Anggur untuk Setengah Baya
Albertina S.C. | Senin, 25 Juni 2012 - 17:31 WIB
: 205


(Dua gelas anggur untuk kualitas hidup./telegraph.co.uk)
Dua gelas anggur setiap hari dapat meningkatkan kualitas hidup mereka yang berusia 50 tahun.

JAKARTA – Minum anggur dalam jumlah sedang atau moderat dapat meningkatkan kualitas hidup orang yang berusia 50 tahun dibandingkan mereka yang menjauhi minuman tersebut. Demikian temuan para peneliti Boston University School of Medicine yang mempelajari  5.404 warga Kanada.

Studi yang dilansir The Telegraph, Minggu (24/6), menemukan bahwa mereka yang minum dalam jumlah sedang atau tidak lebih dari 14 minuman seminggu dan maksimal tiga hari untuk perempuan dan empat hari untuk pria--memiliki skor lebih baik secara keseluruhan ketimbang mereka yang sama sekali tidak mengecap anggur.

Para peneliti mengukur kualitas hidup menggunakan indeks Health Utilities  yang melihat faktor, termasuk ketangkasan, emosi, kognisi, dan mobilitas.

Tim dari Boston University mempelajari ribuan orang Kanada berusia 50 tahun dan terus mengamati mereka selama periode tindak lanjut.

Hasilnya, studi menemukan pola konsumsi alkohol yang stabil dan peminum sedang yang sebagian besar menunjukkan pola konsumsi alkohol yang stabil dan mengidentifikasi 'peminum moderat tetap'.

Mereka yang secara teratur minum anggur dalam jumlah sedang mencatat rekor yang tingi di  masing-masing indeks kesehatan. Inilah yang membuat para peneliti mengatakan, sepasang gelas anggur setiap hari meningkatkan kualitas hidup Anda.

Namun, perubahan berikutnya dalam kualitas hidup setelah 50 tahun ternyata sama pada semua kelompok. Kecuali, kata peneliti, bagi mereka yang mengurangi minum dari tingkat sedang--dan menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Para peneliti menulis: "Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan hubungan positif antara konsumsi alkohol moderat yang teratur dan kualitas hidup di usia setengah baya.” Disebutkan pula, "Dampak pada kualitas hidup berikutnya akibat konsumsi alkohol lanjutan  atau penurunan jumlah anggur yang dikecap, tetap tidak jelas."

Tapi, para pengulas yang diundang untuk mengomentari studi tersebut memperingatkan bahwa studi ini tidak memperhitungkan alasan orang berhenti atau mengurangi minum anggur.

Harvey Finkel dari Boston University Medical Center, mengatakan, seiring bertambah usia, bahkan dengan mengabaikan hambatan medis, umumnya interaksi sosial  menurun, “Yang menyebabkan stimulasi untuk minum kurang dan kesempatan untuk minum makin sedikit.”
Sumber : The Telegraph

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Arema Siap Membungkam PBR

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Panwascam Diancam Dibunuh