Saina, Indonesia, dan India
CR-31 | Rabu, 20 Juni 2012 - 13:02 WIB
: 482


(dok/antara)
Susi Susanti memuji semangat juang Saina Nehwal.

Indonesia seperti negara kedua bagi Saina Nehwal. Bagaimana tidak, pemain asal India itu selalu mengalami keberuntungan di negeri ini. Empat kali ia sampai di putaran final dan tiga kali membawa pulang gelar, yaitu pada 2009, 2010, dan 2012.

“Saya selalu menganggap negara ini berbeda. Saya seolah bermain di negeri saya sendiri. Tiap kali saya bermain di sini saya takjub dengan dukungan penonton yang begitu banyak. China mungkin hanya didukung oleh segelintir orang, tapi saya didukung hampir satu stadion,” kata pemain yang mengalahkan pemain China, Li Xuerui.

Setelah tidak menyisakan satu wakil di nomor tunggal putri Djarum Indonesia Open 2012, pekan lalu, penonton di Istora Gelora Bung Karno tampak menyerukan nama Saina.

Permainan gadis 22 tahun itu memang tidak setajam pemain-pemain China, tidak tampak smash-smash keras dari tangannya. Namun keuletannya mampu membuat penonton tercengang. Terlihat dari hasil yang diraihnya di putaran semifinal dan final saat ia harus bermain rubber set.

Pola bermain bertahan dengan reli panjang ini membuat ia sering disamakan dengan gaya permainan Susi Susanti, legenda bulu tangkis Indonesia yang memang dikenal bermain ulet. Mendengar pernyataan ini Saina mengatakan dirinya sangat terhormat jika ada yang menganggapnya seperti itu. ia juga sangat mengagumi sosok Susi yang dianggapnya sangat berjasa bagi negara.

“Saya ingin mencontoh apa yang telah dilakukannya untuk negaranya. Sebagai Saina saya juga ingin berbuat banyak bagi negara saya,” kata Saina.

Legenda bulu tangkis Indonesia Susi Susanti juga angkat bicara melihat kebolehan pemain muda ini. “Dia adalah atlet yang cerdik dan ulet. Tidak mudah menyerah dalam keadaan apa pun. Walau secara teknik dia masih kalah dari pemain China, tapi dengan semangat juangnya yang tinggi ia mampu meraih kemenangan,” kata Susi.

Di usianya yang masih terbilang muda, Saina sudah berhasil membawa nama negaranya berkibar di pentas persaingan negara-negara kuat bulu tangkis yang biasanya tersebar di Asia Timur dan Asia Tenggara. Ia merupakan pemain India pertama yang berhasil sampai ke putaran perempat final Olimpiade.

Hasil itu jelas sangat memuaskan karena di saat itu ia masih berusia 18 tahun dan baru pertama kali tampil di Olimpiade. Saina juga berhasil memberikan medali emas bagi India di Kejuaraan Dunia 2008, medali emas di Commonwelth Games 2010, dan medali perunggu di Kejuaraan Asia 2010.

Berbagai gelar di kejuaraan bulu tangkis internasional sudah dicicipinya, di antaranya Singapure Open Super Series 2010, Hong Kong Super Series 2010, Swiss Open GP Gold 2012, dan Thailand Open GP Gold 2012. Gelar ini jelas membuat India patut berbangga. India yang dulunya tidak “dianggap” sebagai salah satu kekuatan bulu tangkis semakin hari semakin menanjak.

Semakin Banyak

Kini semakin banyak pemain India yang bermunculan dalam daftar pemain BWF. Pemain tunggal putra India Kashyap Parupalli mengatakan perkembangan bulu tangkis di India tidak lepas dari ketenaran Saina.

“Sekarang bulu tangkis semakin berkembang. Pemain muda semakin banyak bermunculan. Perkembangan ini terjadi sejak sepak terjang Saina,” kata atlet 25 tahun itu.

Di Olimpiade London 2012, Saina akan menjadi andalan India untuk memboyong medali. Namun pemain India pertama dengan peringkat tertinggi itu mengaku tidak ingin membebani diri dengan target meski di tahun ini sudah mengantongi beberapa gelar.

Indonesia Open adalah ajang yang sangat baik untuk berlatih karena di sini semua pemain top dunia berkumpul. Saya tentu ingin menang di Olimpiade tapi saya tidak terlalu memikirkan itu. Yang terpenting bagi saya sekarang adalah proses untuk semakin membenahi diri. Setelah saya menang di beberapa turnamen, saya rasa semua pemain yang akan tampil di London akan semakin mengincar saya,” kata pemain peringkat lima dunia itu.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN