Sumbar Masih Kekurangan Dokter Anak
Sabtu, 30 Juni 2012 - 08:51 WIB
: 485


(Foto:dok/antaranews.com)
Dokter Anak yang ada sekarang belum menyentuh daerah pedesaan.

PADANG - Provinsi Sumatra Barat sekarang masih kekurangan tenaga dokter spesialis anak dalam mengatasi masalah kesehatan ibu dan anak.

"Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jumlah dokter spesialis anak di Sumbar memang sangat minim, yakni 44 orang dokter spesialis anak," kata Ketua IDAI, Aumas Pabuti, di Padang, Jumat (29/6).

Menurut dia, dokter spesialis anak yang ada sekarang masih terkonsentrasi di perkotaan dan belum menyentuh daerah pedesaan.

"Akibatnya, pelayanan terhadap pasien anak-anak masih kurang memadai dan sering terabaikan oleh pelayanan medis," katanya.

Untuk melayani masyarakat secara maksimal, kata Aumas Pabuti, minimal dua hingga tiga orang dokter spesialis anak perlu ditemptkan di Puskesmas.

Dia menambahkan, tidak meratanya penyebaran dokter anak terutama di daerah-daerah, salah satunya diakibatkan tidak adanya kewajiban mengikat yang mengharuskan mereka untuk membuka praktik di wilayah-wilayah yang jauh dari kota besar.

"Kekurangan tenaga dokter spesialis anak di antaranya berada di Kabupaten Kepuluan Mentawai, Kabupaten Padangpariaman," katanya.

Dia mengatakan, meski IDAI merupakan organisasi profesi sebagai wadah bernaungnya dokter anak, namun lembaga itu tidak memiliki kekuatan dan wewenang dalam hal penempatan dokter di suatu daerah.

Karena kewenangan tersebut terletak sepenuhnya pada Kementerian Kesehatan dalam hal ini Dinas kesehatan di daerah, sementara IDAI sendiri hanya berperan dalam hal perekomendasian saja.

"Apalagi kalau dokter tersebut dalam mengambil spesialisnya atas biaya sendiri. Tentunya mereka berhak menentukan lokasi praktiknya sendiri hingga wajar kalau banyak dokter anak yang cenderung membuka praktik di perkotaan," kata Aumas Pabuti.

Terkait dengan kurangnya dokter anak, kata Aumas Pabuti, saat ini IDAI berusaha menularkan kompetensinya kepada para dokter umum dan bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan bagi anak, khususnya di daerah-daerah terpencil dan terluar.

"Kami berusaha melakukan transfer pengetahuan dengan memperkenalkan masalah-masalah kesehatan anak dan penatalaksanaannya bagi dokter umum dan bidan di daerah, termasuk masalah-masalah kesehatan remaja," katanya.

Sementara itu Kabid Pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan Sumbar, Lili Grasiani mengakui tenaga dokter spesialis yang ada di Sumbar dirasakan masih kurang.

"Sebanyak 44 orang dokter spesialis anak itu tidaklah cukup untuk melayani masyarakat masalah kesehatan ibu dan anak," katanya.

Sekarang, kata Lili Grasiani, Dinkes Sumbar telah menyiapkan tenaga dokter spesialis anak untuk mengatasi kekurangan yang terjadi di beberapa daerah yang ada di Sumbar.

"Dinkes Sumbar telah memberikan pendidikan dokter spesialis anak dalam mengatasi kekurangan tersebut," katanya.
Sumber : Ant

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Romantis dan Penuh Cinta ala “Romance et L’Amour”

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

LKP PKTT Gelar Seminar Kesehatan Internasional