Mendekati “Partikel Tuhan”
Albertina S.C. | Rabu, 04 Juli 2012 - 10:33 WIB
: 290


( Fermilab Tevatron collider./CNN)
Para ilmuwan AS makin mendekati bukti keberadaan Higgs boson, partikel yang sulit dipahami.

ILLIONIS – Awal Juli adalah pekan besar bagi Higgs boson, partikel yang paling diburu fisikawan di seantero jagat. Para ilmuwan dari Fermi National Accelerator Laboratory (Fermilab) di Illinois, Chicago, Amerika Serikat, mengatakan telah merayap lebih dekat pada bukti eksistensi partikel yang diyakini memberikan obyek massa. Tapi, mereka belum mencapai kesimpulan definitif.

"Data kami mengarah kuat pada keberadaan boson Higgs," kata Rob Roser, juru bicara salah satu percobaan independen di Tevatron--mesin penumbuk atom, Senin (2/7). “Tapi data ini masih membutuhkan hasil eksperimen di Large Hadron Collider di Eropa untuk menetapkan sebagai penemuan.”

Temuan ilmuwan AS ini dipublikasikan lebih cepat dua hari dari pengumuman hasil terbaru peneliti di Large Hadron Collider, penumbuk atom terbesar yang dikelola Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) di bawah Pegunungan Alpen di Jenewa, Swiss. Para peneliti Eropa akan mengungkap temuan mereka dalam sebuah seminar fisika yang ditunggu-tunggu di Melbourne, Australia, Rabu (4/7).

Para ilmuwan AS telah menguraikan analisis final mereka berdasarkan penelitian lebih dari 10 tahun dan tabrakan 500 triliun partikel menggunakan US Department of Energy Fermilab Tevatron collider yang berada di dekat Batavia, Illinois.

Hasil dari Tevatron yang berasal dari dua eksperimen menunjukkan bahwa jika benar Higgs boson ada, akan memiliki massa antara 115 dan 135 GeV atau sekitar 130 kali massa proton.

Sebelum Tevatron ditutup pada 2011 setelah beroperasi sejak  1985, percobaan di sana mengirimkan sinar partikel yang berdesing di sekitar lingkar empat mil arah yang berlawanan. Dalam perjalanan sepersekian di bawah kecepatan cahaya, partikel akan menabrak satu sama lain, menciptakan kondisi yang sama pada awal alam semesta, bagi para peneliti untuk diamati.

Menemukan Higgs boson akan membantu menjelaskan asal-usul massa, salah satu pertanyaan terbuka dalam pemahaman fisikawan dari cara alam semesta bekerja. Saking sulitnya menjabarkan partikel ini, sampai-sampai fisikawan Leon Lederman dilaporkan memberi judul bukunya “The Goddamn Particle.” Tapi dia mengeditnya menjadi "The God Particle" yang mungkin telah membantu meningkatkan daya tarik partikel ini dalam budaya populer.

Namun sejauh ini, baik hasil percobaan collider AS maupun dari Large Hadron Collider, yang terletak 328 meter di bawah perbatasan Prancis dan Swiss, memiliki cukup makna statistik sebagai sebuah penemuan.

"Lebih mudah mencari wajah seorang teman di sebuah stadion olahraga yang dipenuhi 100.000 orang daripada  mencari sebuah Higgs di antara triliunan tabrakan," kata Luciano Ristori, fisikawan di fasilitas AS.

Perhatian sekarang mengarah pada analisis terbaru dari data partikel yang jika benar eksis akan menjadi temuan fisika paling besar satu abad terakhir yang dihasilkan mesin Eropa senilai AS $10 milyar itu.

"Kami sekarang memiliki lebih dari dua kali lipat data kami tahun lalu," kata Sergio Bertolucci, direktur penelitian dan komputasi di CERN, bulan silam. "Itu harusnya cukup untuk melihat apakah tren yang kita amati pada data 2011 masih ada, atau apakah mereka telah pergi. Ini adalah waktu yang sangat menarik."
Sumber : CNN

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



1 Komentar :

Natalis
06 Juli 2012 - 00:14:42 WIB

Our Creator is God Father In Heaven!
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Arema Siap Membungkam PBR

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Panwascam Diancam Dibunuh