Pilih Proyektor LCD Anda
Wheny Hari Muljati | Selasa, 19 Juni 2012 - 13:26 WIB
: 885


(dok/SH)
Proyektor LCD mungkin bisa menjadi sarana memeriahkan acara nonton Anda.

Bagi sebagian masyarakat, nonton bareng (nobar) di tempat yang lebih lapang dengan banyak penonton terasa lebih mengasyikkan daripada menonton televisi bersama beberapa orang saja di ruang keluarga.

Gegap sorakan-sorakan dukungan terasa seru saat tim jagoan nyaris menyarangkan bola ke jaring-jaring gawang lawan. Apalagi, bila gambar pertandingan yang kita saksikan dalam ukuran besar. Detik-detik saat bola menjebol gawang lawan pun seolah menggetarkan hati, terbawa sampai ke alam mimpi.

Adanya kemeriahan yang beberapa tahun terakhir menjamur bersamaan dengan digelarnya ajang-ajang besar bisa dikatakan adalah berkat hadirnya perangkat yang bernama proyektor LCD atau LCD Projector. Perangkat yang pada awalnya dibuat untuk menampilkkan gambar, video, dan presentasi data visual lainnya ini kini kian akrab dengan yang namanya nobar.

Bukan hanya presentasi di ruang rapat di kantor-kantor yang kini menggunakan proyektor portabel ini, presentasi di hampir semua tempat bisa dilakukan asalkan ada permukaan datar yang bisa menjadi “layar” untuk menampilkan sorotan gambar yang keluar dari perangkat ini.

Proyektor Mini

Menurut beberapa penjual, walau bentuk perangkat ini kian praktis di satu sisi, namun ukuran proyektor LCD sebenarnya masih tergolong besar bila dibanding dengan jenis proyektor lain.

Hal ini senada dengan keterangan di situs Wikipedia yang menyatakan bahwa proyektor LCD umumnya besar. Menurut situs ini, proyektor yang ada di pasaran saat ini menggunakan dua jenis teknologi, yakni Liquid Crystal Display (LCD) dan Digital Light Processing (DLP).

“Keduanya memiliki keunggulan tersendiri. Jenis LCD paling banyak tersedia. Teknologi ini memungkinkan cahaya yang dihasilkan lebih efisien, saturasi warna lebih baik, begitu pula ketajamannya. Hanya, jenis ini punya kelemahan yang disebut chicken wire effect, yakni efek gambar yang terlihat terkotak-kotak, akibat piksel yang tidak rapat. Berbeda dengan DLP yang terlihat halus, karena pikselnya berdekatan,” demikian penjelasan situs ini.

Kelemahan

Selain wujudnya yang umumnya besar, proyektor LCD juga berisiko terkena penyakit dead pixel yang dapat mengganggu tampilan secara permanen. Menurut situs ini lagi, proyektor DLP memiliki kontras gambar lebih bagus, selain lebih portabel dan ringan.

Penyebab proyektor LCD bertubuh tambun adalah terlalu banyaknya komponen di dalamnya, yang terdiri dan tiga panel kaca LCD, yang masing-masing berfungsi untuk menyalurkan cahaya merah, hijau, dan biru,” demikian keterangan dalam Wikipedia.

Bagaimanapun, banyak produsen terus berlomba menawarkan berbagai spesifikasi dan tampilan andalan untuk mendongkrak tingkat jual produk mereka.

Hampir semua merek, seperti Acer, BenQ, Dell, EIKI, Hitachi, Toshiba, Sony, Sanyo, Panasonic, Mitsubishi, NEC, dan ViewSonic pun menjajal pasar mereka di negeri ini. “Indonesia merupakan pasar yang besar untuk produk-produk proyektor LCD ini,” demikian pernyataan salah satu produsen dalam situsnya.

Kisaran Harga

Menurut Tia, penjual perangkat ini di Toko Versacom, merek yang paling laku adalah Infocus, Sony, dan Panasonic. Dengan harga paling murah bervariasi mulai dari Rp 3,1 juta hingga Rp 4,9 juta. “Tapi sampai sekarang yang paling murah adalah merek Infocus,” tutur Tia.

Bila acara nobar hanya disaksikan seratusan orang, kita masih bisa menggunakan LCD proyektor yang standar, SVGA. Tapi kalau perlu yang bagus, sebaiknya silakan beli yang sudah WXGA,” tutur Tia.

Bagi Anda yang hanya ingin menggunakan perangkat ini sesekali saja, Anda bisa menyewanya. Accer dan Sharp yang menurut Tia disewakan di tokonya. “Harga sewanya Rp 250.000 per hari,” ujar Tia.

Penyewaan proyektor LCD ini rupanya juga marak di kota selain Jakarta, antara lain di Yogyakarta. Perangkat dengan daya tahan lampu hingga 5000 jam ini disewakan rata-rata Rp 200.000 per hari di Kota Gudeg ini.

Menurut Agung pemilik Top Multimedia, penyewa perangkat ini umumnya para mahasiswa atau para aktivis yang memerlukan perangkat portable untuk presentasi saat ada acara-acara terkait aktivitas mereka.

Tahan 15 Jam

Pada ajang Piala Eropa ini malah tidak signifikan peningkatan penyewaannya, mungkin kurang menarik bagi masyarakat di sini,” tutur Agung. “BenQ yang harga sewanya paling mahal, per harinya Rp 600.000,” tambah Agung. “Kalau Accer per hari Rp 200.000 sampai Rp 250.000 saja,” lanjutnya.

Kendati harganya kian murah, bagi Agung, harga perangkat ini masih tergolong mahal. Jadi, perlu perawatan khusus agar perangkat ini tahan lama. Salah satu kiat merawatnya menurut Agung adalah jangan segera mencabut kabel powernya sebelum kipas di dekat mesinnya berhenti.

Selain itu pengguna juga perlu memperhatikan batas waktu penggunaan yang disarankan. Kalau untuk presentasi, pemakaian paling lama 4 jam. Kalau untuk nobar, semua LCD bisa sampai 15 jam, tetapi sesekali harus diistirahatkan. Paling tidak selama 1 jam per hari,” pesan Agung.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN