Gereja Nativity Jadi Warisan Dunia
Sabtu, 30 Juni 2012 - 12:39 WIB
: 443


(Gereja Nativity/AP)
UNESCO menyetujui usulan Palestina memasukkan Gereja Navity sebagai situs Warisan Budaya Dunia.

JAKARTA – Komite Situs Warisan Dunia UNESCO telah menyetujui tawaran Palestina untuk menempatkan Gereja Nativity—yang diyakini tempat kelahiran Yesus Kristus—di Betlehem dalam daftar situs Warisan Dunia. Langkah ini dipandang sebagai upaya mencampurkan politik dan budaya.

Hanan Ashrawi, Juru Bicara Palestina mengatakan pemungutan suara atas usulan itu sekaligus penegasan kedaulatan Palestina di lokasi suci bagi umat Kristen itu.

Komite yang beranggotakan 21 orang, bertemu di St Petersburg, Rusia. Sebanyak 13 orang setuju memasukkan Gereja Nativity dan Rute Haji yang terletak di wilayah Tepi Barat, Israel, pada daftar situs. Sebanyak enam anggota menolak dan dua abstain, seperti dikutip dari AAP, Sabtu (30/6).

Pihak Amerika Serikat dan Israel, termasuk di antara negara-negara yang menentang usulan Palestina yang mengangkat kondisi darurat situs yang menjadi ikon Kristen itu. Apalagi, proses ini berlangsung singkat, sementara untuk masuk dalam daftar Warisan Dunia biasanya memakan waktu 18 bulan.

Nativity adalah gereja berusia 1.500 tahun yang menyedot dua juta pengunjung tahun silam. Bangunannya berdiri di atas gua yang diyakini orang Kristen sebagai tempat kelahiran Yesus.

Aplikasi Palestina meminta pengakuan sebagai situs "universal bernilai luar biasa" yang sangat membutuhkan perhatian. Proposal memaparkan kurangnya perbaikan gereja secara teratur karena situasi politik sejak 1967 ketika Israel menduduki wilayah itu. Disebutkan pula Palestina kesulitan mendatangkan peralatan akibat berbagai pembatasan yang diberlakukan oleh pasukan Israel.

Keputusan ini memang kontroversial. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Sains, dan Budaya ini memilih mengakui Palestina sebagai anggota penuh pada Oktober silam. Pengajuan kondisi darurat untuk gereja jelas menunjukkan niat Palestina untuk memanfaatkan posisi setelah gagal bergabung dengan PBB karena belum diakui sebagai negara.

Palestina juga berencana mengajukan situs lain agar mendapat pengakuan Warisan Dunia UNSECO yang bergengsi. Palestina memang menghubungkan berbagai peninggalan sejarah kehidupan Yesus sebagai Warisan Dunia.

"Pesan ke Israel hari ini adalah tindakan sepihak tidak akan berhasil dan bahwa Israel tidak dapat terus menantang dunia meski memiliki sekutu yang kuat," Hanan Ashrawi mengatakan.

Duta besar AS untuk UNESCO, David Killion, mengatakan AS "sangat kecewa" dengan keputusan Komite Warisan Dunia. "Badan ini harusnya tidak dipolitisir," kata dia.

   
 
Tiga gereja yang bertindak sebagai penjaga situs juga telah menentang keputusan tersebut.
 
"Situs ini jelas memiliki makna keagamaan dan sejarah yang luar biasa," kata Killion. "Namun, prosedur darurat yang digunakan dalam hal ini hanya diperuntukkan bagi kasus-kasus ekstrem. "

Dorongan agar Gereja Nativity cepat diakui sebagai situs Warisan Dunia adalah bagian dari upaya Palestina untuk memenangkan pengakuan internasional sejak upaya untuk mendirikan negara Palestina melalui perundingan dengan Israel dibekukan.

Sementara soal kebutuhan restorasi, termasuk perbaikan atap yang bocor, tampaknya tidak dilihat oleh komite ahli sebagai berada dalam ancaman kehancuran—kriteria umum yang disediakan untuk proses darurat.
Sumber : AAP

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



1 Komentar :

sofyan
08 Juli 2012 - 19:39:23 WIB

puji TUHAN,,inilah salah satu jalan agar bangsa PALESTINA,bisa menuju kemerdekaan penuh,,,OKI sangat mendukung.toleransi menuju kemerdekaan.......
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

 Peringati Hari Bumi, Aktivis Gelindingkan Bola Bumi di Jalan

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

Sekretaris KPU Bawa Pisau ke Rapat Pleno