Bank Dunia-Rio Luncurkan Program Kota Rendah Karbon
Selasa, 19 Juni 2012 - 10:16 WIB
: 198


(Foto:dok/alena19.wordpress.com)
Perkotaan di dunia menghabiskan 2/3 konsumsi energi dunia.

JAKARTA - Bank Dunia dan Pemerintah Kota Rio de Janeiro menjelang pelaksanaan KTT Rio+20 di Brazil pada 20-22 Juni, meluncurkan program pembangunan kota rendah karbon terkait investasi rendah karbon dan mitigasi perubahan iklim di kota.

"Kami merasa tersanjung karena Rio bersedia menjadi mitra kunci kami dalam mengatasi dua tren yang terjadi pada abad ke-21 ini, yaitu urbanisasi dan perubahan iklim," kata Wakil Presiden Bank Dunia untuk Amerika Latin dan Karibia, Hasan Tuluy, dalam keterangan tertulis Bank DUnia yang diterima di Jakarta, Selasa (19/6).

Menurut Hasan Tuluy, sertifikasi ISO yang juga terdapat dalam program komprehensif perubahan iklim di perkotaan tersebut membuat Program Kota Rendah Karbon Rio juga dapat menjadi model bisnis mitigasi perubahan iklim bagi kota-kota lainnya di seluruh dunia.

Apalagi, lanjutnya, perkotaan di dunia menghabiskan dua pertiga konsumsi energi dunia dan 70 persen dari emisi gas rumah kaca global.

Penerapan program itu di Rio de Janeiro juga dinilai merupakan saat yang tepat mengingat kota tersebut sedang mempersiapkan investasi yang sangat besar, terutama dalam bidang infrastruktur, dalam menghadapi Piala Dunia 2014 dan Olimpiade 2016.

Selain itu, program tersebut juga dinilai akan membantu Rio dalam mengamankan tingkat pertumbuhan karbon-rendah dan melestarikan sumber daya alam yang sangat kaya di dalam kota tersebut.

Walikota Rio de Janeiro, Eduardo Paes mengatakan, Rio de Janeiro adalah pemimpin dalam bidang mitigasi perubahan iklim karena merupakan kota pertama yang menetapkan sasaran yang kongkrit dan jelas untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

"Pada akhir tahun ini, Rio akan mengurangi emisinya menjadi 8 persen. Pada 2020, jumlah ini akan menjadi 20 persen," kata Eduardo Paes.

Dengan kata lain, ujar dia, target Rio de Janeiro adalah mengamankan reduksi 2,3 juta metrik ton pada 2020, atau setara dengan 20 persen emisi kota Rio pada 2005.

Untuk mencapainya, beragam proyek dan kebijakan yang diluncurkan pada sektor urban antara lain adalah menggandakan jalur sepeda, membuka empat jalur eksklusif Bus Rapid Transit (BRT) dan perbaikan sanitasi di Zona Oeste, areal paling padat di kota tersebut.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan dirinya akan mendorong aksi agenda ekonomi berkelanjutan dan berkeadilan saat menghadiri pertemuan para pemimpin di Komisi Tingkat Tinggi Rio+20 di Rio de Janeiro, Brasil, pada 20-22 Juni.

Hal ini dijelaskan Presiden saat memberikan pidato respon kebijakan global berjudul Manifesto 2015 Pertumbuhan Berkelanjutan dan Berkeadilan di Kampus Center for International Forestry Research (CIFOR) di Bogor, Rabu (13/6).

"Saya akan mengambil kesempatan ini untuk mengirim pesan dan memanggil aksi untuk agenda pembangunan berkelanjutan di KTT Rio+20. Mari mengambil tanggung jawab untuk untuk masa depan manusia dan untuk bumi," kata Presiden.

KTT Rio+20 yang merupakan tonggak 20 tahun setelah KTT Bumi pertama pada 1992 di Rio de Janeiro, Brasil, akan dihadiri lebih dari 100 pemimpin negara.
Sumber : Ant

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN