Ormas Saling Serang, Tangerang Masih Mencekam
Parluhutan Gultom | Kamis, 28 Juni 2012 - 14:36 WIB
: 722


(dok/ist)
Saling serang antar-ormas mengakibtkan seorang tewas, posko dibakar.

TANGERANG - Sejumlah titik di wilayah Kota Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel) sepanjang Rabu (27/6) mencekam akibat dua organisasi massa (ormas) terlibat aksi saling serang di sejumlah titik yang mengakibtkan seorang tewas.

Penyebab aksi serang susul-menyusul yang mengakibatkan satu warga tewas, satu luka, dua posko Pemuda Pancasila (PP) dibakar serta rumah Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang diserang serta dirusak massa belum diketahui secara pasti.

Ratusan personel bersenjata lengkap dari Polres Metropolitan, Polres Jakarta Selatan, dan bantuan personel dari Polda Metro Jaya, hingga Kamis (28/6) dini hari, disiagakan di sejumlah titik yang dianggap rawan, khususnya di perbatasan wilayah hukum Polres Jakarta Selatan dan Tangerang.

Informasi yang diperoleh SH menyebutkan, aksi saling serang diawali penyerangan yanag dilakukan sekelompok massa bermotor ke posko Forum Betawi Rempug (FBR) Tapak Jalak, di ruko Sabar Ganda, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Rabu sekitar pukul 00.30 WIB.

Dalam peristiwa itu, seorang anggota FBR bernama Muhidin alias Picuh (35) tewas mengenaskan dengan kondisi dada, perut, kepala, serta selangkangan penuh luka menganga akibat tebasan golok kelompok penyerang.

Dua jam berselang setelah peristiwa penyerangan itu atau pada pukul 02.30 WIB, sekitar 500 orang bersepeda motor yang disebut-sebut sebagai kelompok FBR menyerang rumah Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang dari Partai Golkar H Karnadi di Jalan Pajak Terusan, No 7, Kelurahan Cipadu, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.

Dalam penyerangan mendadak itu, H Karnadi beserta keluarga berhasil meloloskan diri. Namun, sejumlah kendaraan milik Ketua 1 Pemuda Pancasila itu masing-masing mobil Volvo B 735 JJ dan Escudo bernopol B 1236 KM serta sepeda motor Kaisar nopol B 3201 NUH, porak-poranda setelah dirusak dan dibakar massa.

Menjelang petang, persisnya pukul 16.00 WIB, seorang tukang parkir di Jalan Swadaya, RT 02/04, Kelurahan Larangan Indah, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, bernama Fahroni Rizki alias Kiki (30) terkapar bersimbah darah setelah dibacok empat pria tak dikenal setelah disangka sebagai anggota FBR.

Tiga puluh menit kemudian, giliran rumah Ketua Pos Galang Gati G-0211 FBR, Yahya alias Buang di Jalan Naba II, RT 02/05, No 59, Kelurahan Karang Timur, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, dilempari bom molotov oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai motor Honda Revo hitam.

 

Satu jam kemudian, puluhan pria bercadar yang baru usai mengikuti pemakaman Muhidin alias Picuh, anggota FBR yang tewas dalam penyerangan posko FBR di Pondok Aren, melakukan sweeping di Jalan RE Martadinata, Ciputat, Tangsel.

Dalam aksinya, puluhan pria bermotor itu sempat membakar dua posko Pemuda Pancasila di Pasar Cimanggis, Kecamatan Ciputat dan Situ Sasak, Kecamatan Pamulang, Tangsel. Bahkan, polisi berseragam yang berada di lokasi kejadian tak kuasa berbuat banyak. Mereka hanya menonton anarkisme yang sedang berlangsung, tanpa berani menghalau massa yang beringas.

 

Humas Polres Kota Tangerang AKP Tatang mengatakan, pihaknya kini meminta keterangan enam saksi terkait aksi penyerangan posko FBR Tapak Jalak di Kecamatan Pondok Aren yang menewaskan seorang anggota FBR. "Sampai saat ini, semua informasi terkait peristiwa yang terjadi sedang kami dalami," ujarnya singkat.

Kapolres Metropolitan Tangerang Kombes Wahyu Widada, saat ditanya indikasi keterkaitan ormas dalam aksi penyerangan susul-menyusul yang terjadi di wilayah Kota Tangerang dan Tangsel hanya mengatakan, no comment. Yang jelas, saat ini, pihaknya masih meminta keterangan sejumlah saksi terkait peristiwa penyerangan rumah Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang H Karnadi," ujar Wahyu.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN