Ibu Stress, Mainlah dengan Anak
Widita Fembrian | Kamis, 21 Juni 2012 - 16:34 WIB
: 859


(dok/ist)
Menjadi ibu tunggal bagi anak merupakan pekerjaan yang berat.

JAKARTA – Menjadi orang tua tunggal pasti agak sulit. Mereka harus memainkan peran ganda, selain mengasuh anak juga harus bekerja demi keberlangsungan hidup keluarga.

Apalagi jika persoalan itu dialami perempuan. Banyak perempuan pasti akan mengaku mengalami stress jika harus memainkan peranan ini.

Disaat tuntutan karier sedang tinggi mereka juga harus memikirkan keluarga, itu pangkal penyebab banyak ibu tunggal mengalami depresi dan keterpurukan mental.

Namun, persoalan itu dapat diminimalisir bahkan dihilangkan. Banyak cara yang dapat dilakukan para ibu tunggal untuk mengusir kejenuhan.

Seperti dilansir dari Reuters, Kamis (21/6), ibu tunggal dapat menghilangkan stress yang sedang menderanya akibat pekerjaan dengan menghabiskan banyak waktu membaca dan bermain game dengan anak-anak mereka.

Para peneliti dari Kansas State University, di Amerika Serikat menemukan, berinteraksi dengan anak tidak hanya bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, namun juga baik bagi kesehatan dan psikologis ibu dalam jangka panjang.

“Hal terpenting yang kami temukan adalah, itu merupakan cara terbaik untuk mengurangi stress bagi orang tua yang sedang mendapatkan banyak tekanan”, kata Blake Berryhill, salah satu peneliti yang melakukan penelitian.

Blake menjelaskan, menjadi ibu tunggal dapat membawa stress yang berlebihan karena sumber daya ekonomi menurun, jam kerja lebih lama dan jaringan dukungan terbatas.

Menurut angka Sensus Amerika Serikat hampir 10 juta ibu tunggal yang tinggal dengan anak berusia di bawah 18 tahun naik menjadi 3,4 juta pada tahun 2010 dibandingkan dengan tahun 1970.

Berryhill dan rekan-rekannya mendasarkan penemuan mereka pada data nasional di Amerika Serikat yang berhubungan dengan ibu tunggal. Mereka juga meneliti 2.370 ibu tunggal, mengenai stres yang dialaminya dan keterlibatan belajar serta temperamen anak pada usia satu, tiga dan lima tahun.

Menurut para peneliti, temperamen anak adalah faktor penting karena anak-anak akan lebih sulit diatur ketika mereka masih berusia balita.

Maka itu, para peneliti meninginkan agar para ibu tunggal lebih banyak berinteraksi dengan anak yang masih berusia dibawah lima tahun. Tentunya, itu akan menimbulkan perasaan senang diantara keduanya.

“Menjadi seorang ibu tunggal dan menjadi orangtua pada umumnya sangat melelahkan, tapi jika ibu bersedia untuk menghabiskan waktu bersama anak-anaknya, dapat mengurangi stres orang tua karena dia akan merasa bahwa dalam perannya sebagai seorang ibu, ia melakukan sebuah pekerjaan yang memadai”, tambah Berryhill.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

 Peringati Hari Bumi, Aktivis Gelindingkan Bola Bumi di Jalan

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

Sekretaris KPU Bawa Pisau ke Rapat Pleno