KPK Periksa Bupati Buol sebagai Saksi
Diamanty Meiliana | Senin, 09 Juli 2012 - 13:42 WIB
: 269


(dok/ist)
Yani Ansori dan Gondo Sudjono sudah ditahan.

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memulai pemeriksaan Bupati Buol, Sulawesi Tengah, Amran Batalipu. Walaupun belum diperiksa sebagai tersangka, Amran akan dimintai keterangan bagi dua tersangka lainnya.

"Diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Yani Ansori dan Gondo Sudjono," kata Kepala Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha kepada SH, Senin (9/7).

Yani Ansori dan Gondo Sudjono merupakan karyawan PT Hardaya Inti Plantation (PT HIP) yang diduga memberikan suap bagi Amran terkait pemberian Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bukal, Buol, Sulawesi Tengah.

Diduga, Amran menerima uang Rp 3 miliar dari kedua orang itu. KPK menangkap tangan Yani dan Gondo pada 26 Juni 2012. Namun, Amran lolos dari penangkapan dan baru tertangkap pada Jumat (6/7) dini hari lalu.

Pemeriksaan terhadap Amran hari ini diduga bertujuan mendalami motif penerimaan uang suap tersebut. Seperti yang telah diberitakan, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan, pihaknya sedang menelusuri juga siapa sumber dana suap yang dibawa tersangka Yani Ansori dan Gondo Sudjono.

Tidak menutup kemungkinan, kata Bambang, ada pihak lain yang dijadikan tersangka apabila dalam perkembangan pemeriksaan terdapat bukti menguatkan. Hal ini merujuk pada sejumlah pihak yang ikut dicegah berpergian ke luar negeri oleh KPK.

Seperti diketahui, ada delapan orang yang bersama Amran mendapatkan status cegah berpergian ke luar negeri. Mereka adalah pemilik PT Hardaya Inti Plantation (PT HIP) Siti Hartati Cakra Murdaya, Direktur PT HIP Totok Lestiyo, karyawan PT HIP Sukirno, Kirana Wijaya, Benhard, Seri Sirithorn, dan Arim.

Menurut Priharsa, hingga kini belum ada seorang pun yang menjenguk Amran di rutan KPK yang terletak di bawah gedung KPK. Padahal, jadwal besuk disediakan tiap Senin dan Kamis.

Tak hanya Amran yang ditahan di rutan KPK. Menurut informasi yang dikumpulkan SH, tersangka Yani Ansori juga ditahan di gedung KPK. Namun tidak dapat diketahui dengan pasti apakah dia ikut ditahan di rutan KPK tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Priharsa membenarkan informasi tersebut. Bahkan, tersangka Gondo juga ditahan bersama Amran dan Yani di gedung KPK. "Iya, tiga-tiganya ditahan di sini," ujar Priharsa. Namun, dia menolak menjelaskan lebih terperinci apakah Gondo dan Yani ditahan di ruang tahanan KPK.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 00 0000 00:00:00 WIB

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Dua  Warga Malaysia Edarkan Narkoba di Riau