Gakin Malang Terancam Tak Bisa Berobat di RSSA
Kamis, 05 Juli 2012 - 08:23 WIB
: 165


(Foto:dok/berdikarionline.com)
Anggaran yang disediakan Pemprov Jatim sudah habis.

MALANG - Warga miskin pengguna kartu jaminan kesehatan daerah maupun surat pernyataan miskin di Kota Malang, Jawa Timur, dilarang berobat ke RSSA karena anggaran yang disediakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah habis.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Enny Sekar Rengganingati, di Malang, Kamis (5/7), mengakui anggaran dari Pemprov Jatim sebesar Rp4,4 miliar untuk jaminan kesehatan daerah (jamkesda) maupun surat pernyataan miskin (SPM) sudah habis.

"Otomatis gakin Kota Malang tak bisa lagi berobat di RSSA, apalagi mulai pertengahan Juli ini kami juga tidak mengeluarkan SPM baru," tegasnya.

Bagi gakin yang sudah terlanjur mengantongi SPM, lanjutnya, untuk sementara dialihkan berobat ke RST Soepraoen yang selama ini menjadi rujukan bagi gakin pengguna jamkesda yang didanai APBD Kota Malang.

Hanya saja, kata Enny, kondisi tersebut juga rentan memunculkan masalah, sebab jika gakin yang sakit tersebut membutuhkan layanan rumah sakit tipe A (RSSA Malang) yang peralatannya lebih lengkap. Sedangkan RST Soepraoen merupakan RS tipe B.

Pengalihan pengguna jamkesda dan SPM ke RST Soepraoen tersebut hanya sebagai antisipasi sementara hingga ada kebijakan dari Gubernur Jatim dan tambahan anggaran dari perubahan anggaran keuangan (PAK) 2012.

Ia mengemukakan, pihaknya membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp9 miliar sebagai antisipasi membengkaknya klaim Jamkesda dan SPM di RST Soepraoen selama RSSA masih belum bisa melayani gakin Kota Malang.

Anggaran Pemkot Malang yang dialokasikan untuk Jamkesda di RST Soepraoen sebesar Rp6,6 miliar dan telah terpakai sebesar Rp2 miliar, sehingga masih ada sisa sekitar Rp4,6 miliar.

Sesuai perhitungan, dana tersebut cukup untuk membiayai 32 ribu jiwa pengguna Jamkesda selama satu tahun. Namun, kalau dana itu digunakan oleh pengguna jamkesda dan SPM yang dialihkan dari RSSA, otomatis dana itu juga tidak akan mencukupi.

Enny memperkirakan anggaran yang ada di RST Soepraoen tersebut akan habis sekitar akhir Agustus, jika seluruh pengguna jamkesda dan SPM di Kota Malang berobat ke RST Soepraoen. "Kami berharap usulan tambahan anggaran dalam PAK nanti disetujui, sehingga warga miskin tetap bisa terkover layanan kesehatannya," tandasnya.

RSSA Malang telah merilis jika pengguna Jamkesda dan SPM dari Kabupaten dan Kota Malang tidak bisa lagi berobat di RS tersebut karena anggaran yang dikucurkan dari Pemprov Jatim telah habis sejak April lalu, bahkan selama kurun waktu Mei-Juni sudah menunggak lebih dari Rp6 miliar.

Kalaupun para gakin pengguna kartu jamkesda dan SPM tersebut berobat ke RSSA tetap akan dilayani, namun statusnya seperti pasien umum (biasa).
Sumber : Ant

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 00 0000 00:00:00 WIB

, 16 April 2014 00:00:00 WIB

Hormati Keluarga MH 370, Tiongkok Batalkan Parade Internasional