Polisi Masih Selidiki Pelaku Teror Bom Mardika
Kamis, 28 Juni 2012 - 11:28 WIB
: 131


(Foto:dok/ist)
Ada seorang saksi mata melihat pelaku meletakkan bungkusan berisi bom.

AMBON - Aparat kepolisian dari bagian Reserse kriminal (Reskrim) Polres Ambon dan Pulau-Pulau Lease masih melakukan penyelidikan intensif terhadap pelaku teror bom di kawasan Mardika pada Kamis, (21/6) dinihari sekitar pukul 06.30 WIT.

"Polres masih melakukan pengembangan perkara dan penyidikan terhadap tersangka berdasarkan keterangan saksi," kata Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Johanes Huwae di Ambon, Kamis.

Insiden teror bom ini dilakukan orang tak dikenal (OTK) satu minggu lalu dengan cara meletakkan sebuah bungkusan tas plastik warna hitam di kawasan RT 003/RW 05 Mardika, tepatnya pada sebuah lapangan gawang mini.

Menurut AKBP Huwae, salah satu saksi mata di lokasi kejadian yang bernama Yakob Leuhena melihat pelaku meletakkan bungkusan tersebut dan buru-buru meninggalkan lokasi dengan sebuah sepeda motor.

"Curiga dengan tindakan OTK ini, saksi sengaja merapat untuk melihat isi bungkusan tersebut, dan ternyata didalamnya ditemukan empat buah bom rakitan yang terbuat dari pipa," katanya.

Saksi kemudian melaporkan kejadian ini kepada aparat kepolisian yang kemudian angsung mengamankan TKP serta menurunkan tim gegana Polda Maluku untuk mengangkat bahan peledak tersebut.

Aksi teror bom pada tanggal 21 Juni 2012 ini kurang mendapat perhatian warga Kota Ambon karena saat itu sedang terjadi musibah banjir dan tanah longsor yang menewaskan belasan orang, termasuk pencarian korban kapal tenggelam.

"Masyarakat juga tidak terpengaruh dengan insiden ini, sehingga kami mengimbau upaya memperkuat ketahanan diri terhadap berbagai aksi provokasi maupun isu menyesatkan terus dipertahankan, sebab masih ada oknum-oknum tertentu yang tidak menginginkan Maluku aman," tandas Kabid Humas Dia menambahkan, polisi tetap akan bekerja maksimal dan profesional dalam mengungkap insiden teror bom seperti ini, sama seperti keberhasilan meringkus tujuh tersangka teror bom pasca bentrok 11 September 2011 lalu.
Sumber : Ant

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN