Batman Bisa Terbang, Lalu Tewas
Albertina S.C. | Selasa, 10 Juli 2012 - 13:21 WIB
: 295


(Batman dapat tewas saat mendarat./AP)
Batman bisa terbang, tapi dia akan tewas mengerikan ketika mendarat, kesimpulan studi aerodinamika.

JAKARTA – Batman bisa terbang hanya dengan menggunakan mantel luarnya. Tapi, ketika berusaha mendarat, tokoh Gotham City itu bakalan cedera serius. Lebih buruk lagi, sang pahlawan akan tewas mengenaskan saat mencium Bumi. Demikian kesimpulan sebuah studi aerodinamika tentang pakaian bersayap sang manusia laba-laba itu.

Klaim yang akan membawa penggemar komik kecil mendarat di Bumi dengan benjolan ini dibuat oleh mahasiwa fisika University of Leicester, Inggris, seperti dikutip dari The Telegraph, Senin (9/7).

Para mahasiswa mempelajari apakah jubah kaku khusus yang dipakai Batman dengan sayap selebar enam meter—sekitar setengah ukuran pesawat terbang layang—akan cukup membuat Batman mengangkasa di langit Gotham City.

Jika Batman melompat dari bangunan setinggi 150 meter, tim menemukan, dia bisa meluncur dalam jarak sekitar 350 meter. Tapi, kecepatan akan meningkat sekitar 68 meter per jam saat Batman turun sebelum mencapai tingkat aman 50 meter per jam mendekati tingkat jalanan—sebuah kecepatan yang terlalu besar bagi dia untuk bertahan hidup tanpa cedera serius.

Kelompok yang terdiri dari empat siswa ini menyimpulkan bahwa superhero DC Comics yang filmnya “Dark Knight Rises” akan diputar di  bioskop 20 Juli mendatang harus mempertimbangkan untuk mengambil parasut agar dapat mendarat dengan aman dan selamat.

Laporan berjudul “Trajectory of a Falling Batman” ini diterbitkan di University of Leicester Journal of Special Physics Topics.

Dalam simulasi matematika soal penerbangan Batman, mereka menulis: "Batman turun dengan cepat, bahkan lebih tinggi dari perkiraan koefisien lift. Melihat kasus peluncuran dari sebuah gedung yang cukup tinggi dari ketinggian 150m, Batman dapat meluncur untuk jarak sekitar 350m, ini wajar, masalah dengan peluncuran terletak pada kecepatan saat dia mencapai permukaan tanah.”

Mereka melanjutkan, “Kecepatan meningkat cepat sampai maksimum sedikit di atas 110km/jam sebelum mantap pada kecepatan konstan sekitar 80km/jam. Pada kecepatan tinggi dampak apa pun kemungkinan akan berakibat fatal, jika tidak sangat merusak (mempertimbangkan dampak dengan perjalanan mobil pada kecepatan ini).”

Jadi, menurut para penulis, “Jelas meluncur menggunakan batcape bukanlah cara yang aman untuk bepergian, kecuali dengan cepat turun perlahan menggunakan alat seperti parasut.”

David Marshall, 22, salah satu anggota tim, mengatakan: "Jika Batman ingin bertahan dalam penerbangan, dia pasti akan membutuhkan jubah yang lebih besar. Atau jika dia lebih suka menjaga gayanya secara utuh, dia bisa memilih untuk menggunakan propulsi aktif, seperti jet untuk menjaga agar dirinya terbang tinggi-tinggi."
Sumber : The Telegraph

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN