Ratusan Pedagang Kecil di Lebak Terjebak Rentenir
Rabu, 04 Juli 2012 - 10:31 WIB
: 776


(Foto:dok/id.wikipedia.org)
Pinjaman modal dari lembaga perbankan, termasuk kredit usaha rakyat, sulit diakses.

LEBAK - Ratusan rentenir pedagang kecil di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terjerat utang rentenir karena pinjaman modal dari lembaga perbankan sulit diakses, termasuk program kredit usaha rakyat.

"Kami pernah mencoba mengajukan program kredit usaha rakyat (KUR) ke bank sebesar Rp5 juta, namun hingga kini belum ada realisasinya," kata Aming (35), seorang pedagang bubur nasi di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Rabu (4/7).

Akibat kesulitan memperoleh pinjaman modal dari bank, terpaksa pedagang kecil memilih rentenir tanpa jaminan.

Namun demikian, sistem pengembalian pinjaman modal dari lintah darat itu diangsur harian dengan bunga rata-rata di atas 20 persen.

Karena itu, kata dia, pedagang sulit untuk mengembangkan usahanya sebab terlilit utang rentenir itu.

"Kami mengangsur harian ke rentenir sebesar Rp40.000 selama 35 hari dengan pinjaman modal Rp1 juta," katanya.

Menurut dia, dirinya selama empat tahun terakhir terlilit utang rentenir, sehingga kehidupan ekonomi keluarga berjalan di tempat.

Pendapatan dari hasil berjualan hanya cukup makan dan sisanya mengangsur pinjaman rentenir itu.

"Kami serba bingung satu sisi rentenir bisa membantu modal berjualan, sedangkan sisi lainya merugikan hanya menguntung mereka," ujarnya.

Maman, seorang pedagang kaki lima di Pasar Rangkasbitung mengaku dirinya hingga kini meminjam modal ke rentenir karena pencairan uang cukup mudah dan tidak menyertakan jaminan surat berharga.

"Kami hanya kepercayaan saja dan mereka para lintah darat mengeluarkan pinjaman modal itu," katanya.

Ia menyebutkan sekitar 250 pedagang kecil yang berjualan pasar subuh di sepanjang Jalan Sunankalijaga Rangkasbitung terjerat utang rentenir.

Mereka para pedagang (kreditur) jika tidak mengangsur harian akan dikenakan bunga cukup besar.

Bahkan, kata dia, banyak pedagang terpaksa menjual rumah untuk menutupi pinjaman rentenir itu.

"Kami berharap pemerintah dapat memberikan kemudahan untuk mengakses pinjaman modal ke bank, sehingga usaha kecil bisa berkembang," ujarnya menjelaskan.

Dari pantauan, puluhan para rentenir sejak pukul 04.00 WIB sampai 13.00 WIB beroperasi di Pasar Rangkasbitung maupun pemukiman penduduk untuk menagih angsuran pinjaman.

Mereka para rentenir ada yang menggunakan buku catatan maupun kartu sebagai tanda bukti pembayaran angsuran harian.

Sedangkan, jatuh tempo pelunasan antara 30 sampai 40 hari.

"Kami mendesak bank pemerintah yang menyalurkan KUR memberikan kemudahan pinjaman modal bagi pedagang kecil," kata Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Lebak Pipit Candra.
Sumber : Ant

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN