Supleman untuk Anak Tak Sesuai
Albertina S.C. | Senin, 09 Juli 2012 - 14:24 WIB
: 632


(Tak sesuai kebutuhan anak./ehow.com)
Studi menemukan suplemen untuk anak-anak tak sepadan dengan kebutuhan vitamin dan mineral mereka.

NEW YORK – Sejatinya suplemen vitamin diberikan untuk mengisi asupan makanan yang kurang. Tapi, sebuah studi baru menemukan bahwa anak-anak di Amerika Serikat tidak mendapatkan beberapa nutrisi yang paling mereka butuhkan dalam pil vitamin. Mereka justru mengkonsumsi vitamin yang mungkin bukan yang paling mereka perlukan.

Melihat dari diet dan suplemen yang diasup lebih dari 7.000 anak, peneliti menemukan bahwa di antara usia sembilan dan 18 tahun, banyak anak memiliki tingkat rendah vitamin dan mineral tertentu dan hanya sedikit yang mengkonsumsi suplemen. Sementara, anak muda yang mendapatkan suplemen yang memadai, cenderung terlalu banyak mendapatkan beberapa vitamin dan mineral.  

Studi menemukan, kebanyakan anak usia di bawah usia delapan tahun, misalnya, mendapat nutrisi yang mereka butuhkan dari makanan yang mereka makan. Ini terlepas dari mereka mengambil suplemen atau tidak, studi ini ditemukan, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (6/7).

Bahkan, dengan beberapa suplemen, lebih dari sepertiga anak-anak gagal mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D. Sebaliknya, mereka juga terkadang kelebihan nutrisi penting, seperti zat besi dan vitamin A.

Studi menemukan, seng dan folat dikonsumsi secara berlebihan di semua kelompok umur.

"Kami tidak tahu apakah jumlah yang berlebihan telah menyebabkan kerusakan," kata Regan Bailey, ahli epidemiologi nutrisi di National Institutes of Health di Bethesda, Maryland, yang memimpin penelitian.

Reformulasi Produk
Tapi, dalam The Journal of Pediatrics, Bailey dan rekan penulisnya menunjukkan bahwa para pembuat vitamin anak-anak harus mempertimbangkan reformulasi agar produk mereka sesuai dengan kebutuhan anak dan diet modern.

Tim Bailey menggunakan survei diet untuk menilai asupan mineral dan vitamin pada anak-anak yang mengambil bagian dalam survei kesehatan pemerintah utama antara 2003 dan 2006.

 Sekitar 40 persen anak-anak antara usia dua dan delapan tahun memakan suplemen, studi menemukan. Penggunaan suplemen lebih rendah di antara anak-anak yang lebih tua--29 persen usia sembilan dan 13 tahun--serta 26 persen remaja.

Anak kulit putih lebih cenderung menelan suplemen, umumnya multivitamin atau mineral, dibandingkan anak-anak kulit gelap.

Secara keseluruhan, pengguna dan bukan pengguna suplemen mendapatkan tingkat yang kurang lebih sama dari 15 vitamin dan mineral yang berbeda dari sumber makanan saja. Tapi, anak yang mengkonsumsi suplemen juga lebih mungkin mendapatkan dosis yang direkomendasikan dari kalsium, magnesium, fosfor, vitamin A, dan vitamin C dari makanan, ketimbang anak yang tidak menggunakan suplemen.

Ketika mempertimbangkan penggunaan suplemen, peneliti menemukan pemakai suplemen memiliki tingkat gizi yang jauh lebih baik daripada bukan pengguna. Di semua kelompok usia, mengonsumsi suplemen meningkatkan asupan kalsium, vitamin A, C, D, dan E.
 
Konsumsi kalsium dan vitamin D sering di bawah tingkat yang direkomendasikan, bahkan di antara anak-anak yang mendapatkan suplemen. Lebih dari sepertiga anak tidak mendapatkan cukup kalsium dari suplemen yang mereka konsumsi. Sementara jumlah kalsium harian yang disarankan: antara 200 sampai 1.000 miligram per hari untuk anak hingga usia delapan tahun serta 1.300 mg per hari untuk anak usia sembilan tahun ke atas dan remaja.

Kebanyakan anak usia dua dan delapan tahun yang tidak mengambil suplemen gagal mendapatkan tingkat kalsium, vitamin D, dan E yang memadai.

"Hal ini sangat disayangkan," kata Bailey. "Kalsium dan vitamin D sangat penting selama usia itu untuk pertumbuhan tulang dan pembangunan."

Para remaja kekurangan beberapa nutrisi penting lain, termasuk magnesium, fosfor serta vitamin A, C, dan E. Padahal, vitamin E terlibat dalam fungsi kekebalan tubuh, vitamin A dalam penglihatan dan pertumbuhan tulang, serta magnesium meningkatkan fungsi saraf dan produksi energi sel.

Pada saat yang sama, pengguna suplemen lebih mungkin meningkatkan konsumsi zat gizi tertentu, sebut saja seng, folat, zat besi, dan vitamin A di atas batas yang direkomendasikan.

Sayangnya, laporan itu tidak mengetahui efek jangka panjang dari dosis tinggi zat-zat gizi mikro pada anak.

Intinya, Bailey menjelaskan, pada beberapa anak yang kekurangan beberapa vitamin dan mineral, suplemen sangat membantu.

"Untuk anak yang lebih tua, mengonsumsi suplemen yang ditambahkan dengan nutrisi tidak akan memadai dari satu makanan saja,"  kata dia. Bailey menambahkan, anak-anak usia delapan tahun yang paling mengalami kelebihan vitamin dan mineral.

Laporan menyoroti pula kesenjangan antara formulasi suplemen untuk anak-anak dan kebutuhan mereka sebagaimana tercantum dalam data riset nasional, Bailey menjelaskan.

"Produsen harus menyesuaikan tingkat nutrisi dalam produk mereka untuk membantu konsumen, tetapi tidak melebihi rekomendasi gizi," kata dia. "Terutama untuk kalsium dan vitamin D."

Bailey yang bekerja untuk Office of Dietary Supplements (ODS), menolak menguraikan perubahan spesifik yang dapat dibuat oleh pembuat suplemen atau orang tua.

"ODS hanya membantu konsumen; kami tidak membuat rekomendasi tentang penggunaan suplemen," kata dia.
Sumber : Reuters

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 25 April 2014 00:00:00 WIB

Tiga Warga AS Dibunuh Polisi Kabul

, 25 April 2014 00:00:00 WIB

Benfica Harusnya Menang Besar