Kabupaten Banyuwangi Terkaya ke-11
Kamis, 28 Juni 2012 - 11:35 WIB
: 449


(Foto:dok/tiarmuslim7.blogspot.com)
Banyuwangi memiliki daya tarik investasi tinggi.

BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menduduki peringkat ke-11 dari daftar 50 kabupaten/kota terkaya se-Indonesia tahun 2012 yang dirilis oleh Warta Ekonomi Edisi 12 Tahun 2012.

"Dengan kata lain, Banyuwangi menduduki nomor dua terkaya di tingkat Jawa Timur, setelah Kota Surabaya yang menduduki peringkat ke-2 kabupaten/kota terkaya versi Warta Ekonomi," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Banyuwangi, Djuang Pribadi, Kamis (28/6).

Sebanyak 11 kabupaten/kota terkaya versi Warta Ekonomi yakni peringkat pertama diraih Kabupaten Kutai Kartanegara, Surabaya, Kota Bandung, Siak, Bogor, Medan, Kutai Timur, Bengkalis, Kabupaten Bandung, Muara Enim, dan Kabupaten Banyuwangi.

Menurut dia, definisi kabupaten/kota terkaya versi Warta Ekonomi adalah daerah yang memiliki pendapatan daerah yang tinggi dengan didukung oleh daya tarik investasi yang tinggi, infrastruktur daerah yang lengkap, dan kualitas masyarakatnya.

"Pemeringkatan itu dilakukan dengan basis data kompilasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Keuangan dari tahun 2008-2011," tuturnya.

Dalam penentuan indikator daerah terkaya, Warta Ekonomi menentukan empat variabel yang dianggap penting yakni daya tarik investasi daerah, pendukung infrastruktur, kualitas masyarakat, dan produk domestik regional bruto (PDRB).

Daya tarik investasi daerah menjadi penting karena menjadi faktor utama membuka akses pendapatan ke daerah, kemudian pendukung infrastruktur berperan penting sebagai roda penggerak ekonomi daerah dan dapat memperlancar jaringan distribusi antardaerah yang dapat meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan nasional.

"Kualitas masyarakat dianggap sebagai penentu kinerja perekonomian daerah karena sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dianggap akan berdampak besar terhadap jalannya aktivitas perekonomian dan berpengaruh pada pendapatan masyarakat," paparnya.

Kemudian variabel PDRB dan APBD sebagai variabel utama dalam pemeringkatan karena kaya atau tidaknya suatu daerah dilihat dari dari nilai pendapatan masyarakat dan APBD kabupaten/kota setempat.

Dalam riset yang dilakukan oleh Warta Ekonomi, lanjut dia, penggunaan variabel-variabel tersebut memiliki bobot yang berbeda karena variabel yang satu dianggap lebih penting dari variabel yang lain.

"Daya tarik investasi memiliki bobot 20 persen dan Banyuwangi mencatatkan skor 3.750. Sedangkan pada variabel pendukung infrastruktur yang berbobot 10 persen, Banyuwangi mendapat skor 4.000," katanya, menjelaskan.

Djuang menuturkan, Kabupaten Banyuwangi hanya memperoleh skor 2.500 dalam variabel kualitas manusia yang memiliki bobot 5 persen, sedangkan variabel ekonomi daerah dengan bobot terbesar yakni 65 persen dan Banyuwangi mendapatkan skor 4.000.

"Total indeksnya mencapai 3.875 dan hasil itu menjadi pemicu bagi Pemkab Banyuwangi untuk terus berbuat banyak bagi perkembangan Banyuwangi ke depan dan pembenahan di segala sektor sedang dilakukan oleh Bupati Abdullah Azwar Anas," tuturnya.

Ia menilai pemeringkatan kabupaten/kota terkaya itu menjadi modal bagi Pemkab Banyuwangi untuk menarik investor dan meningkatkan potensi daerah masing-masing, bahkan pihak perbankan dapat memakai hasil riset itu untuk meningkatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Sumber : Ant

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



1 Komentar :

khoirul anam
14 Juli 2012 - 01:00:41 WIB

tegaldlimo juga d urusi pak anas, jangn di anak tiri kan
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 00 0000 00:00:00 WIB

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

PPP Maju Kena Mundur Kena