kualitas udara semakin memburuk.

"Bagi masyarakat yang membutuhkannya silakan ambil di BLH dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak," ungkap Paryadi.

Dalam kesempatan itu, Paryadi mengimbau, kepada masyarakat Kota Pontianak agar mengurangi aktivitasnya di luar rumah pada malam hari. "Kalaupun terpaksa keluar rumah, sebaiknya menggunakan masker agar partikel-partikel asap tidak masuk ke saluran pernapasan melalui hidung," ujarnya.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan kabut asap tebal menyelimuti pesisir Kalbar dan semakin pekat saat memasuki Kota Pontianak, Senin pagi.

Jarak pandang di pinggiran Kota Pontianak hingga pukul 07.30 WIB berkisar 500 meter. Salah satu daerah yang cukup pekat dengan kepulan asap adalah Wajok, Kecamatan Siantan Hulu, Kabupaten Pontianak.

Kabut asap yang pekat membuat cahaya matahari tidak mampu menembusnya sehingga cuaca seolah-olah mendung.

Kabut asap rutin terjadi di Kalbar ketika memasuki musim kemarau. Kebakaran lahan, baik disengaja maupun tidak kerap dituding menjadi penyebabnya. Lahan gambut yang tersebar di pesisir Kalbar membuat api sulit dipadamkan dan asap yang dihasilkan sangat tebal.
Sumber : Ant

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN