FA Setujui Penggunaan Teknologi Garis Gawang
Widita Fembrian | Jumat, 06 Juli 2012 - 10:44 WIB
: 321


(AP/Photo)
Teknologi garis gawang akan dipakai pertama kalinya di Inggris.

LONDON - Kisruh tentang pengesahan gol membuat otoritas tertinggi sepak bola Inggris FA, pada Kamis (5/7) di London memutuskan akan menggunakan teknologi garis gawang pada kompetisi Premier League dan Piala FA musim depan.

Semua anggota FA dengan suara bulat telah menyetujui penggunaan teknologi garis gawang setelah uji coba selama berbulan-bulan dengan menggunakan sistem Hawk-Eye dan GoalRef.

Penerapan teknologi ini merupakan rekasi terhadap keputusan di Zurich setelah FIFA mengesahkan penggunaan teknologi garis gawang. Namun, menurut FA, teknologi ini akan terus diuji sampai memastikan itu dapat berfungsi dengan baik.

“Liga Premier telah menjadi pendukung jangka panjang dari teknologi garis gawang,'' demikian pernyataan dari FA.

“Kami menyambut keputusan hari ini dan akan memantau sistem Hawkeye dan GoalRef dalam waktu dekat dengan tujuan untuk memperkenalkan teknologi garis gawang sesegera mungkin”, lanjut pernyataan FA itu.

Menurut sekjen FA, Alex Horne, teknologi garis gawang ini dapat digunakan untuk pertandingan di Premier League dan Piala FA. Namun, untuk uji coba pertama, teknologi ini akan dipakai dalam laga semi final dan final Piala FA. Dia juga menjelaskan, sistem ini sudah terapasang di Stadion Wembley.

“Sangat mungkin untuk memperkenalkan itu di tengah-tengah musim kompetisi”, kata Horne.

“Kami telah memasang sistem Hawk-Eye di Wembley, dan itu perlu diawasai serta pastikan itu bekerja dengan baik. Piala FA akan menjadi uji coba buat teknologi ini. Untuk partai semi final dan final kita dapat menggunakannya”, lanjut Horne.

Sementara itu, FIFA bermaksud untuk menggunakan teknologi Hawk-Eye dan GoalRef di Piala Dunia Antarklub di Tokyo pada 2013, dengan maksud untuk menggunakannya tahun depan pada Piala Konfederasi dan Piala Dunia 2014 di Brasil.

Sekjen FIFA Jerome Valcke mengatakan, badan sepak bola dunia bertanggung jawab akan hal ini membayar untuk sistem tersebut sekitar 160.000 Euro per Stadium.

Momentum penggunaan teknologi garis gawang terjadi ketika gol Frank Lampard di Piala Dunai 2010 saat melawan Jerman tidak disahkan. Padahal dalam tayangan ulang bola sudah melewati garis gawang meski memantul keluar.

Insiden itu menyebabkan Presiden FIFA Sepp Blatter secara terbuka mendukung teknologi untuk pertama kalinya, dan isu tersebut menjadi berita utama lagi ketika gol Ukraina tidak disahkan saat melawan Inggris di babak penyisihan grup Piala Eropa 2012.

“Bagi saya, kejadian di Afrika Selatan pada 2010 menjadi jelas. Terima kasih kepada Lampard yang memberikan ide penggunaan teknologi ini. Apalagi, peristiwa di Ukraina terulang kembali. Itu akan membuat reaksi yang cepat di FIFA”, ujar Blatter menanggapai penggunaan teknologi garis gawang.

Tidak akan ada langkah ke arah membawa teknologi lain, seperti tayangan ulang video untuk menilai offsides misalnya, mengatakan IFAB dalam sebuah pernyataan.

"Persetujuan ini tunduk pada tes instalasi akhir di stadion masing-masing sebelum sistem dapat digunakan dalam 'real' pertandingan sepak bola,'' kata pernyataan itu." IFAB ini antusias untuk menekankan teknologi yang hanya akan digunakan untuk garis gawang- dan tidak ada area lain dari permainan.''

Pengujian terhadap Hawk-Eye dan sistem GoalRef dilakukan oleh Swiss Federal Laboratory for Materials Science and Technology.

Teknologi Hawk-Eye, dikembangkan oleh sebuah perusahaan Inggris, didasarkan pada kamera. Sementara tekonolgi GoalRef menggunakan medan magnet yang dikembangkan perusahan gabungan antara Denmark dan Jerman.(Soccernet/AP)

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Bayern Fokus Hadapi Eintracht Braunschweig

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Beberapa Mayat Ditemukan di Ferry Korsel