Makanan Yang Baik dan Buruk untuk Pencernaan (II)
Dina Damayanti | Senin, 25 Juni 2012 - 18:15 WIB
: 1424


(Foto:dok/makebiofuel.com)
Kalsium memang penting, tapi hati-hati produk susu bisa menyebabkan diare.

LOS ANGELES - Secara teori, Anda harus bisa mencerna segala jenis makanan yang Anda makan.

Namun perubahan dalam memproses makanan dan persiapan, belum lagi gaya hidup bisa membuat perut Anda tidak selalu bereaksi positif terhadap apapun yang Anda makan.

Lebih baik menghindari sejumlah makanan, seperti makanan berlemak untuk menghindari sakit perut. Namun, untungnya alam juga menyediakan makanan yang bisa dicerna dengan mudah oleh pencernaan. Berikut daftar sejumlah makanan yang baik dan buruk bagi pencernaan Anda seperti dikutip dari Health.com:

Makanan yang buruk bagi pencernaan:
Buah berry

Buah berry baik untuk kesehatan Anda, namun buah berry yang memiliki biji kecil bisa menyebabkan masalah bagi orang yang mengidap divertikulitis, atau penyakit pencernaan umum yang utamanya ditemukan di usus buntu atau usus besar yang mengalami peradangan atau infeksi.

"Teorinya adalah bahwa biji-biji itu akan menghalangi usus buntu dan berisiko menimbulkan infeksi," ujar Tim McCashland, MD, dokter gastroenterologis di University of Nebraska Medical Center di Omaha. "Penelitian tidak pernah membuktikan hal ini namun ini selalu ada dalam teori." Jika Anda menemukan biji-biji berries, termasuk biji bunga matahari dan labu, semua itu bisa mengiritasi usus Anda sehingga lebih baik menghindarinya.

Cabai
Bumbu pedas ini bisa mengiritasi kerongkongan dan bisa menimbulkan perut mulas.

Cabai bisa menimbulkan masalah bagi orang yang memiliki sindrom iritasi usus atau mereka yang sudah memiliki sakit perut kronis, ujar Dr. McCashland.

Produk susu
Anda memerlukan kalsium dalam menu sehari-hari dan satu cara mudah untuk mendapatkan kalsium adalah dari produk-produk susu seperti susu dan keju. Namun mereka yang memiliki alergi laktosa, produk susu bisa menyebabkan diare, perut bergas dan perut kembung serta kram.

Alergi laktosa adalah masalah yang biasa terjadi, yang muncul ketika seseorang tidak memproduksi laktase yang cukup, sebuah enzim yang bisa mengurai laktose, atau gula yang terdapat dalam susu. Penyakit celiac, penyakit Crohn's dan kemoterapi bisa merusak usus, yang juga bisa menyebabkan alergi laktosa. Jika Anda alergi laktosa, jauhilah produk-produk susu.
 
Cokelat
Penelitian tahun 2005 menyebutkan bahwa cokelat bisa menimbulkan masalah bagi mereka yang memiliki sindrom iritasi usus atau konstipasi kronis.

Namun, menurut Jessica Anderson, RD, ahli diabetes di Texas A&M Health Science Center Coastal Bend Health Education Center, di Corpus Christi, cokelat bukanlah musuh. Bagi mereka yang alergi susu, pengganti yang terbaik adalah susu yang terdapat dalam banyak jenis cokelat. Cokelat juga mengandung kafein, sehingga bisa menimbulkan perut kram, kembung dan diare.

Kopi, teh dan minuman ringan
Kopi, teh dan minuman bersoda bukan hanya bisa menimbulkan asam lambung di perut, tapi juga bisa bertindak sebagai diuretik yang bisa menyebabkan diare dan perut kram.

Minuman yang mengandung kafein bisa menyebabkan masalah tertentu, khususnya bagi orang yang memiliki gastroesophageal reflux disease (GERD).

Jika Anda memiliki GERD atau sakit perut mulas, Anda sebaiknya menghindari minum teh mint, yang sebaliknya juga bisa meredakan sakit perut.

Jagung
Jagung yang kaya akan serat, baik untuk tubuh Anda, namun jagung juga mengandung selulosa, jenis serat yang tidak bisa dicerna dengan mudah karena kita kekurangan enzim yang diperlukan.

Nenek moyang kita zaman dahulu bisa mencerna jagung dengan lebih baik karena memiliki gigi yang lebih besar dan kuat, kata Anderson. Jika Anda mengunyah jagung lebih lama, Anda akan lebih mudah mencerna jagung. Namun jika tidak sempurna mengunyahnya, bisa menyebabkan perut bergas dan sakit perut.

Alkohol
Minuman berlakohol bisa membuat tubuh Anda lebih rileks, namun sayangnya alkohol juga bisa membuat rileks esophageal sphincter (sirkular otot). Ini bisa menyebabkan asam lambung atau sakit perut.

Minum minuman beralkohol bisa membuat sakit perut, merusak enzim tertentu dan mencegah penyerapan nutrisi. Terlalu banyak alkohol bisa menyebabkan diare dan perut kram. Namun, kecuali Anda memiliki gangguan gastrointestinal, minum alkohol secukupnya tidak akan mengiritasi saluran pencernaan Anda.

Makanan tinggi lemak dan makanan digoreng
Baik makanan tinggi lemak maupun makanan digoreng bisa memperberat kerja perut, yang menyebabkan asam lambung dan perut mulas. "Tubuh hanya satu kali bisa memproses banyak makanan," kata Anderson.

Makanan tinggi lemak juga bisa menyebabkan tinja berwarna pucat, gejala yang disebut steatorrhea, yang membuang lemak melalui kotoran tubuh. Banyak orang yang mengalami sindrom iritasi usus harus menghindari makanan tinggi lemak, seperti mentega dan krim karena kedua jenis makanan ini bisa menyebabkan masalah pencernaan.
Sumber : Yahoo

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Arema Siap Membungkam PBR

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Panwascam Diancam Dibunuh