Resesi Memperkuat Efek Lipstik
Albertina S.C. | Jumat, 06 Juli 2012 - 10:45:49 WIB
(Resesi mendorong penjualan produk kecantikan./gobankingrates.com)Di tengah resesi ekonomi, perempuan lebih royal belanja produk kecantikan untuk menarik pasangan.
NEW YORK – Ekonomi dunia berjalan terseok-seok. Namun, justru ketika kondisi keuangan global tengah suram, penjualan produk kecantikan justru melonjak. Sebuah studi menemukan resesi ekonomi justru membuat perempuan ingin terlihat lebih menawan untuk menarik pasangan.
Para peneliti di Texas, Amerika Serikat, menemukan bahwa penurunan ekonomi memiliki dampak positif pada industri kecantikan. Terutama yang disebut "efek lipstik" dan harga yang tidak menjadi masalah.
"Meskipun pria dan perempuan menghemat pengeluaran dalam menanggapi isyarat resesi, ada pengecualian untuk ini, dan ini adalah produk kecantikan," kata Sarah E. Hill, asisten profesor psikologi sosial di Texas Christian University di Fort Worth, mengutip Reuters, Kamis (5/7).
“Perempuan memiliki keinginan yang meningkat untuk membeli produk kecantikan dalam menanggapi isyarat resesi," Hill menambahkan. "Meskipun mereka menutup dompet mereka untuk hal lain, mereka ingin royal pada hal yang bisa membuat mereka menarik."
Anjloknya perekonomian telah dikaitkan dengan kenaikan penjualan kecantikan sejak Depresi Besar, ujar Hill yang mempublikasikan temuannya dalam Journal of Personality and Social Psychology. Angka dari perusahaan riset pasar NPD Group Inc mendukung fenomena tersebut. Penjualan perawatan kulit, riasan, dan wewangian meningkat 11 persen di AS pada 2011, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
China, Meksiko, dan Argentina juga menunjukkan kenaikan dua digit dalam penjualan produk kecantikan tahun silam. Sementara di Inggris, pasar produk kecantikan naik sembilan persen dan tiga persen di Prancis.
Hill dan timnya meneliti bagaimana dan mengapa resesi ekonomi mempengaruhi perilaku konsumen perempuan dalam serangkaian percobaan. Mereka menggunakan data riil belanja konsumen dunia dan menanyakan apakah mereka akan membeli serangkaian produk setelah memberi mereka isyarat resesi.
Mereka menemukan bahwa pria tidak ingin membeli apa pun. Perempuan juga tidak menunjukkan minat pada produk yang tidak meningkatkan daya tarik mereka.
Hill percaya bahwa hal tersebut untuk pertama kalinya membuktikan efek lisptik dan itu didorong oleh keinginan untuk menarik pasangan.
"Perempuan secara sadar ingin melakukan sesuatu yang membuat mereka merasa nyaman dengan diri sendiri. Tapi, akhirnya kami menemukan bahwa yang membuat mereka merasa nyaman dengan diri sendiri adalah mereka lebih menarik bagi pasangan," dia melanjutkan.
"Kami menemukan bahwa ada efek lipstik yang kuat," dia berujar.
Para peneliti di Texas, Amerika Serikat, menemukan bahwa penurunan ekonomi memiliki dampak positif pada industri kecantikan. Terutama yang disebut "efek lipstik" dan harga yang tidak menjadi masalah.
"Meskipun pria dan perempuan menghemat pengeluaran dalam menanggapi isyarat resesi, ada pengecualian untuk ini, dan ini adalah produk kecantikan," kata Sarah E. Hill, asisten profesor psikologi sosial di Texas Christian University di Fort Worth, mengutip Reuters, Kamis (5/7).
“Perempuan memiliki keinginan yang meningkat untuk membeli produk kecantikan dalam menanggapi isyarat resesi," Hill menambahkan. "Meskipun mereka menutup dompet mereka untuk hal lain, mereka ingin royal pada hal yang bisa membuat mereka menarik."
Anjloknya perekonomian telah dikaitkan dengan kenaikan penjualan kecantikan sejak Depresi Besar, ujar Hill yang mempublikasikan temuannya dalam Journal of Personality and Social Psychology. Angka dari perusahaan riset pasar NPD Group Inc mendukung fenomena tersebut. Penjualan perawatan kulit, riasan, dan wewangian meningkat 11 persen di AS pada 2011, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
China, Meksiko, dan Argentina juga menunjukkan kenaikan dua digit dalam penjualan produk kecantikan tahun silam. Sementara di Inggris, pasar produk kecantikan naik sembilan persen dan tiga persen di Prancis.
Hill dan timnya meneliti bagaimana dan mengapa resesi ekonomi mempengaruhi perilaku konsumen perempuan dalam serangkaian percobaan. Mereka menggunakan data riil belanja konsumen dunia dan menanyakan apakah mereka akan membeli serangkaian produk setelah memberi mereka isyarat resesi.
Mereka menemukan bahwa pria tidak ingin membeli apa pun. Perempuan juga tidak menunjukkan minat pada produk yang tidak meningkatkan daya tarik mereka.
Hill percaya bahwa hal tersebut untuk pertama kalinya membuktikan efek lisptik dan itu didorong oleh keinginan untuk menarik pasangan.
"Perempuan secara sadar ingin melakukan sesuatu yang membuat mereka merasa nyaman dengan diri sendiri. Tapi, akhirnya kami menemukan bahwa yang membuat mereka merasa nyaman dengan diri sendiri adalah mereka lebih menarik bagi pasangan," dia melanjutkan.
"Kami menemukan bahwa ada efek lipstik yang kuat," dia berujar.
Sumber : Reuters
BERITA TERKAIT
- Calon Ibu Stres, Bayi Bermasalah
- Harga Beras di Medan Naik Lagi
- Alpukat demi Bayi Tabung
- Produk Animasi Indonesia Makin Diminati
- Ratusan Pedagang Kecil di Lebak Terjebak Rentenir
4 Komentar :
Liga Champions
28 Juli 2012 - 10:19:55 WIB
Membuat situs yang bermanfaat akan dapat di terima positif para komunitasnya GO AHEAD!
OLAY
28 Juli 2012 - 10:20:38 WIB
situs yang baik akan berguna dan bermanfaat bagi para pembaca, tetap semangat dan sukses....
Masterbet88 Grand Opening Promo Bonus 50%
28 Januari 2013 - 08:42:26 WIB
Para dokter di Negeri Pangeran William itu memperingatkan para ibu bahwa catok rambut dapat mencapai suhu 230 derajat. Alat itu dapat menyebabkan anak-anak menderita luka bakar serius dan meninggalkan bekas seumur hidup. keren
Sepeda Motor Keren, Cepat, dan Canggih
14 Maret 2013 - 14:34:06 WIB
dilakukan dengan menggunakan gosokan daun pepaya, daun pisang, sabut kelapa, atau pelepah pisang.
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :






